Azwir B. Chaniago
bersaudara yaitu sebagaimana yang Allah jelaskan dalam firman-Nya : “Innamal mu’minuuna ikhwatun, fa ashlihuu
baina akhawaikum, wattaqullaha la’allakum turhamuun” Sesungguhnya orang
orang mukmin itu bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang
berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat. (Q.S al Hujurat 10).
haruslah menjaga kehormatan saudaranya yaitu antara lain dengan tidak mengumbar
aib saudaranya. Tidak boleh menceritakan
aib saudaranya kepada orang lain. Aib
itu bisa berupa cacat dirinya, auratnya, kesalahan dan kekeliruan serta
berbagai kekurangannya.
banyak prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Dan janganlah kamu mencari cari kesalahan orang lain. …(Q.S al Hujuraat 12).
satarahullahu yaumal qiyaamah. ” Barang siapa menutup aib saudaranya di
dunia, niscaya Allah akan menutup aibnya pada hari Kiamat. (H.R Imam Ahmad,
lihat Shahihul Jami’)
mampu menahan diri untuk tidak membicarakan aib saudaranya karena Allah akan
menutup aibnya di akhirat kelak.
‘an wajhihin naara yaumal qiyaamah”. Barangsiapa yang membela kehormatan
saudaranya sesama muslim maka Allah akan membelanya dari neraka kelak dihari kiamat.
(H.R at Tirmidzi dan Imam Ahmad).
tidak saling menzhalimi sesama muslim yaitu sebagaimana sabda beliau :
“Janganlah kalian saling dengki, saling
menghasut, saling marah dan saling membelakangi. Tapi jadilah hamba hamba Allah
yang bersaudara. Orang muslim itu adalah saudara muslim (yang lain) tidak
menzhaliminya, tidak mengacuhkannya dan tidak mendustakannya. (Muttafaq
‘alaih)
manusia yang terkadang lupa kepada Rabbnya dan lupa kepada dirinya tapi
tidak pernah lupa dengan aib atau kekurangan orang lain. Pada hal
sungguh setiap diri memiliki kekurangan, kekeliruan, kealpaan dan kelalaian
yang banyak. Dan juga tidaklah kita
ridha kalau aib kita dibicarakan atau dibuka sehingga diketahui orang banyak.
mengingatkan bahwa : Barang siapa
mengenal (keadaan) dirinya maka dia akan sibuk memperbaiki dirinya dari pada
mencari aib orang lain. Barang siapa yang mengenal Rabbnya maka dia akan sibuk
dengan-Nya dari pada mengikuti hawa nafsunya.
orang yang jauh dari Allah tersebab sibuk dengan dirinya. Namun yang lebih
merugi lagi adalah orang yang jauh dari (mengurusi) dirinya sendiri tersebab
sibuk mengurusi aib orang lain.
A’lam. (412)







































