SELAMAT KETIKA MENDAPAT KEBERHASILAN
: Azwir B. Chaniago
bagian dari hubungan muamalah antara
sesama orang beriman adalah disunnahkan
mengucapkan selamat ketika seseorang mendapat keberhasilan ataupun
nikmat.
Muslim, dalam kisah taubatnya Ka’ab bin Malik, ia berkata : “Maka
Thalhah bin Ubaidillah bangkit dan sedikit berlari ke arahku, lalu menjabat
tanganku dan mengucapkan selamat kepadaku ….”
perkataan shahabat kepada Ka’ab bin Malik ketika dapat kabar dari Nabi Salallahu
‘alaihi Wasallam bahwa taubatnya Ka’ab diterima :
menerima taubatmu.
sebagaimana terdapat dalam Shahihain. Dan ini termasuk sunnah karena
disetujui Nabi shallallahu alaihi wa sallam.
: Dan juga Rasulullah memberikan ucapat selamat dalam pernikahan.
hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu :
وسلم كان إذا رفأ إنسانا – يعني إذا هنأه في نكاحه – قال ” بارك الله لك وبارك
عليك وجمع بينكما في خير ” .
wa sallam apabila memberikan selamat seseorang dalam pernikahannya, beliau
mengucapkan, Baarakallahu laka wa baaraka alaika wa jama’a bainakuma fi
khair” (H.R Abu Dawud).
pula dari para shahabat yaitu ucapan
selamat pada hari raya. Telah shahih dari mereka secara umum atsar yang datang
dari Jubair bin Nufair, dia berkata:
عليه وسلم إذا التقوا يوم العيد يقول بعضهم لبعض: تقبل الله منا ومنكم
bertemu pada hari raya sebagian mereka mengucapkan (selamat) kepada sebagian
yang lain.
dan juga amalan kalian.
ada pula ucapan selamat yang diriwayatkan dari Tabi’in tentang kelahiran anak. Telah
datang dari Ayyub as Sikhtiyani bahwa beliau apabila memberikan selamat kepada
seseorang yang anaknya baru lahir, beliau mengucapkan kepadanya.
أمة محمد صلى الله عليه وسلم
keberkahan bagimu dan bagi umat Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam.
selamat atas keberhasilan, kesuksesan atau ketika mendapat tambahan nikmat
adalah menjadi pemandangan sehari hari diantara kaum muslimin.
ucapan selamat hanya dilakukan untuk sesuatu yang bernilai baik dan YANG LEBIH
PENTING LAGI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN ITU DIPEROLEH DENGAN CARA YANG BAIK
DAN BENAR BUKAN DENGAN CARA MENIPU DAN BERBOHONG.
manusia yang berakal (sehat) mengucapkan
selamat kepada seseorang yang telah berhasil mendapatkan SUATU KEBERHASILAN
dengan cara berbohong dan menipu atau curang. Jika seseorang memberi ucapan
DALAM HAL INI berarti dia termasuk orang YANG SUKA KEPADA KEPADA KEBOHONGAN, PENIPUAN
DAN KECURANGAN. Bisa jadi juga bahkan berat dugaan dia MENDAPAT KEUNTUNGAN PULA
dari kesuksesan yang didapat dengan hasil kebohongan dan penipuan itu.
si Fulan yang telah berhasil merampok bank misalnya, maka yang mengucapkan selamat tersebut adalah
golongannya atau teman temannya yaitu jenis PERAMPOK JUGA dan bahkan dia dapat bahkan
menuntut bagian pula dari hasil rampokan itu.
kira bunyinya begini : Selamat ya, anda telah mendapat rizki yang banyak dengan
merampok bank. Lalu bagian kami mana ?. Na’udzubillah.
berhasil mencapai sesuatu yang dianggap baik dan terlihat sebagai KESUKSESAN
TAPI DIPEROLEH DENGAN CARA YANG BURUK DAN BERMAKSIAT KEPADA ALLAH TA’ALA maka
hakikatnya dia tak layak diberikan ucapan selamat. Bahkan besar kemungkinan DIA MALU MENERIMA UCAPAN SELAMAT.
kita semua. Wallahu A’lam.. (1.684)





































