Azwir B. Chaniago
manusia termasuk rezki berupa harta. Allah berfirman : “Innallaha huwar razzaaqu, dzulquwatil matiin” Sungguh Allah, Dia
pemberi rezki yang mempunyai kekuatan
lagi sangat kukuh. (Q.S az Dzaariyaat 58). Bahkan seorang
hamba ada yang mendapat rezki yang lebih dari hamba yang lainnya. Begitu juga
ada yang mendapat rizki kurang dari yang lain. Semua itu pastilah dengan hikmah
yang Mahasempurna dari sisi Allah Ta’ala.
firrizqi, Famalladziina fudhdhiluu biraddii rizqihim ‘alaa maa malakat
aimaanuhum fahum fiihi sawaa-un,
fabini’matillahi yajhaduun” Dan
Allah melebihkan sebagian kamu atas sebagian yang lain dalam hal rezki. Tetapi
orang yang dilebihkan (rezkinya itu) tidak mau memberikan rezkinya kepada para
hamba sahaya yang mereka miliki, sehingga mereka sama sama (menikmati) rezki
itu. Mengapa mereka mengingkari nikmat Allah ?. (Q.S an Nahl 71)
liman yasyaa-u wa yaqdir. Inna fii dzaalika la-aayatin li qaumin yu’minuun”
Dan tidaklah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezki bagi siapa yang
dikehendaki dan membatasinya (bagi yang Dia kehendaki) Sesungguhnya pada yang
demikian itu terdapat tanda tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman. (Q.S az Zumar 52).
menyuruh manusia untuk membelanjakan
sebagian rezkinya berupa harta di jalan Allah. Sungguh Allah
memerintahkan hal ini dalam banyak ayat al Qur an, diantaranya adalah :
bi aidiikum ilat tahlukati, wa ahsinuu. Innallaha yuhibbul muhsiniin. Dan
infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (dirimu
sendiri) kedalam kebinasaan dengan tanganmu sendiri dan berbuat baiklah.
Sungguh Allah menyukai orang orang yang berbuat baik. (Q.S al Baqarah 195).
razaqnaakum min qabli aiya’tiya yaumun laa bai’un fiihi walaa khullatun walaa
syafaa-‘ah. Wal kaafiruuna humuzh zhaalimuun” Wahai orang orang yang
beriman. Infakkanlah sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu
sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi
persahabatan dan tidak ada lagi syafaat. Orang orang kafir itulah orang yang
zhalim. (Q.S al Baqarah 254)
manfaat berinfak maka Allah perintahkan agar melakukannya bukan hanya pada saat lapang tapi
juga dikala sempit dan ini merupakan salah satu tanda orang bertakwa. Allah
berfirman : “Alladziina
yunfiquuna fissarraa-i wadhdharra-i” (Orang yang bertakwa yaitu) orang yang berinfak baik di waktu
lapang maupun diwaktu sempit. (Q.S Ali Imran 134).
keadaan mereka sedang sulit atau keadaan mereka sedang lapang. Bila mereka
lapang maka mereka (orang yang takwa ini) akan berinfak lebih banyak. Apabila
mereka sedang kesulitan mereka tidak menganggap remeh suatu kebaikan walaupun
hanya (berinfak) sedikit (Tafsir Karimur Rahman)
dari orang yang dalam keadaan lapang dan
memiliki harta melimpah lalu dia
bersedekah dalam jumlah yang banyak. Itulah keadilan Allah.
rasulullah ? Qaala : Rajulun lahu maalun katsiirun, akhadza min ‘urdhihi mi-ata
alfi dirhamin tashaddaqa bihaa, wa rajulun laisa lahu illa dirhaman ,
fa-akhadza ahaduhumaa fa tashaddaqa
bihi” Satu dirham mengungguli seratus ribu dirham. Seorang bertanya :
Bagaimana itu wahai Rasulullah ? Beliau menjawab : Seseorang mempunyai harta
yang melimpah lalu dia mengambil dari kantongnya seratus ribu dirham dan
menyedekahkannya, dan seseorang yang lain hanya memilik dua dirham, dia
mengambil satu dirham lalu mensedekahkannya.
(H.R Imam an Nasa-i, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam shahihnya).







































