nyawa berpisah dari badannya. Nah, ketika seseorang hatinya telah mati meskipun
fisik masih hidup maka akan mendatangkan bahaya besar bagi dirinya.
tanda dan bahaya jika hati telah mati, satu
diantaranya adalah : Menjadikan hawa nafsu sebagai imamnya, syahwat sebagai
pemimpinnya, kebodohan sebagai kusirnya dan kelalaian sebagai kendaraannya.
telah mati hatinya maka tujuan hidupnya hanyalah dunia yang fana dan lupa
dengan akhirat yang baqa. (Kitab Mawaaridul Amaan).
fisik. Fisik yang telah mati tak bisa lagi di hidupkan di dunia. Tetapi ketika
hati telah mati, jika Allah berkehendak bisa hidup kembali. Oleh karena itu
jika saudara kita ada yang terlihat hatinya telah mati janganlah dicela. Dia
perlu dikasihani dan ditolong. Doakanlah
agar hidayah Allah turun kepadanya sehingga hatinya yang telah mati hidup
kembali.
mengingat kematian. Ketahuilah bahwa seseorang yang hatinya telah
mati maka haruslah diingatkan agar banyak mengingat kematian dan membayangkan kehidupan sesudah mati.
Ketahuilah bahwa masalah sebenarnya bukan mati tapi bagaimana hidup setelah
mati.
serta pertanggung jawabannya maka akan menimbulkan ketakutannya
kepada Allah Ta’ala. Jika rasa takutnya telah muncul maka berbagai maksiat
akan ditinggalkan lalu secara berangsur mulai berbuat kebaikan dan
amal shalih dan insya Allah hatinya bisa hidup kembali.
yang cerdas yaitu banyak mengingat mati dan berbekal untuk menghadapi hidup
setelah mati.
قَالَ كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَهُ
رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ
أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا قَالَ فَأَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ أَكْثَرُهُمْ
لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ
الْأَكْيَاسُ
sedang bersama Rasulullah kemudian datang seorang laki laki dari kalangan
Anshar. Dia mengucapkan salam dan bertanya kepada Rasulullah : “Wahai
Rasulullah !. Siapa orang mukmin yang paling utama ?. Rasulullah menjawab :
Orang yang paling baik akhlaknya.
: Lalu siapa orang mukmin yang paling cerdas ?. Beliau
menjawab : Orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling
baik persiapannya untuk menghadapi apa yang terjadi setelahnya. Mereka itulah
orang yang paling cerdas. (H.R Ibnu Majah dan at Thabrani, dinilai hasan
oleh Syaikh al Albani).
: “Perbanyaklah mengingat kematian. Barangsiapa banyak mengingat mati maka
Allah akan hidupkan hatinya dan meringankannya saat sakaratul maut” (H.R ad
Dailami).
sakit apalagi mati. Orang yang hatinya telah mati pastilah merugi di dunia dan
di akhirat.
Wallahu A’lam. (1.348).




































