Azwir B. Chaniago
secara luas dalam dunia pendidikan adalah pengulangan, baik untuk ilmu yang
sifatnya teori apalagi yang sifatnya praktek. Para pelajar secara periodik
diberikan ulangan agar mereka termotivasi untuk mengulang pelajarannya sehingga
penguasaanya semakin baik.
utama untuk dilakukan. Diantaranya mengulangi hafalan bacaan al Qur-an, hafalan
beberapa Hadits. Mengulang membaca kitab yang mungkin telah pernah kita baca
sehingga pemahaman membuat pemahaman
semakin baik.
atau rekaman yang kita ambil dari suatu kajian. Mungkin ada saudara saudara
kita yang bersemangat untuk mencatat bahkan merekam ilmu yang disampaikan jika
menghadiri kajian. Ini sangatlah baik. Para ulama dahulu ada yang berkata :
Qaiyidul ‘ilm bil kitaab. Ikatlah ilmu dengan catatan. Cuma akan sangatlah baik
jika catatan catatan itu diulang ulang
lagi membacanya dan insya Allah akan mendatangkan manfaat yang banyak.
sebelumnya untuk memantapkan dan menambah
pemahaman . Padahal mereka adalah orang berilmu sebab makna kata ulama
adalah berilmu. Disamping membaca al Qur an juga mengulang ulang membaca kitab kitab ilmu tulisan ulama yang
lain. Kenapa demikian, karena memang merasa butuh dan merupakan kebutuhan dalam
belajar ilmu dengan mengulang ulang membaca kitab.
Imam asy Syafi-i sebanyak 50 kali.
Kitab al Mughni yang ditulis oleh Imam Ibnu Qudamah sebanyak 23 kali.
Rektor Universitas Madinah, pernah ditanya tentang kitab yang sering beliau
baca. Beliau menjelaskan bahwa beliau telah membaca Kitab Syarah Shahih Muslim
yang ditulis oleh Imam an Nawawi, sebanyak 60 kali.
sedikitpun dalam mengulang ulang pelajaran. Bahkan para ulama ulama besar telah
memberikan contoh yang baik bagi kita semua. Tinggal kita mengatur dan
memanfaatkan waktu kita yang tinggal sedikit ini, sebaik mungkin. Dan hanya kepada
Allah Ta’ala kita memohon pertolongan dan kepada-Nya pula kita berserah diri.




































