mengabdi dan beribadah kepada Allah Ta’ala, sebagaimana firman-Nya :
agar mereka beribadah kepada-Ku. (Q.S adz Dzariyat 56).
Beribadah kepada Allah Ta’ala dengan taat SAMPAI AKHIR HAYAT atau sampai
diwafatkan. Allah Ta’ala menjelaskan hal ini dalam firman-Nya :
الْيَقِينُ
datang kepadamu. (Q.S al Hijr 99).
sampai ajal tiba. Maksudnya, kontinyulah, engkau (Muhammad) mendekatkan diri kepada Allah dengan segala
macam ibadah disetiap waktu. Maka beliau mentaati perintah Rabb-nya dan
senantiasa beribadah sampai datang al
yaqin dari Rabbnya. (Tafsir Taisir
Karimir Rahman).
kematian karena sungguh kematian itu adalah sesuatu YANG DIYAKINI pasti datang
meskipun tak seorangpun mengetahui kapan datangnya.
dalam sabda Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam. Dalam hadits yang panjang
tentang Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam datang menjenguk seorang sahabat
Muhajirin yang wafat di Madinah yaitu Utsman bin Ma’zhun, beliau bersabda :
فَقَدٌ جاءَهُ واللهِ اليَقينٌ وَإِنِّي لأَ رٌجولَهُ الخَيٌرَ.
Allah, al yaqin (kematian) telah mendatanginya. Dan aku berharap kebaikan
baginya. (H.R Imam Bukhari dan Imam Ahmad).
sampai wafat agar selamat di dunia dan di akhirat kelak. Sungguh Allah Ta’ala
telah mengingatkan hamba hamba-Nya yang beriman
agar benar benar bertakwa dan
janganlah mati kecuali dalam memegang Islam. Allah Ta’ala berfirman :
وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
kepada Allah sebenar benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan
muslim. (Q.S Ali Imran 102).
KEMATIAN, ternyata ayat ini dijadikan sandaran atau alasan DENGAN PEMAHAMAN
YANG SESAT oleh kaum yang MEMEGANG KEPERCAYAAN KEPADA WIHDATUL WUJUD.
Mereka keliru berat karena mempercayai bahwa makna al yaqin adalah ma’rifah
atau mengenal.
seseorang di antara mereka (yang memegang pemahaman wihdatul wujud) sudah sampai pada maqam
ma’rifah, maka dia (mengatakan) terbebas
dari kewajiban beribadah. Pendapat seperti ini adalah merupakan KEKAFIRAN,
KESESATAN DAN KEBODOHAN.
mereka adalah orang orang yang LEBIH MENGENAL tentang Allah. Lebih mengerti hak
hak dan sifat sifat-Nya dan Allah Ta’ala berhak di agungkan. Kendati demiian,
mereka itu adalah orang orang yang paling banyak beribadah kepada Allah Ta’ala.
Rajin berbuat kebaikan sampai ajal datang kepada mereka. (Tafsir Ibnu Katsir).






































