mensyariatkan bagi orang orang beriman bermacam macam amalan. Dua diantaranya
adalah : (1) Amalan fardhu yaitu wajib dan (2) Amalan sunnah, mustahab atau
tidak wajib.
orang beriman tak akan berani mengabaikan atau melalaikannya karena takut
kepada Allah Ta’ala. Lalu bersegera melakukannya. Bagaimana dengan amalan
sunnah yang tidak wajib ?. Seharusnya juga bersegera mengamalkan karena
memiliki kebaikan dan ada pahala yang banyak padanya. Rugi jika mengabaikannya.
seseorang melakukan amalan sunnah MAKA AKAN MENDATANGKAN KECINTAAN ALLAH
KEPADANYA. Sungguh kecintaan serta kasih sayang Allah Ta’ala benar benar SANGAT
KITA BUTUHKAN.
telah menjelaskan hal ini dengan sangat
terang dalam sabda beliau satu hadits
qudsi :
تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيهِ ،
وَمَا يَزالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ،
فَإِذَا أحْبَبْتُهُ ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ
الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يَبْطِشُ بِهَا
، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإنْ سَألَنِي أعْطَيْتُهُ ، وَلَئِن
اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ
mendekat kepada-Ku; yang lebih aku cintai daripada apa-apa yang telah Aku
fardhukan kepadanya. Hamba-Ku terus-menerus mendekat kepada-Ku dengan
ibadah-ibadah sunnah HINGGA AKU MENCINTAINYA.
Aku pun menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi
penglihatannya yang ia pakai untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan
untuk berbuat, dan menjadi kakinya yang ia pakai untuk berjalan. Bila ia
meminta kepada-Ku, Aku pun pasti memberinya. Dan bila ia meminta perlindungan
kepada-Ku, Aku pun pasti akan melindunginya. (H.R Imam Bukhari)
semangat para sahabat dan orang orang shalih dalam mengamalkan amalan amalan
sunnah. Jika suatu ibadah sudah jelas disyariatkan mereka mengamalkannya dengan
penuh semangat dan istiqamah.
أبى سفيان فى مرضه الذى مات فيه بحديث يتسار إليه قال سمعت أم حبيبة تقول سمعت
رسول الله –صلى الله عليه وسلم– يقول «
من صلى اثنتى عشرة ركعة فى يوم وليلة بنى له بهن بيت فى
الجنة ». قالت أم حبيبة فما تركتهن منذ سمعتهن
من رسول الله –صلى الله عليه وسلم-.
وقال عنبسة فما تركتهن منذ سمعتهن من أم حبيبة.
وقال عمرو بن أوس ما تركتهن منذ سمعتهن من عنبسة.
وقال النعمان بن سالم ما تركتهن منذ سمعتهن من عمرو بن
أوس.
: ‘Anbasah bin Abu Sufyan menuturkan sebuah hadits kepadaku ketika ia sedang
sakit, yang dengan sebab sakitnya itulah ia wafat. Ia berkata : Aku mendengar
Ummu Habibah mengatakan: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam
bersabda: “Barangsiapa shalat (sunnah) 10 rakaat sehari-semalam, akan
dibangunkan sebuah rumah baginya di surga”.
meninggalkannya sejak aku mendengar hadits ini dari Rasulullah Shallallahu’alaihi
Wasallam”. ‘Anbasah juga mengatakan : Aku tidak pernah meninggalkannya
sejak aku mendengar hadits ini dari Ummu Habibah”. An Nu’man juga mengatakan :
Aku tidak pernah meninggalkannya sejak aku mendengar hadits ini dari ‘Anbasah.
(H.R Imam Muslim).
صلى الله عليه و سلم قال : «غسل الجمعة واجب
على كلِّ محتلم». رواه أحمد. قال ابن عثيمين رحمه الله في شرحه لبلوغ المرام :الصواب عندي : أنَّ غسل الجمعة
واجب على كلِّ إنسان ، وما تركته منذ علمت بهذا الحديث لا صيفاً ولا شتاء ، ولا
حراً ولا برداً ، ولا إذا كان فيّ مرض أتحمل معه الاغتسال .
Rasulullah Shallallahu’alaihi
Wasallam bersabda : “Mandi di hari Jum’at wajib bagi setiap lelaki yang sudah baligh”
(H.R Imam Ahmad).
Bulughul Maram mengatakan : Yang tepat menurutku, mandi di hari Jum’at itu
wajib bagi semua orang. Dan saya tidak pernah meninggalkannya sejak saya
mengetahui hadits ini, baik musim panas maupun musim dingin. Baik dalam cuaca
panas maupun cuaca dingin. Bahkan jika dalam keadaan sakit, saya tetap paksakan
untuk mandi.
dan orang shalih dalam menegakkan amalan amalan sunnah yaitu untuk mendapatkan
KECINTAAN ALLAH TA’ALA.
melakukan amalan amalan sunnah sehingga mendatangkan kecintaan Allah Ta’ala.
Wallahu A’lam. (1.669)








































