disebut juga shalat lail adalah shalat sunnah muakkadah (sangat dianjurkan)
yang dikerjakan pada malam hari, setelah tidur meskipun tidurnya sebentar.
Jadi diantara syarat untuk shalat tahajjud adalah setelah bangun tidur dimalam
hari yaitu setelah shalat isya meskipun hanya tidur sebentar.
waktunya berakhir pada saat terbit fajar yaitu saat masuk waktu shubuh.
shalat tahajjud memiliki keutamaanyang sangat banyak. Diantaranya adalah bahwa Allah Ta’ala memuji orang orang yang senantiasa
melakukan shalat malam yaitu sebagaimana yang dijelaskan dalam firman-Nya : Kaanuu qaliilan minal laili maa yahja’uun.
Wa bil ashaari hum yastaghfiruun”. Mereka sedikit sekali tidur di waktu
malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” (Q.S
adz-Dzaariyaat 17-18).
seorang hamba tidaklah membutuhkan pujian manusia. Akan tetapi yang diharapkan
seorang hamba adalah pujian Allah Ta’ala
sebagai satu karunia yang sangat besar
bagi seorang hamba dan ini bisa diperoleh
melalui shalat tahajjud.
itu, kita mengetahui bahwa sangatlah
banyak jenis shalat sunnah yang disyariatkan.
Dan sungguh shalat lail atau shalat tahajjud adalah shalat sunnah yang paling utama setelah
shalat fardhu.
bersabda : “Afdhalush shalaati ba’da
shalaatil maktuubati ash shalatu fii jaufil laili”. Shalat yang paling
utama setelah shalat yang fardhu adalah shalat ditengah malam. (H.R Imam Muslim
dari Abu Hurairah).
shalat tahajjud.
hari yaitu setelah shalat isya, setelah bangun tidur, sampai sebelum shubuh
yaitu ditutup dengan shalat witir. Lalu kapan waktu terbaik untuk
melaksanakannya. Sungguh waktu terbaik untuk
melaksanakan shalat tahajjud adalah pada sepertiga malam terakhir. Diantara
dalil dan keutamaannya adalah :
langit dunia (langit terdekat) ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu
Dia berfirman : Adakah orang yang berdoa
kepada-Ku sehingga Aku akan mengabulkan doanya. Adakah orang yang meminta
kepada-Ku sehingga aku Aku memberikan permintaannya. Adakah orang yang meminta
ampun kepada-Ku sehingga Aku akan mengampuninya. (Dia tetap demikian hingga
waktu fajar terbit). Muttafaq ‘alaih, dari Abu Hurairah.
mendengar Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda : “Sesungguhnya di malam hari ada satu waktu yang tidaklah seorang hamba
Muslim memohon kepada Allah suatu kebajikan dari perkara dunia dan akhirat
bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah pasti memberikan
permintaannya. Dan itu berlangsung setiap malam. (H.R Imam Muslim).
Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda : “Waktu paling dekat bagi Rabb dan hamba (Nya) adalah pada pertengahan
malam yang terakhir maka jika kamu mampu menjadi orang yang berdzikir
(mengingat dan menyebut) Allah pada waktu itu lakukanlah”. (H.R at
Tirmidzi, Abu Dawud dan an Nasa’i, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).
Aisyah, dia berkata : Aku pernah bertanya kepada Aisyah : Apakah amalan yang
paling dicintai Rasulullah ?. Maka Aisyah menjawab : “Ad daa-im”. (Amal) yang (dilakukan secara) berkelanjutan.
Aisyah menjawab : Kaana yaquumu idzaa
sami’aash shaarigh”. Beliau bangun (untuk shalat malam) apabila telah
mendengar suara ayam berkokok (sepertiga malam terakhir). Mutafaqun ‘alaih.
melakukan shalat tahajjud. Akan tetapi ternyata bahwa inilah waktu yang sangat
berat bagi manusia untuk bangun dan beribadah
kecuali bagi orang orang yang diberi petunjuk yaitu selalu
memohon pertolongan Allah Ta’ala.
(894).







































