kami dan mengakibatkan bagian bawah
tenda barak tersebut kebanjiran. Setelah cukup reda, kami sebagai senior saat
itu menyuruh para juniornya untuk membersihakan terpal yang menjadi alas tenda
barak.
mengelap terpal dengan harapan bisa nantinya bisa kering itu terpal. Usai
menyuruh maman pergi ke tempat seksi konsumsi, namun sebelum sampai ke sana.
Tiba tiba terdengar suara dari tempat junior aku itu yang sedang membersihkan
terpal.
aku bersama Rina sedang duduk dekat tumpukan tas-tas dekat tempat seksi
konsumsi. Dari suara yang cukup keras tersebut membuat maman naik pitam,
pasalanya suara bernada perintah tersebut dikiranya ditujukan untuk maman.
dengan bahasa minangnya hahaaa..
senior !!” ujarnya bernada marah.
dan Rina hanya tertawa-tawa saja melihat maman yang sedang emosi itu.
tante.
stek alahnyo yo ma senior !!” ujarnya persis seperti yang maman lontarkan.
anak-anak konsumsi buatkan kopi untuk juniora aku itu. Karena air panas belum
ada jadi tanpa berpikir panjang lagi aku langsung aja memberikan teh hangat
yang sedang aku pegang untuk dijadikan kopi.
putih berwarna jernih, namun kali ini berbeda. Aku ganti air putih tersebut
dengan air teh, kemudian Rina menuangkan kalo tidak salah tiga sendok makan
kopi ke dalam gelas yang berisi air teh tersebut.
garam sebagai pengganti gula dan hitung hitung pelajaran buat juniorku agar
berhati-hati dalam berucap dan bersikap kepada yang lebih tua, hahahaaa..
kopi itu sesendok demi sesendok. Setiap
sendokan garam yang telah bercampur dengan kopi aku cicipi hingga tiga kali
sendokan dan tiga kali pula aku menyicipi kopi buatan senior ini.
Maman dan memberikan kopi nin. Maman kemudian memanggil para juniornay dan
menyuruhnya baris tiga shaf.
ini buat kalian,“ ujarnya.
pedagang (atau dalam bahasa minangnya pemilik kadai) yang berada di dekat
Kampus III Univeristas Bung Hatta.
(Wahana Kreatifitas Mahasiswa Teknik Kimia) ke-12 yang diadakan oleh Himpunan
Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Universitas Bung Hatta di Sijunjung pada tanggal
15-18 November 2013.
melihat eksperesi orang-orang yang minum kopi ini dan hingga saat ini bila
berbicara Kopi Da’jeng ini pasti mereka yang tahu dan merasakannya enggan lagi
mencoba kenikmatan kopi yang cuman ada satu-satunya di dunia ini.








































