dipersalahkan. Tapi ketahuilah, sungguh celaan dan yang sejenisnya itu dari
manusia tidak akan membahayakan diri anda jika disikapi
dengan benar. Diantara cara menyikapi celaan adalah :
pada diri anda dan anda tahu yang mencela itu menginginkan kebaikan
bagi anda maka bersyukurlah kepada Allah dan berterima kasihlah kepada
sipencela itu.
memang merupakan sesuatu yang pantas dicela pada diri anda tapi si pencela
menyampaikan celaannya untuk menyakiti hati anda dan menjatuhkan
anda maka bersyukurlah kepada Allah. Berlapang dadalah menerima celaannya.
Bukannkah dia telah menyadarkan anda untuk suatu kekurangan anda tanpa biaya.
Dan anda bisa memperbaiki diri.
sekali tidak benar apa yang dicelakan itu maka bersyukurlah kepada Allah bahwa
anda tidak memiliki keburukan seperti yang dicelakan itu. Tidak perlu membenci
orang yang mencela itu, apalagi mencari cari aibnya untuk dilemparkan
kepadanya.
itu tapi bisa jadi anda memiliki aib yang semisal atau yang lebih besar lagi
dari yang dicelakan itu.
yang pantas dicela tapi pada satu saat anda melakukan perbuatan buruk yang bisa
mendatangkan celaan. Oleh karena itu berdoalah dan berlindunglah kepada Allah
agar tidak terjatuh kepada keburukan.
celaan manusia dan tidak akan mulia dengan pujian manusia. Kalaupun ada yang
hina karena celaan manusia dan mulia dengan pujian itu biasanya hanya bersifat sementara dan semu.
akramakum indallahi atqaakum, innallaha ‘aliimun khabiir”. Sungguh yang
paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Dan
sesungguhnya Allah Mahamengetahui dan Mahateliti. (Q.S al Hujurat 13).
memperbaiki diri dan bersabar dengan celaan manusia.




































![[Lirik+Terjemahan] AAA – Next Stage (Tahap Selanjutnya)](https://i0.wp.com/aopok.com/wp-content/uploads/2026/01/AAA-NextStage.jpg?fit=400%2C400&ssl=1)
