bila melihat seseorang diberi nikmat oleh Allah. Ini adalah salah satu penyakit
hati yang sangat berbahaya.
berpangkat atau bukan, berpendidikan tinggi atau tidak. Pengemis juga bisa
dihinggapi penyakit ini. Dan sungguh ustadz atau kiyaipun bisa juga
terkena virus hasad ini. Tinggal menghitung stadiumnya saja. Ada yang parah dan
ada pula yang tidak parah.
demikian, hasad muncul pada orang yang memiliki profesi yang sama dan dengan
keadaan yang hampir sama. Seorang ustadz, andaikata dia hasad
maka hasadnya adalah kepada ustadz juga
bukan hasad kepada pedagang. Pedagang hasadnya juga kepada sesama pedagang
bukan kepada tukang bangunan. Tukang bangunan hasadnya kepada sesama tukang
bangunan juga bukan kepada tukang bekam.
sesama dosen juga, bukan hasad kepada
mahasiswa. Mahasiswa kalau hasad ya sesama mahasiswa juga. Mahasiswa tidak akan
hasad kepada anak SMP dan kira kira begitulah seterusnya.
hasad. Beliau bersabda : “Laa yazalun naasu bikhairin maa lam yatahaasaduu”
Senantiasa manusia dalam kebaikan selama mereka tidak saling mendengki. (H.R
Imam ath Thabrani, dihasankan oleh Syaikh al Albani)
saudaranya, hakikatnya adalah seorang yang protes atau tidak suka kepada
ketetapan Allah Ta’ala. Seolah olah lisannya mengatakan : Wahai Rabbku mengapa
Engkau berikan nikmat itu kepada si Fulan dengan kedudukan dan harta sedangkan
Engkau tidak memberikannya kepadaku. Padahal aku juga sangat menginginkannya.
Kalau bisa kenikmatan yang ada pada si Fulan itu diambil saja ya Rabb.
nikmat-nikmat Allah. Lalu ada yang bertanya : Siapakah yang memusuhi nikmat
nikmat Allah. Beliau menjawab : Yaitu orang orang yang dengki atas nikmat dan
karunia Allah yang diberikan kepada sebagian manusia.
hasad atau dengki bermakna tidak suka dengan ketetapan Allah dan seolah
olah memusuhi nikmat nikmat Allah yang diberikan kepada seseorang. Ini bisa
membahayakan kepada aqidah, ibadah, akhlak dan muamalah seseorang.




































