DIANJURKAN SHALAT DUA RAKAAT JIKA TERGELINCIR
KEPADA DOSA
Disusun oleh : Azwir B. Chaniago
Pada suatu waktu, seorang hamba bisa jadi
tergelincir kepada dosa. Kemungkinan penyebabnya adalah karena mengikuti
keinginan hawa nafsu yang memang cenderung kepada keburukan atau karena godaan
syaithan yang selalu ingin menggelincirkan hamba hamba Allah kepada dosa.
Dalam hal ini, Rasulullah Salallahu ‘alaihi
Wasallam menyuruh umatnya untuk berwudhu dan shalat dua rakaat, sebagaimana
sabda beliau :
مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا
فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ
اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ
Tidaklah seorang hamba melakukan dosa kemudian
ia bersuci dengan baik, kemudian berdiri untuk melakukan shalat dua raka’at kemudian
meminta ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya. (H.R Abu Dawud
dan at Tirmidzi, dari Abu Bakar ash Shiddiq. Dishahihkan oleh Syaikh al
Albani).
Berkenaan dengan hadits ini, Syaikh Majdi bin
Abdul Wahab al Ahmad, mengatakan bahwa :
(1) Sabda beliau MAA MIN ‘ABDIN, maksudnya
baik laki laki maupun perempuan.
(2) Sabda beliau TSUMMA YASTAGHFIRULAHA, untuk
dosa tersebut maksudnya istighfar yaitu taubat dengan penuh penyesalan dan
meninggalkan dosa dosa tesebut. Juga bertekad untuk tidak kembali melakukan
dosa dosa itu selama lamanya, serta mengembalikan hak sesama jika hal itu
perlu.
Di akhir hadits disebutkan bahwa kemudian Nabi Salallahu ‘alaihi Wasallam atau
Abu Bakar radiyallahu ‘anhu membaca fiman Allah Ta’ala :
وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً
أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ
وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا
وَهُمْ يَعْلَمُونَ
أُولَٰئِكَ جَزَاؤُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ
رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ
وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ
Dan (juga) orang orang yang apabila
mengerjakan perbuatan keji atau menzhalimi diri sendiri (segera) mengingat
Allah lalu memohon ampunan atas dosa dosanya. Dan siapa (lagi) yang dapat
mengampuni dosa dosa selain Allah ?. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa
itu.
Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Rabb
mereka dan surga surga yang mengalir di bawahnya sungai sungai. Mereka kekal di
dalamnya. Dan (itulah) sebaik baik pahala bagi orang yang beramal. (Q.S Ali
Imran 135-136).
(Lihat Kitab Syarah Hishnul Muslim, ditashih
Syaikh Sa’id bin Ali bin Wahf al Qathani).
Tentang ayat ini pula, Syaikh as Sa’di berkata
: Maksudnya (jika) telah terjadi perbuatan perbuatan buruk yang besar atau
kecil yang dilakukan oleh mereka lalu mereka segera bertaubat dan memohon
ampunan, mereka mengingat Rabb mereka dan ancaman-Nya bagi orang orang yang
berbuat maksiat.
Dan (mengingat pula) apa yang dijanjikan bagi orang orang yang
bertakwa. Maka mereka memohon ampunan pada-Nya atas dosa dosa mereka itu,
menutup aib aib mereka disamping itu mereka meninggalkan hingga akar akarnya
dan menyesal atas dosa dosanya. (Tafsir Tasir Karimir Rahman).
Oleh karena itu, hamba hamba Allah ketika
melakukan dosa bersegera memohon ampun dan bertaubat. Dan juga dianjurkan melakukan
shalat dua rakaat dan shalat ini masyhur disebut dengan shalat taubat.
Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua.
Wallahu A’lam. (2.058)








