tradingnya. Trader yang saya maksudkan disini adalah trader individu
atau organisasi atau institusi keuangan yang trading untuk memperoleh
profit dari fluktuatif nilai mata uang, bukan untuk kepentingan
transaksi perdagangan internasional.

1. Trader Scalping
Trader seperti ini menerapkan
cara scalping yaitu melakukan banyak order namun target perolehan pips
yang sedikit antara 8 – 20 pips. Biasanya trader ini memanfaatkan banyak
waktu didepan komputer untuk mengawasi pergerakan nilai mata uang.
Trader ini cukup ketat dalam mengelola margin, biasanya mereka
menggunakan Stop Loss karena tidak ingin kerugian mereka menjadi banyak.
lain karena membebani server. Biasanya Broker mempersulit para trader
untuk entry/exit pada posisi yang diinginkan pada saat perdagangan
tengah berlangsung, walaupun dijanjikan adanya fasilitas instant
execution. Namun ada beberapa broker yang mengizinkan teknik ini dengan
syarat-syarat tertentu.
2. Trader Intraday
Trader Intraday adalah
perdagangan yang diarahkan pada perolehan keuntungan dalam satu hari.
Trader jenis ini banyak menghabiskan waktu didepan komputer namun tidak
mesti mengawasi pergerakan harga mata uang setiap saat. Target perolehan
pips mereka lebih besar dari trader scalping, biasanya antara 20-80
pips. Namun frekuensi ordernya lebih sedikit dibandingkan trader
scalping.
3. Trader Swing
Swing trading adalah sebuah
gaya trading yang mencoba untuk menangkap keuntungan dalam pasar mata
uang dalam waktu satu sampai empat hari. Swing trader menggunakan
analisa teknikal untuk memilih mata uang dengan harga momentum jangka
pendek. Para pedagang ini tidak tertarik pada nilai fundamental, tetapi
lebih pada tren harga dan pola.
oleh trader yang tak ingin terus menerus mengamati chart. Lembaga
Keuangan dalam ukuran terlalu besar tidak mudah untuk keluar masuk pasar
dengan cepat. Maka pedagang individulah yang mampu mengeksploitasi
gerakan harga mata uang dengan cepat tanpa harus bersaing dengan
pedagang besar. Itulah alasan trader individu paling banyak menggunakan
style ini.
Trader ini tidak selalu mengawasi
komputer setiap saat karena mereka cukup longgar dalam mengelola margin.
Mereka bisa menahan loss hingga ratusan pips dan tidak banyak yang
menggunakan Stop Loss atau kalaupun menggunakan Stop Loss dengan pips
yang besar. Makanya tidak mengherankan bila trader ini meng-close order
hingga berhari-hari. Target perolehan pips trader ini besar, biasanya
lebih dari 80 pips.
Baca juga:
Solusi Mengatasi 6 Penyebab Kegagalan Trading
Bagaimana Mengatasinya Gugup Ketika Trading Forex ?
Psikologi Trader






