diturunkan Allah Ta’ala bagi manusia. Dengan mengikuti petunjuk itu manusia
memperoleh keselamatan di dunia dan keselamatan di akhirat kelak. Sangatlah
banyak ayat al Qur an yang menjelaskan hal ini, Diantaranya adalah firman Allah
:
رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ
الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ
diturunkan Al-Quran, sebagai PETUNJUK bagi manusia dan penjelasan-penjelasan
petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Q.S al
Baqarah 185.
Ta’ala berfirman :
رِضۡوٰنَهٗ سُبُلَ السَّلٰمِ وَيُخۡرِجُهُمۡ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوۡرِ
بِاِذۡنِهٖ وَيَهۡدِيۡهِمۡ اِلٰى صِرٰطٍ مُّسۡتَقِيۡمٍ
kepada kepada orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan dan
(dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang itu dari gelap gulita kepada
cahaya dengan izin-Nya dan menunjukkan ke jalan yang lurus. (Q.S al Maidah 16)
seharusnya senantiasa bersama al Qur an yaitu wajib mengimaninya,
mempelajarinya, memahami dan mengamalkannya serta mengajarkan dan mendakwahkan
semampunya.
selalu bersama al Qur an maka dia akan keliru bahkan tersesat. Kenapa ?. Ketika
seseorang tak senantiasa bersama al Qur an maka sangat mungkin mereka akan
bersama sesuatu yang mendorong kepada keburukan. Diantaranya adalah :
cenderung kepada keburukan. Alah Ta’ala berfirman :
لَأَمَّارَةٌۢ بِالسُّوٓءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّىٓ ۚ إِنَّ رَبِّى غَفُورٌ
رَّحِيمٌ
diriku bebas (dari kesalahan) karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong
kepada kejahatan kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Rabb-ku. Sesungguhnya
Rabb-ku Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Q.S Yusuf 53).
فَٱعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَآءَهُمْ ۚ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ
ٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ بِغَيْرِ هُدًى مِّنَ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى
ٱلْقَوْمَ ٱلظَّٰلِمِينَ
yang mengikuti keinginan hawa nafsunya tanpa mendapat petunjuk dari Allah
sedikitpun ?. Sungguh Allah tidak memberi petunjuk kepada orang orang yang
zhalim. (Al Qashash 50).
mengikuti hawa nafsunya) jadi, dialah orang yang paling sesat karena ketika
ditawarkan kepadanya petunjuk dan jalan lurus yang dapat mengantarkan kepada
Allah Ta’ala dan kepada negeri yang kemuliaan-Nya yaitu surga, dia tidak
menghiraukannya dan tidak pula mendatanginya.
untuk menelusuri jalan jalan yang dapat menjerumuskan kepada kebinasaan dan
kesengsaraan maka dia pun mengikutinya dan meninggalkan petunjuk. Maka apakah
ada seseorang yang lebih sesat dari pada orang yang seperti itu karakternya ?.
melampaui batas dan tidak ada kecintaan kepada kebenaran itulah yang sebenarnya
telah membuatnya tetap berada pada kesesatannya dan tidak diberi petunjuk oleh
Allah Ta’ala. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).
al Qur an maka tak ada pembatas yang kokoh antara dirinya dengan hawa nafsu sehingga hawa
nafsunya akan mengendalikan dan mengatur dirinya. Ini bahaya besar.
kesesatan.
bersama al Qur an maka syaithan akan datang kepadanya dan berusaha menghalangi atau menyesatkannya dari
jalan yang lurus. Allah Ta’ala berfirman
:
يُضِلَّهُمْ ضَلالا بَعِيدًا
(manusia, dengan) kesesatan yang sejauh jauhnya. (Q.S an Nisa’ 60).
temannya untuk membantu. Allah Ta’ala berfirman :
orang fasik) membantu syaithan syaithan dalam menyesatkan dan mereka tak henti
hentinya (untuk menyesatkan). (Q.S al A’raf 202).
dia akan dipengaruhi oleh apa yang dikatakan oleh orang banyak. Pada hal ukuran
kebenaran bukanlah perkataan orang banyak. Orang banyak bisa menyesatkan. Allah
berfirman :
الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ
وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ
orang yang dimuka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan
Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka dan mereka tidak
lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). Q.S al An’am 116.
sehat jangan tertipu dengan kebanyakan manusia, karena kebenaran tidak
ditentukan karena banyak orang yang berbuat, akan tetapi kebenaran adalah
syariat Allah ‘Azza wa Jalla yang diturunkan kepada Rasulullah Salallahu ‘alaihi
Wasallam.
senantiasa bersama al Qur an yang memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ
الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا
(jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang beriman yang
mengerjakan amal shalih bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar. (Q.S al
Isra’ 9).
lalai terhadapnya maka mereka bisa jadi
berada atau dipengaruhi oleh : (1) Hawa nafsu yang cenderung kepada
keburukan. (2) Syaithan yang mengajak kepada kesesatan, dan (3) Kebanyakan manusia yang mengajak kepada
perbuatan salah.
Wallahu A’lam. (1.506)






































