Azwir B. Chaniago
dilakukannya selama berada di dunia. Hal ini dijelaskan Allah Ta’ala dalam
banyak firman-Nya. Allah Ta’ala berfirman : “Wa latus-aluunna ‘ammaa kuntum ta’malum”. Dan sesungguhnya kamu
akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan. (Q.S an Nahl 93).
mengingatkan dalam firman-Nya : “Wala
taqfu maa laisa laka bihi ‘ilmun, innas sam’a wal bashara wa fu-aada kullu
ulaaika kaana ‘anhu mas-uulaa” Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang
tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggung
jawabannya. (Q.S al Isra’ 36).
pertama memasuki alam akhirat. Setiap
manusia akan tinggal di alam kubur sampai hari Kiamat. Ketahuilah di alam
kubur, seseorang sudah akan didatangi malaikat untuk menanyakan tiga hal yang
disebut dalam hadits yang disebutkan dalam hadits berikut ini.
Imam Muslim dari hadits Al Barra’ bin ‘Azib, jika seorang mayit sudah
dihadapkan pada alam akhirat, maka akan datang padanya dua malaikat (yaitu
malaikat Munkar dan Nakir) yang akan bertanya kepada sang mayit dengan tiga
pertanyaan, yaitu : (1) “Man Rabbuka ?”…Siapakah Rabbmu ? (2) “Wa maa diinuka?”
… dan apakah agamamu ? (3) “Wa maa
hadzaar rujululladzii bu’itsa fiikum?” … dan siapakah orang yang telah diutus
di antara kalian ini ?
pastilah Allah Subhanahu wa Ta’ala. “Wa maa diinuka?” (apakah
agamamu?) Jawabannya tentu saja Islam, sedangkan “Wa maa hadzaar rujululladzii
bu’itsa fiikum ?” (dan siapakah orang yang telah diutus di antara kalian ini?).
Jawabannya adalah Nabi Muhammad Salallahu ‘alaihi Wasallam.
pertanyaan ini mungkin begitu mudah untuk dijawab. Kalau lupa jawabannya
barangkali bisa melihat catatan di
smartphone misalnya. Tapi mampukah kita menjawab pertanyaan yang
kelihatan mudah itu tanpa membawa bekal iman dan takwa ?.
tidak bisa menjawab dengan pertanyaan di alam kubur ini maka dia akan mendapat
adzab kubur. Selain itu perjalanan selanjutnya di alam akhirat sangatlah berat
baginya dan sungguh sangat mengerikan.
ketika pada suatu waktu beliau menangis melewati pekuburan, lalu beliau menjawab : Sesungguhnya aku pernah mendengar
Rasulullah bersabda : “Innal qabru auwalu
manaazilil aakhirati fa innaja minhu famaa ba’dahu aisaru minhu, wa in lam
yanju minhu famaa ba’dahu asyaddu minhu”. Sesungguhnya lubang kubur adalah
awal perjalanan akhirat. Jika seseorang selamat dari (adzab) nya maka
perjalanan selanjutnya akan lebih mudah. Namun jika dia tidak selamat dari
(adzab) nya maka (adzab) selanjutnya akan lebih berat lagi. (H.R at Tirmidzi,
dihasankan oleh Syaikh al Albani).
sekarang untuk bisa mudah menjawab pertanyaan pertanyaan itu. Ketahuilah bahwa
bekal yang paling baik adalah takwa. Allah berfirman : “Wa tazauwaduu, fainna khairaz zaadit
taqwa, wattaquuni yaa uulil albaab.” Dan
sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepadaKu wahai orang orang yang
berakal sehat. (Q.S al Baqarah 197).
(782)






































