Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Explore

Menikmati Kesegaran Hutan Sylva dan Kehangatan Choipan

Jelajah by Jelajah
29.08.2011
Reading Time: 13 mins read
0
ADVERTISEMENT

Perjalanan saya kali ini benar benar menyenangkan, susah payah mencari satu tempat yang segar ditengah kota ini, Pontianak tidak punya hutan Kota. Tapi untunglah, saya bisa mengunjungi Hutan Silva Universitas Tanjungpura, salah satu hutan hujan tropis dengan berbagai macam plasma nutfah.
Udaranya masih terasa segar walaupun cuacanya kota Pontianak sangat Panas sore ini, sayapun mencoba memasuki beberapa jalan setapak yang saya temui dipinggiran hutan untuk melihat sedikit isi hutan ini, beberapa tumbuhan saya kenal, namun sebagian tidak. 
Beberapa kali saya menemui tanda tanda warna bekas penelitian mahasiswa. Akhirnya saya putuskan untuk mencari pengelola hutan ini. saya sempat mencoba bertanya dengan beberapa orang yang lalu lalang disini, kira-kira dimana saya dapat mencari informasi secara detail mengenai kawasan ini.

Akhirnya saya ditunjukkan satu tempat seperti padepokan, yang merupakan rumah induk sekaligus pusat informasi hutan ini, begitu masuk kedalam rumah ini saya langsung disuguhi maket hutan sylva ini, tidak lupa saya disambut oleh welly, yang kebetulan mengelola penggunaan hutan ini.

RELATED POSTS

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata


Perbincangan dengan welly sungguh membuat penasaran untuk berkeliling kawasan hutan sylva seluas 3,2 hektar ini, jika berbicara secara ilmiah, hutan ini diberi nama arboretum sylva, arboretum sendiri mempunyai arti sebagai tempat berbagai pohon ditanam dan dikembangbiakkan untuk tujuan penelitian atau pendidikan. Arboretum sylva untan merupakan kawasan pelestarian plasma nutfah Kalimantan Barat. Maksud pengelolaan arboretum ini adalah untuk pengoleksian, perlindungan dan pelestarian flora dan fauna Kalimantan Barat. Sedangkan tujuannya adalah sebagai tempat pengembangan keanekaragaman hayati, tempat pengembangan pendidikan, pengembangan hutan kota serta sarana rekreasi dan hiburan bagi masyarakat. Memang, sebelum dikelola secara baik kawasan arboretum merupakan areal percontohaan antara Departemen Perindustrian Dan Pertanian yang ditanami ubi dan jagung. Karena kurangnya pengelolaan terhadap kawasan tersebut, tanaman ubi dan jagung terbengkalai dan akhirnya ditumbuhi rumput dan alang-alang.

Rumah Induk yang ada ditengah hutan ini juga memiliki banyak fungsi, sebagai ruang pertemuan, sebagai perpustakaan juga memiliki tempat pengembangan anggrek serta argocenter sebagai pusat seluruh informasi mengenai arboretum. Selain itu, terdapat pula beberapa shelter untuk pengunjung yang ingin beristirahat atau bersantai menikmati alam. Di hutan ini juga banyak sekali terdapat jenis tanaman, seperti anggrek bawang, anggrek bulan, bintangor, agatis, meranti, kantong semar, anggrek tebu, kuping gajah, durian, pinang, kayu belian, dan masih banyak plasma nutfah lain. Setelah puas berjalan, saya menemukan tempat pembibitan tanaman menggunakan bibit tanaman yang ada dihutan ini. Saya juga sempat mengunjungi pojok pembibitan anggrek, disini saya menemukan berbagai jenis anggrek dari yang berukuran besar sampai berukuran mini.

Puas saya berjalan menyusuri hutan ini, saya harus berpamitan dengan pengelola, dan perjalanan citarasa akan saya lanjutkan kesalah satu sudut kota Pontianak, di jalan Tamar. Saya menemukan sebuah café, Café Glaen, salah satu tempat yang sangat khas dengan choi pan/chai kwee nya, salah satu makanan khas peranakan di Pontianak yang menggunakan kulit yang diisi dengan berbagai macam isian, untuk kulitnya sensiri menggunakan campuran tepung beras dan tapioca yang harus dicampur rata, diuleni dan dimasak terlebih dahulu hingga kalis, setelah itu baru ditiskan dan dicetak berbentuk lingkaran dan kemudian diisi dengan berbagai macam olahan, diantaranya daun kucai, bengkoang,rebung, kacang hijau dan talas, rasa yang paling mendominasi disini adalah bawang putih dan ebi alias udang kering yang dirajang kasar dan dicampur dalam isian.Gurih dan pasti nikmat. 

Setelah selesai diisi maka akan dilipat menjadi dua seperti bentuk kroket setelah itu dilanjutkan proses pengukusan, ditempatkan diwadah yang sudah dialasi daun pisang dan minyak sayur, dan dimasukkan kedalam wajan yang diisi air untuk mengukus kurang lebih 10-15 menit hingga kulit menjadi transparan, dipinggiran wajan biasanya ditambahkan kain agar uap air tidak keluar dan setelah itu diangkat dan disajikan dengan ditambahkan minyak bawang putih goreng


Menikmati Choipan atau chaikwee ini memang enak dengan saos cabe, biasanya saos cabe ini akan terasa pedas dan asam serta aroma bawang putih yang cukup menusuk hiding dan membekas dilidah, sebenarnya ada juga choipan yang digoreng, namun saying disini tidak menyediakannya.

Petualangan rasa saya masih berlanjut, saya mendapat suguhan dari empunya cafe, ini yang saya bilang tendangan special, semangkok es kacang merah menemani nikmatnya cai kwee saya siang ini, rasanya yang legit dan gurih melengkapi nikmatnya petualangan rasa saya. Lengkap sudah perjalanan saya. Minggu depan saya akan berpetualang lagi dengan sesuatu yang lebih menarik dan tentu saja Lezat!!

RESEP

Bahan
200
gram
tepung beras
25
gram
tepung sagu/tapioka
2½
sendok teh
garam
450
ml
air
3
buah
bengkuang ukuran sedang
3
sendok makan
udang ebi
6
sendok makan
minyak sayur
2
siung
bawang putih
½
sendok teh
lada bubuk


Cara Pengolahan
1.
Buat bahan kulit dengan
mencampurkan tepung beras, tepung sagu/tapioka, 3 sendok makan minyak sayur,
1/2 sendok teh garam dan air. Aduk rata sampai tidak menggumpal. Masak di
atas api sedang sambil diaduk terus sampai mengental, seperti adonan yang
kalis. Matikan api. Sisihkan dan biarkan adonan dingin.
2
Bersihkan, kupas, cuci bengkuang
lalu potong-potong seperti batang korek api. Sisihkan.
3
Udang ebi direndam air panas, lalu
dicincang kasar. Sisihkan.
4
Bersihkan, kupas, cuci, cincang
bawang putih sampai halus. Sisihkan.
5
Panaskan 3 sendok makan minyak
sayur, tumis bawang putih sampai harum. Sisihkan bawang putih separunhya.
Masukkan udang ebi dan bengkuang. Masak sampai agak layu.
6
Masukkan 2 sendok teh garam dan
lada. Aduk rata sampai bengkuang matang. Angkat dan sisihkan.
7
Ambil sedikit adonan kulit, lalu
dibuat seperti mangkuk yang tipis. Jika adonan masih lengket, bisa
ditambahkan tepung sagu/tapioka supaya tidak lengket. Setelah adonan sudah
berbentuk mangkuk lingkaran, masukkan 1 sendok makan bahan isi. Rekatkan
ujung lingkaran seperti membuat pastel. Taruh di loyang/pinggan tahan panas
yang sudah diolesi dengan minyak sayur.
8
Panaskan air di wajan kukusan
sampai mendidih, setelah itu kukus chai kue yang sudah dibentuk selama 10 –
15 menit. Angkat.
9
Sajikan chai kue dengan bawang
putih di atasnya.


















ADVERTISEMENT
Tags: Jalan-JalanPelesirTempat WisataTourTravelTravelingwisata
ShareTweetPin
Jelajah

Jelajah

Related Posts

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung
Explore

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

20.01.2026
Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya
Explore

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

17.01.2026
Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata
Explore

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

16.01.2026
Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet
Explore

Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet

15.01.2026
Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak
Explore

Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak

09.01.2026
Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung
Explore

Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung

04.01.2026
Next Post

Lokasi Kuliner di Pulau Bali

Sejarah dan Nilai-Nilai Filosofi Ketupat

Iklan

Recommended Stories

Menyembunyikan Amalan Itu Lebih Utama (Agar Ikhlas)

Menyembunyikan Amalan Itu Lebih Utama (Agar Ikhlas)

10.08.2017

Sejarah Aceh (38): Sejarah Perjalanan Haji di Aceh, Wilayah Paling Dekat ke Mekkah; Sejarah Perjalanan Haji Era Hindia Belanda

02.01.2021

Resep Cara Membuat Ayam Bumbu Bali Enak Mudah

06.06.2014

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?