dapati di zaman ini, ada orang orang yang buruk kelakuannya. Diantaranya
merampok, membegal, mencuri, menipu orang banyak, korupsi, berzina, minum
khamer bahkan melakukan kesyirikan. Allah Ta’ala tak segera memberikan hukuman berat kepada mereka di
dunia.
Allah Ta’ala memiliki nama nama yang
indah, diantaranya adalah al Halim yakni Maha Penyantun. Syaikh Prof. Dr.
Abdurrazaq bin Muhsin al Badr berkata : Nama Allah al Halim bermakna YANG TIDAK
MENEYEGERAKAN HUKUMAN BAGI HAMBA HAMBANYA karena dosa dan maksiat mereka. Allah
Ta’ala melihat hamba hamba-Nya kufur dan durhaka kepada-Nya. Tetapi Dia
bersifat santun terhadap mereka dan menangguhkan (hukuman). Dia mengamati,
menunda dan tidak menyegerakan. (Kitab Fiqih Asma’ul Husna).
orang orang yang suka bermaksiat meninggal dunia sebelum bertaubat dan tentu
dia akan memperoleh hukuman atau adzab yang berat di akhirat kelak. Namun
demikian, terkadang Allah Ta’ala memberi umur panjang dan memberi petunjuk
kepada orang orang yang bermaksiat sehingga mereka berhenti dari maksiatnya,
memohon ampun dan bertaubat dengan sungguh sungguh. Ini semua berlaku denggan kehendak Allah Ta’ala.
kisah diriwayatkan oleh al Imam Ibnu Jarir rahimauhullah bahwasanya :
Ali al Asadi telah membuat kerusakan, membuat para penempuh jalan (orang
yang bersafar) ketakutan. Dia telah menumpahkan darah dan merampok. Maka
iapun menjadi buronan para penguasa dan juga rakyat. akan tetapi Dia tidak mau
menyerahkan diri, dan mereka tidak mampu pula untuk menangkapnya.
akhirnya iapun datang dalam keadaan bertaubat. Hal ini disebabkan ia mendengar seseorang
membaca firman Allah :
أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ
يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
: Wahai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri,
janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni
dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang (Q.S Az Zumar 53)
berkata : Ulangi kembali bacaan ayat ini. Laki laki tersebut mengulangi kembali
bacaannya, maka Ali pun menyarungkan pedangnya lalu datang dalam kondisi
bertaubat.
masuk ke kota Madinah di waktu sahur (sebelum subuh), lalu mandi, kemudian mendatangi
masjid Nabawi dan shalat subuh. Setelah itu iapun duduk di dekat Abu Hurairah
radhiallahu ‘anhu, ia duduk di kerumunan para sahabat Abu Hurairah.
matahari menguning maka orang-orangpun mengenalnya lalu merekapun berdiri
menuju ke arahnya. Lalu Ali, si perampok ini pun segera berkata : Kalian tidak
bisa menangkapku karena aku telah datang dalam keadaan bertaubat sebelum kalian
berhasil menangkapku. Abu Hurairah berkata : Ia telah benar.
Hurairah lalu menggandeng tangan Ali al Asadi hingga membawanya ke Marwan bin
Al-Hakam, yang merupakan gubernur kota Madinah di zaman kekhalifahan Mu’aawiyah
bin Abi Sufyan. Abu Hurairah berkata kepada Marwan : Ini si Ali telah datang
dalam keadaan bertaubat, dan tidak ada jalan bagi kalian untuk menghukumnya
atau membunuhnya. Akhirnya Ali pun dibiarkan dan tidak dihukum sama sekali.
Ali pun keluar dalam keadaan bertaubat dan ikut berjihad di jalan Allah dalam satu
peperangan di lautan. Pasukan kaum muslimin bertemu dengan pasukan Romawi, lalu
kaum muslimin mendekatkan kapal Ali ke salah satu kapal pasukan Romawi. Lalu
beliau pun melompat ke kapal Romawi dan merusak salah satu sisi kapal mereka
hingga kapal tersebut miring dan akhirnya mereka pun seluruhnya tenggelam
bersama Ali al Asadi rahimahullah (Tafsir Ibnu Katsir, pada tafsir surat
Al-Maidah 32-34).
karena itu, orang orang yang saat ini masih berbuat dosa BERSEGERALAH MOHON
AMPUN DAN BERTAUBAT. Bahkan Allah Ta’ala menyeru manusia untuk segera
bertaubat.
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَىٰ
رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ
تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ
orang orang yang beriman !. Bertaubatlah kepada kepada Allah dengan taubat yang
semurni murninya. Mudah mudahan Rabb kamu akan menghapus kesalahan kesalahanmu
dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai sungai.
(Q.S at Tahrim 8).
kita tidak mengetahui kapan Allah Ta’ala
akan mewafatkan kita. Wallahu A’lam. (1.759)





































