MUSIBAH
orang beriman kapan saja Allah Ta’ala berkehendak. Musibah atau ujian itu bisa
terjadi pada diri, keluarga, harta bahkan bisa pada masyarakat banyak.
berbagai masibah serta mara bahaya maka ada banyak cara yang dianjurkan dalam
syariat Islam. Paling utama dan utama sekali adalah berbaik sangka kepada Allah
Ta’ala. Oleh sebab itu setiap hamba hendaklah senantiasa MENGAMBIL SIKAP
BERBAIK SANGKA ATAU HUSNU ZHAN kepada-Nya.
dalil menjelaskan tentang kebaikan dan keutamaan ketika seorang
hamba berbaik sangka kepada Allah Ta’ala :
dan Imam Muslim.
ظَنِّ عَبٌدِى بِي
sangkaan hamba-Ku kepada-Ku.
Ahmad.
ظَنَّ بِي خَيْرًا فَلَهُ ، وَإِنْ ظَنَّ شَرًّا فَلَهُ
Bila dia bersangka baik kepada-Ku maka KEBAIKANLAH BAGINYA. Bila dia
bersangka buruk maka KEBURUKANLAH BAGINYA.
dijauhkan dan diringankan dari marabahaya maka sangatlah dianjurkan untuk
BANYAK BERDOA DAN MEMOHON AMPUN.
kepada Allah Ta’ala
yang belum ataupun sudah terjadi.
: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لا يغني حذر من قدر و الدعاء ينفع مما نزل
ومما لم ينزل وإن البلاء لينزل فيتلقاه الدعاء فيعتلجان إلى يوم القيامة.
bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : Sikap kehati-hatian
tidak menahan dari takdir, dan doa bermanfaat dari apa yang terjadi (turun)
ataupun yang belum terjadi (turun) dan sesungguhnya bala benar-benar akan turun
lalu dihadang oleh doa, mereka berdua saling dorong mendorong sampai hari kiamat.
(H.R al Hakim, dihasankan oleh Syaikh al Albani).
saat bermohon kepada Allah Ta’ala agar diberi kebaikan di dunia dan kebaikan di
akhirat yaitu dengan doa yang diajarkan-Nya :
حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari adzab neraka. (Q.S al Baqarah
201)
rangkaian dzikir pagi dan petang
sangatlah banyak kalimat atau permohonan kepada Allah untuk dijauhkan
dari berbagai kesulitan dan marabahaya serta musibah. Diantaranya adalah :
yang selainnya.
إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ
الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ
هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ
هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ
وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي
الْقَبْرِ
kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak
disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan
bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku
mohon kepada-Mu KEBAIKAN DI HARI INI DAN KEBAIKAN SESUDAHNYA. Aku berlindung
kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya.
berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung
kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur.
Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad dan yang selainnya.
عَافِنِيٌ في بدني اَللَّهُمَّ عفني فيٌ سَمٌعِي, اَللَّهُمَّ عَفِنِيٌ فِي
بَصَري, لاالهَ إلاّ أنٌتَ, أَللّهُمَّ إنِّييٌ أعوٌذُ بِكَ مِنٌ الكُفٌرِ
وَالفَقٌرِ , وَأعوٌذُ بِكَ مِنٌ عَذَابِ
القَبٌرِ , لا إِلهَ إلاَّ أنٌتَ.
Allah, SELAMATKANLAH TUBUHKU (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku
inginkan). Ya Allah selamatkanlah pendengaranku (dari penyakit dan dari apa
yang tidak aku inginkan).Ya Allah selamatkanlah penglihatanku. Tidak ada ilah
yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau.
Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku
berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi
dengan benar kecuali Engkau.
hadits riwayat at Tirmidzi dan yang selainnya.
وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
dengan nama-Nya TIDAK ADA SESUATU YANG MEMBAHAYAKAN baik di bumi maupun di langit. Dia-lah Yang
Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Imam Ahmad dan an Nasa’i.
التَّا مَّاتِ مِنٌ شرِّ مَا خَلَقَ
berlindung dengan kalimat kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan sesuatu
yang diciptakan-Nya.
: Banyak memohon ampun.
ampun terhambat dari adzab Allah, yaitu sebagaimana firman Allah Ta’ala :
اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
mereka sedang mereka (masih) memohon ampunan. (Q.S al Anfaal 33).
adzab dari mereka pada hal sebab sebab turunnya adzab itu telah tercapai.
(Tafsir Taisir Karimir Rahman).
:
ما اسٌتغفرَ الله عزَّ وجلَّ
Jalla selama dia beristighfar, meminta ampun kepada Allah ‘Azza wa Jalla. (H.R
Imam Ahmad).
hamba ketika : (1) BERBAIK SANGKA KEPADA
ALLAH TA’ALA. (2) BANYAK BERDOA MEMOHON KEBAIKAN (3) BANYAK MEMOHON AMPUN
KEPADA-NYA.
Wallahu A’lam. (1.923)







































