kepada Allah Ta’ala. Dan Allah Ta’ala memang menyuruh kita untuk selalu berdoa
dan memohon kepada-Nya. Bahkan Allah Ta’ala berjanji akan mengbulkannya. Allah
Ta’ala berfirman :
لَكُمْ ۚ
perkenankan bagimu. (Q.S al Mu’min 60).
Wasallam bersabda :
فَإِنَّمَا يَسأَلُ رَبَّهُ عَزَّ وَجَلَّ
Allah), maka perbanyaklah angan-angan tersebut. Karena ia sedang meminta kepada
Allah Azza wa Jalla. (H.R Ibnu Hibban, dishahihkan Al Albani dalam Shahih al Jami’ no. 437).
dianjurkan dalam berdoa, diantaranya adalah :
: Berdoalah untuk perkara kecil bukan hanya untuk perkara besar.
kesehatan, diberi kekuatan untuk banyak beribadah, diberi rizki yang banyak,
diberi anak anak shalih dan shalihah dan sebagainya. Ini semuanya tentu baik.
perkara perkara kecil juga disyariatkan. Jadi ketika berdoa sangat dianjurkan
pula untuk meminta perkara perkara yang dianggap kecil atau remeh.
sebuah hadits qudsi, Allah Ta’ala berfirman:
فاستطعموني أُطعمكم . يا عبادي ! كلكم عارٍ إلا من كسوتُه . فاستكسوني أكْسُكُم
kecuali orang yang aku berikan makan. Maka mintalah makan kepadaku, niscaya aku
akan berikan. Wahai hamba-Ku, kalian semua tidak berpakaian, kecuali yang aku
berikan pakaian, Maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya akan aku berikan.
(H.R Imam Muslim no. 2577).
dan pakaian, Allah perintahkan kita untuk meminta kepada-Nya.
الشِّسعَ
sendal sekalipun. (H.R al Baihaqi al
Albani berkata : “mauquf jayyid” dalam Silsilah adh Dha’ifah).
Dahulu para salaf meminta kepada Allah dalam shalatnya, semua kebutuhannya
sampai-sampai garam untuk adonannya dan tali kekang untuk kambingnya. (Jami’ul
Ulum wal Hikam).
yang kecil-kecil karena semua itu semakin menunjukkan kefaqiran kita di hadapan
Allah Ta’ala.
bukan hanya dalam keadaan lapang.
waktu dan pada setiap keadaannya. Berdoalah pada keadaan susah dan pada keadaan
senang. Pada keadaan sempit dan pada keadaan lapang. Pada keadaan sakit atau
pada keadaan sehat.
manusia di zaman ini ternyata mereka
banyak berdoa pada saat mengalami kesempitan atau kesusahan. Pada saat
seseorang diberhentikan dari pekerjaan misalnya, maka sebagai pengangguran
biasanya dia akan banyak berdoa. Begitu pula ketika seorang pengusaha mengalami
kegagalan dalam bisnisnya.
Pada saat sakit dia akan banyak berdoa untuk memperoleh kesembuhan. Ini tentu
sesuatu yang baik dan sangat dianjurkan karena seorang hamba disuruh
untuk meminta pertolongan kepada Allah Ta’ala.
mengingatkan kita agar banyak banyak pula berdoa pada keadaan lapang,
pada keadaan senang, pada keadaan sehat dan yang lainnya.
Syaikh Abdul ‘Aziz as Sayyid Nada berkata : Hendaknya seseorang memperbanyak
berdoa pada saat saat lapang agar Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabulkan
permintaannya pada saat saat sempit. (Kitab Ensiklpedi Adab Islam)
mengingat Allah dan berdoa pada saat susah saja. Pada saat senang,
lupa mengingat Allah. Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
يَسْتَجِبَ اللَّهُ لَهُ عِنْدَ الشَّدَائِدِ وَالْكَرْبِ فَيَكْثُرُ الدَّعَاءَ
فِى الرَّخَاءِ
pada saat saat sempit dan kesulitan, hendalah dia banyak berdoa pada saat saat
lapang. (H.R Imam at Tirmidzi dan al Hakim).
(memohon dan merendahkan diri kepada Allah) pada saat saat lapang, niscaya
permohonannya akan dikabulkan pada saat saat sulit.
dunia.
untuk kebaikan dunianya. Diantaranya minta dinaikkan jabatan, pangkat dan dinaikkan
gaji. Minta anaknya pintar dalam pelajaran di sekolahnya. Minta agar kebun dan
peternakannya memberi hasil yang berlimpah. Ini tentu bukanlah sesuatu yang
salah berat.
hendaklah banyak memohon kebaikan sebagai bekal di akhirat kelak dan memang
akhirat itu lebih utama dan lebih baik. Allah Ta’ala telah mengingatkan dalam
firman-Nya :
وَلَلدَّارُالْآَخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh
kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah
kamu memahaminya ? (Q.S al An’aam 32).
Ta’ala berfirman :
الْأُولَىٰ
bagimu dari yang permulaan. (Q.S adh Dhuha 4).
beliau Salallahu ‘alaihi Wasallam selalu membaca doa memohon kebaikan di dunia
dan di akhirat. Anas bin Malik radhiyallahu anhu,
menceritakan bahwa upaya untuk bisa meraih kebaikan di dunia dan kebaikan di
akhirat, sangat menjadi perhatian yang sungguh sungguh dalam doa Rasulullah
Shallallahu alaihi wa sallam . Beliau paling sering mengucapkan doa :
دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اللَّهُمَّ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا
عَذَابَ النَّارِ
doa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang paling sering diucapkan beliau adalah : “ Ya Allah, Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan
kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka”. (H.R
Imam Bukhari no. 6389 dan Imam Muslim no. 2690).
doa ini menunjukkan untuk dunia
ada satu permohonan saja yaitu KEBAIKAN
DI DUNIA sedangkan untuk akhirat ada dua permohonan yaitu : (1) KEBAIKAN DI
AKHIRAT dan (2) MOHON DIPELIHARA DARI API NERAKA. Ini menunjukkan bahwa berdoa
untuk akhirat lebih utama.
A’lam. (1.692).





































