karena dilahirkan dari keluarga yang beriman, sehingga sejak kecil sudah
diajarkan berbagai adab Islam. Ingatlah, saat kita mulai bisa berbicara telah
diajarkan orang tua menyebut nama Allah ketika hendak mengerjakan suatu yang baik
termasuk ketika hendak makan.
makan adalah sebagaimana petunjuk Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam dalam
sabda beliau :
فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّه ، فَإِنْ نَسِيَ فِي أَوَّله فَلْيَقُلْ : بِسْمِ اللَّه
فِي أَوَّله وَآخِره
kalian makan, maka hendaknya ia ucapkan : “Bismillah”. Jika ia lupa untuk
menyebutnya, hendaklah ia mengucapkan : Bismillaahi fii awwalihi wa aakhirihi
(dengan nama Allah pada awal dan akhirnya). (H.R Abu Dawud, at Tirmidzi dan al
Hakim).
yang ragu, apakah ucapan sebelum makan itu BISMILLAH
ATAU BISMILAHIR RAHMAANIR RAHIM ?. Mungkin juga ada
pula yang beranggapan bahwa membaca Bismillahir rahmaanir Rahim lebih baik karena
dirasa lebih lengkap.
mengatakan : Dalam hadits disebutkan ketika makan hendaklah ucapkan : BISMILLAH
, tanpa adanya tambahan. (As
Silsilah ash Shahihah)
dalam Kitab Ensiklopedi Adab Islam, mengatakan bahwa ucapan sebelum makan yang
benar adalah : BISMILLAH. Tidak boleh menambahnya dengan kalimat lain walaupun
seseorang menganggap kalimat tambahan itu baik. Karena hal itu bertentangan
dengan apa yang pernah dilakukan dan diperintahkan oleh Rasulullah.
“Bismillahir Rahmaannir Rahiim” itu lebih baik, tentunya Rasulullah
telah melakukannya dan kita diperintahkan untuk mengikuti dan meneladani
beliau. Selanjutnya Syaikh Abdul Aziz menukil dua ayat al Quran berikut ini :
supaya kamu mendapat petunjuk. (Q.S al A’raaf 158).
اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ
وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang orang yang mengharap
(rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.
(Q.S al Ahdzaab 21).
semua. Wallahu A’lam. (1.833)




































