menyebutnya sebagai hadits, yaitu : “Al jannatu tahta aqdaamil ummahaati”. Surga
ada di bawah telapak kaki para ibu.
lafazh yang sama dengan ungkapan diatas dan ada tambahan kalimat pada bagian
akhirnya. Lengkapnya adalah : Surga ada di bawah telapak kaki para ibu,
barangsiapa diinginkan oleh para ibu (untuk masuk surga) maka dia masuk surga.
Dan barangsiapa yang diinginkan oleh para ibu (untuk dikeluarkan-tidak masuk
surga) maka ia tidak masuk surga.
ini yang disebut sebagai hadits adalah HADITS PALSU. Diantaranya adalah :
Atha’. Musa ini dinyatakan sebagai pendusta oleh Imam Abu Zur’ah dan Abu Hatim
ar Razi. Ibnu Hibban dan Ibnu ‘Adi menyatakan bahwa Musa adalah pemalsu hadits.
hadits ini dari Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam dengan sanad yang shahih.
(Ahaaditsul Qashshash).
Ketiga : Hadits ini dinyatakan sebagai hadits yang
palsu oleh Syaikh Nashiruddin al Albani, dalam Kitab Silsilah Dah’if dan
Maudhu’).
ada hadits lain yang memiliki makna yang sama dengan hadits palsu diatas.
bahwa ayahnya datang kepada Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam dan berkata,
Wahai Rasulullah !. Aku ingin ikut didalam peperangan (berjihad di jalan Allah)
dan aku datang untuk meminta pendapatmu. Maka Rasulullah bersabda : “Apakah
kamu mempunyai ibu ?”. Dia menjawab : Iya. Rasulullah bersabda : “Tetaplah
bersamanya !. Karena sesunguhnya surga ada di bawah kedua kakinya”.
(H.R an Nasa’i, al Hakim dan ath Thabrani).
Hakim, adz Dzahabi, al Munziri, al Haitsami. Syaikh al Albani mengatakan hadits
ini Hasan dalam Silsilah hadits Dha’if dan Maudhu’).
sandaran dalam beramal dan bermanfaat untuk disebarkan. Syaikhul Islam berkata
bahwa makna hadits ini : “Fa innal jannata tahta rijlaihaa” Karena
sesunguhnya surga ada di bawah kedua kakinya”. Adalah bahwa (kewajiban) merendahkan diri di hadapan ibu
dan berusaha mencari keridhaannya dalam hal hal yang tidak melanggar syariat
Allah Ta’ala, adalah sebab masuk surga. (Ahaditsul Qashshash).
semua. Wallahu A’lam. (1.219).






































