Azwir B. Chaniago
di bumi ini orang orang berilmu dari zaman ke zaman. Kepada orang orang berilmu
itulah kita harus belajar agar mendapat ilmu agama yang benar dan lurus yaitu
yang bersumber dari al Qur-an as Sunnah dengan pemahaman salafush shalih.
ta’lamuun” Maka bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak
mengetahui. (Q.S an Nahl 43).
sekiranya kita mengikuti beberapa nasehat dari ulama ulama besar khususnya bagi para penuntut
ilmu, diantaranya :
Imam asy Syafi’i
asy Syafi’i berkata : Menuntut ilmu lebih aku sukai daripada shalat lail. Tentu
beliau tidak tidak bermaksud mengajak kita meninggalkan shalat lail tapi beliau
berkata demikian dalam rangka menjelaskan bahwa menuntut ilmu
adalah amalan utama dibanding amalan sunnah.
bagaimana besar keinginan beliau dalam mencari
ilmu. Beliau menjawab : Ibarat keinginan seorang ibu mencari anaknya yang
hilang dan ibu itu tidak
memiliki anak selain yang hilang itu.
besarnya perhatian Imam asy Syafi’i terhadap upaya menuntut ilmu, sampai-sampai
beliau menulis syair tentang nasehat agar berhasil dalam menuntut ilmu.
engkau tidak akan mendapatkan ilmu
guru dan (6) waktunya yang lama.
pernah menjadi Rektor Universitas Islam Madinah dan juga pengajar tetap di
Masjid Nabawi. Beliau memberi nasehat untuk
para penuntut ilmu dimanapun berada.
Diantara nasehat beliau adalah :
selalu bersyukur kepada Allah ‘Azza wa Jalla atas taufiq yang dianugerahkan-Nya
kepada mereka karena Allah telah menjadikan mereka menjadi penuntut ilmu.
selalu menjaga keikhlasan mereka di dalam menuntut ilmu dan mengerahkan jiwanya
untuk mendapatkan ilmu.
selalu memelihara waktu mereka dan menyibukkan diri dengan menuntut ilmu karena
ilmu itu tidak bisa diraih hanya dengan angan angan dan membiarkan diri dalam
kemalasan dan kelesuan.
selalu menyibukkan diri dengan perkara perkara yang bermanfaat dari perkara
perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka.
Arbai’in an Nawawiyah, Syaikh Abdul Muhsin al ‘Abbad)
adalah wasiat Syaikh bin Baz tentang sebab sebab mendapatkan ilmu, yang
beliau tujukan kepada mahasiswa Universitas Islam Madinah, dan diringkas
sebagai berikut :
dalam belajar.
diketahui.
atsar : “Barangsiapa beramal dengan apa yang telah diketahuinya, maka Allah
mewariskan kepadanya ilmu apa yang belum dia ketahui. ”Allah berfirman : “Walladzinah
tadau zaadahum waa taahum taqwaahum” Dan orangg orang yang mau
menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan
ketakwaannya (Q.S Muhammad 17).
tidak didapatkannya ilmu yang bermanfaat adalah termasuk musibah yang terbesar.
dari Ulama Besar Saudi Arabia. Beliau memberi beberapa nasehat agar berhasil
dalam menuntut ilmu, yaitu sebagaimana dinukil dari Kitabul ‘Ilmi, diantaranya :
belajar.
karena ilmu tidak didapat dengan bersantai.
untuk mendapatkan ilmu dengan sabar.
memalingkan dan melupakan ilmu.
nasehat dari Syaikh al Albani bagi pencari ilmu, yaitu :
semata mata ikhlas karena Allah. Untuk mencapai derajad yang Allah telah
khususkan bagi orang berilmu. Tidak
menginginkan dibalik itu, balasan atau terima kasih. Allah berfirman : … Yarfa’illahul
ladzina aamanuu minkum walladzina utul ‘ilma
darajaatin. Wallahu bimaa ta’maluuna khabiir” Niscaya
Allah akan mengangkat orang orang yang
beriman dan orang yang diberi ilmu
beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti (atas) apa yang kamu kerjakan.
(Q.S al Mujaadilah 11)
Menjauhi perkara yang menggelincirkan kamu dari perasaan ujub dan
berfatwa tanpa melihat pendapat para ulama terdahulu.
terbaik. Menghindari cara yang kaku dan
keras dalam berdakwah. Allah berfirman : “Ud’u ilaa sabiili rabbika bil hikmati wal mau’izhatal hasanati “ Serulah
(manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik. (Q.S an
Nahal 125).






































