kita masih harus banyak beristighfar ?. Bukankah istighfar itu diperuntukkan bagi orang-orang
yang berbuat dosa dan maksiat.
ketajaman ulama kita dalam memberikan bimbingan. Sungguh bagi seorang muslim
istighfar tidak hanya berkaitan dengan dosa dan maksiat tapi juga setelah
beramal.
alasan. Kenapa, karena tidak ada jaminan bahwa selama beribadah kita tidak melakukan dosa.Tidak ada
jaminan bahwa ibadah yang kita lakukan telah sempurna. Mengakulah kepada Allah Ta’ala bahwa ibadah kita
banyak kekurangan maka beristighfarlah. Mohon ampunlah.
menyuruh beristighfar setelah melakukan ibadah adalah firman Allah :
النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
kamu dari tempat bertolaknya orang banyak (Arafah) dan mohonlah ampun kepada
Allah, sesungguhnya Allah Mahapengampun lagi Maha
Penyayang. (Q.S.
Al Baqarah 199).
demikianlah seharusnya yang dilakukan seorang hamba setiap ia selesai dari
suatu ibadah, sepatutnya ia beristighfar kepada
Allah dari kelalaiannya dan bersyukur atas taufik-Nya.
mengerjakan ibadah shalat
supaya membaca istighfar tiga kali.
Padahal shalat adalah suatu ibadah yang agung. Ini termasuk pelajaran berharga
bagi kita bahwa seharusnya seorang hamba memohon ampun pada setiap selesai
ibadah.
majelis yang sangat mulia, dan merupakan satu dari taman-taman surga. Seseorang
yang duduk di majelis ilmu akan
mendapatkan kebaikan yang banyak dan ini merupakan salah satu ibadah yang agung.
seseorang duduk dalam suatu
majelis maka sebelum dia bangkit dari majelis tersebut hendaklah dia membaca
doa :
اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ
وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali
Engkau, aku memohon ampunan dan bertaubat kepadamu.
ada kekeliruan dan banyak kesalahan, kemudian sebelum bangkit dari majelis itu
dia mengucap; ‘Subhaanakallaahumma wabihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta
astaghfiruka wa atuubu ilaika, maka Allah akan menghapuskan kesalahannya yang terjadi
di majelis tersebut. (H.R atTirmidzi dari Abu Hurairah).
Wallahu A’lam. (1.349)





































