Azwir B. Chaniago
satu ungkapan : Jika tidak bisa berbuat baik jangan berbuat buruk. Jika tidak
bisa melakukan amal shalih jangan berbuat maksiat ataupun kalimat lain yang semisalnya.
ungkapan bijak. Kita tidak mengetahui dari mana asal usul ungkapan ini. Dan
kalau kita tilik secara sepintas mungkin ungkapan ini terasa mengandung makna
yang baik. Benarkah ?.
(bisa ?) tidak berbuat baik tidak pula
berbuat buruk dan juga jika kita tidak
melakukan amal shalih dan tidak berbuat maksiat maka jelas tidak akan
mendapatkan nilai lebih apapun. Semua bernilai nihil. Impas. Sama dengan nol besar.
nihil lalu bagaimana dengan peringatan Allah agar kita berbekal untuk menuju ke
akhirat. Bukankah tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah, menyembah
dan mengabdi kepada Allah Ta’ala. Allah
berfirman : : Wa maa
khalaqtul jinna wal insa illaa li ya’buduun” Aku tidak menciptakan jin dan
manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku. (Q.S adz Dzaariat 56).
as Sa’di berkata : Inilah tujuan Allah Ta’ala menciptakan jin dan manusia.
Allah Ta’ala mengutus semua rasul untuk menyeru kepada tujuan penciptaan
tersebut. Tujuan tersebut adalah menyembah Allah Ta’ala, yang mencakup berilmu
tentang Allah, mencintai-Nya, kembali kepada-Nya, menghadap kepada-Nya dan
berpaling dari selain-Nya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).
telah memerintahkan kita untuk berbekal di dunia agar mendapat kebaikan di
negeri akhirat kelak :
telah mengingatkan kita tentang apa yang telah persiapkan untuk hari esok. Allah berfirman : “Yaa aiyuhal ladzina aamaanuu Wahai orang orang yang beriman !
Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah
diperbuatnya untuk hari esok dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah
Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (Q.S al Hasyr 18).
impas lalu bekal apa yang akan kita bawa ke akhirat kelak. Bukankah kita
disuruh berbekal yaitu dengan iman yang membuahkan amal shalih. Kedua bekal ini
yang menjadi kebutuhan kita untuk mendapatkan surganya Allah Ta’ala. Allah berfirman
: : “
Wabasysyiril ladzina aamanuu wa ‘amilush shaalihaati anna lahum jannatin tajrii
min tahtihal anhaar” Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang orang
beriman dan beramal shalih bahwa untuk mereka (disediakan) surga surga yang
dibawahnya mengalir sungai sungai. (Q.S al Baqarah 25).
yang beriman dan mengerjakan amal shalih mereka itu adalah sebaik baik makhluk.
Balasan mereka di sisi Rabb mereka adalah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya
sungai sungai. Mereka kekal didalammnya selama lamanya. Allah ridha kepada
mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi
orang yang takut kepada Rabb-nya. (Q.S
al Baiyinah 7-8).
mati dan mempersiapkan bekal menghadapi kematian. Diriwayatkan dari Ibnu Umar : Aku sedang
bersama Rasulullah kemudian datang seorang laki laki dari kalangan Anshar. Dia
mengucapkan salam dan bertanya kepada Rasulullah : “Wahai Rasulullah !. Siapa orang mukmin yang paling utama ?. Rasulullah
menjawab : Orang yang paling baik akhlaknya. Orang itu bertanya lagi : Lalu siapa orang mukmin yang paling cerdas ?. Beliau menjawab : Orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik
persiapannya untuk menghadapi apa yang terjadi setelahnya. Mereka itulah orang
yang paling cerdas. (H.R Ibnu Majah dan at Thabrani, dinilai hasan oleh
Syaikh al Albani).
aku sesali adalah jika pagi hingga matahari terbenam amalku tidak bertambah
sedikitpun. Pada hal aku tahu saat ini umurku berkurang.
sangatlah merugi orang orang yang hanya memiliki titik impas dalam amal baik
dan buruknya di kehidupan dunia ini tanpa ada nilai lebih dalam kebaikan. Pada hal Allah Ta’ala telah memerintahkan
setiap hamba agar berusaha melakukan segala sesuatu sebagai bekal yaitu
dengan menjaga iman yang membuahkan amal shalih agar bisa kembali dengan selamat ke negeri akhirat.
kita semua. Wallahu A’lam. (896).







































