KETIKA SALAM
kita yang punya kebiasaan pada akhir shalat
ketika salam yaitu telapak tangan yang diletakkan diatas pahanya dari posisinya
yang semula telungkup, lalu dibuka pada saat salam. Mereka membuka telapak
tangan kanannya ketika memberi salam ke kanan lalu diikuti dengan membuka
telapak tangan kirinya ketika memberi salam
ke kiri.
telapak tangan kanan ketika salam ke kanan dalam shalat adalah dengan harapan terbukalah pintu surga. Dan
ketika salam ke kiri telapak tangan tetap tertutup adalah dengan harapan pintu neraka tertutup
baginya. Tapi mereka tak menyebut dalilnya.
tangan ketika salam pernah dilakukan beberapa orang sahabat di zaman Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau ingatkan bahkan beliau
melarangnya.
‘anhu : Ketika kami shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
kami mengucapkan : Assalamu alaikum wa rahmatullah, Assalamu alaikum wa
rahmatullah sambil berisyarat dengan kedua tangan ke samping masing-masing.
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan :
كَأَنَّهَا أَذْنَابُ خَيْلٍ شُمْسٍ؟ إِنَّمَا يَكْفِي أَحَدَكُمْ أَنْ يَضَعَ
يَدَهُ عَلَى فَخِذِهِ ثُمَّ يُسَلِّمُ عَلَى أَخِيهِ مَنْ عَلَى يَمِينِهِ،
وَشِمَالِهِ
kalian, seperti keledai yang suka lari ?. Kalian cukup meletakkan tangan kalian
di paha kemudian salam menoleh ke saudaranya yang di samping kanan dan kirinya.
(HR. Muslim 430, Nasai 1185, dan yang lainnya).
tangan ketika salam dalam shalat telah diingkari oleh Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu tak patut kita amalkan.





































