muslim mencintai dan melaksanakan kebenaran, baik dalam perkataan maupun
perbuatan.
Allah melalui RasulNya adalah bertujuan untuk menyelamatkan kehidupan manusia
di dunia dan di akhirat. Sungguh merupakan nikmat yang agung dari Allah jika
seseorang cinta kepada kebenaran sehingga dia selalu berusaha mencari dan
berdiri diatas kebenaran. Dia akan tegar diatas kebenaran meskipun orang lain
terkadang mencelanya, bahkan menghina ataupun memusuhinya.
manusia yang terhalang dari kebenaran. Terkadang kebenaran dilihatnya sebagai
suatu yang aneh, tidak masuk akal karena tidak sesuai dengan keinginannya atau
keinginan kelompoknya. Bahkan menurutnya kebenaran itu adalah apa yang dilakukan
banyak orang. Jika dia
melihat sesuatu dikerjakan atau
diamalkan orang banyak maka itulah kebenaran, katanya.
haqqu min rabbika, falaa takun minal
mumtariin” Kebenaran itu dari Rabbmu, maka janganlah engkau menjadi orang-orang
yang ragu. (Q.S Ali Imran 60)
orang banyak tetapi kebenaran adalah sesuatu yang disandarkan kepada apa yang diturunkan Allah
melalui Rasul-Nya.
“Wain tuthi’ aksyara man fil ardhi, yudhilluka ‘an sabilillah. In yattabi’una
illazh zhanna wain hum illa yakhrushuun.” Dan jika kamu mengikuti kebanyakan
orang di muka bumi niscaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan
(kebenaran) Allah. Mereka
hanyalah mengikuti sangkaan belaka. Dan mereka
hanyalah berkata bohong. (Q.S al An’am
116).
jangan tertipu dengan kebanyakan manusia. Kebenaran tidak ditentukan karena
banyak orang yang melakukannya. Akan tetapi kebenaran adalah syari’at yang
diturunkan Allah kepada Rasulullah
Salallahu ‘alaihi wa sallam.
untuk menerima kebenaran, diantaranya
adalah :
(manusia) menerima kebenaran banyak sekali. Diantaranya adalah kebodohan
terhadap kebenaran.
yang datang dari orang yang menyelisihi adalah karena sedikitnya pengetahuan
mereka terhadap apa yang datang dari Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa Sallam.
adalah belajar ilmu untuk menghilangkan kebodohan.
yang utama dalam menerima kebenaran. Orang yang sombong merasa dirinya
lebih sempurna dan lebih baik dari orang lain. Akibatnya dia tidak suka
menerima nasehat, meskipun itu suatu kebenaran.
yang sombong itu akan menolak kebenaran . Beliau bersabda : “Al kibru
batharul haqqi wa ghamdunnas” Kesombongan itu
adalah menolak kebenaran
dan merendahkan manusia. (H.R Imam Muslim).
akan membuat hati tertutup dan mati. Jika hati tertutup dan mati maka sangat
sulit menerima kebenaran.
menyebutkan 51 macam akibat buruk tersebab berbuat dosa dan maksiat. Satu
diantaranya kata beliau adalah : membutakan hati dan melemahkan akal.
Jika hati telah buta maka ia tidak dapat mengenal kebenaran.
dalil. Seorang muqallid akan mudah
terhalang dari kebenaran karena dia hanya mengikuti sesuatu yang dia dengar dan tidak mau tahu dalilnya. Perkataan
pimpinan kelompoknya, guru atau kiyainya lebih utama baginya daripada kebenaran
yang disampaikan oleh yang bukan orang panutannya.
merasa ridha ditipu akalnya. Sementara itu Imam Ibnu Badran mengatakan : Taqlid
menjauhkan (seseorang ) dari kebenaran dan melariskan kebatilan.
kebenaran.
kebenaran adalah meyakini bahwa orang atau kelompok yang sebenarnya menyimpang dianggap berada diatas
kebenaran.
yang menasehati tentang kebenaran
adalah salah dan bisa-bisa dianggap sebagai musuh.
Termasuk penghalang dalam menerima kebenaran adalah adanya
kekuatan atau pengaruh dari pihak lain.
Merasa tidak enak dengan orang lain
ataupun lingkungan. Dan yang lebih parah lagi adalah karena takut
kehilangan pergaulan, pangkat , jabatan
bahkan merasa takut kehilangan rizki.
Meskipun dia tahu bahwa itu suatu kebenaran tapi mereka tidak mau menerima
karena terhalang oleh takut dan segan
kepada seseorang, kelompok ataupun lingkungannya.
kebenaran, mengamalkan kebenaran dan membela kebenaran yang datang dari Allah
melalui Rasul-Nya.






































