MELAKUKAN SHALAT LAIL BISA TERHALANG
KARENA BANYAK DOSA
Disusun oleh : Azwir B. Chaniago
Salah satu shalat sunnah yang sangat
dianjurkan adalah shalat lail atau shalat malam. Rasulullah Salallahu ‘alaihi
Wasallam menjelaskan keutamaannya, diantaranya adalah :
عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ
فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِيْنَ قَبْلَكُمْ وَهُوَ قُرْبَةٌ إِلَى رَبِّكُمْ
وَمُكَفِّرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ وَمَنْهَاةٌ عَنِ الإِثْمِ
Hendaklah kalian melaksanakan qiyamul
lail (shalat malam) karena shalat lail adalah kebiasaan orang shalih
sebelum kalian dan membuat kalian lebih dekat kepada Allah. Shalat malam dapat
menghapuskan kesalahan dan dosa. (Al Irwa’ no. 452, Syaikh al Albani
mengatakan bahwa hadits ini Hasan).
Rasulllah shallallahu ‘alaihi wa
sallam juga bersabda :
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ
رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ
صَلَاةُ اللَّيْلِ
Sebaik-baik puasa setelah puasa
Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram dan sebaik-baik shalat
setelah shalat wajib adalah SHALAT MALAM. (H.R Imam Muslim, dari Abu Hurairah).
Sangatlah banyak saudara saudara kita
yang sudah istiqamah, kontinyu dalam melaksanakan shalat lail. Namun demikian
ada pula yang masih merasa berat untuk melakukannya meskipun ada keinginan.
Ketahuilah bahwa ada banyak penyebab yang menghalangi seseorang untuk melakukan
shalat lail. Satu diantaranya adalah TERHALANG OLEH DOSA.
Sungguh dosa dan maksiat yang
dilakukan seseorang adalah salah satu penghalang dirinya melakukan ketaatan.
Imam Ibnul Qayyim berkata : Maksiat menyebabkan kehampaan hati dari (beribadah)
mengingat Allah Ta’ala. Banyak sekali KETAATAN TERPUTUS KARENA DOSA. Padahal
satu ketaatan lebih baik daripada dunia beserta isinya. (Ad Daa’ wad Dawaa’).
Seorang lelaki bertanya kepada
Ibrahim bin Adham : Sungguh, aku tidak mampu melakukan shalat malam,
maka berilah aku resep obatnya ?. Ibrahim bin Adham, semoga Allah merahmatinya,
berkata : Janganlah kamu bermaksiat kepada-Nya di siang hari. Hal itu (yakni,
tidak bermaksiat kepada-Nya di siang hari) akan membangunkan kamu untuk berdiri
di hadapan-Nya di malam hari.
Karena sesungguhnya berdirinya kamu
di hadapan-Nya di malam hari termasuk kemuliaan yang paling agung. Sedangkan
pelaku maksiat tidak berhak mendapatkan kemuliaan tersebut. (Muhammad bin
Shalih al-Munajjid, Fatawa al Islam Su-al wa Jawab). Sumber al Sofwa Channel.
Oleh karena itu maka hamba hamba
Allah yang ingin melakukan shalat malam dengan istiqamah maka pasang niat yang
ikhlas dan berusahalah menjauhi semua dosa sekecil apapun. Jika tergelincir
kepada dosa bersegera memohon ampun.
Insya Allah ada manfaatnya bagi kita
semua. Wallahu A’lam. (2.069)










