DERAJAT
laki, memiliki nilai yang sangat agung. Sangatlah banyak dalil yang menjelaskan
perkara ini. Diantaranya adalah akan dihapus dosa dan ditinggikan derajatnya
sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِىَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ
اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالأُخْرَى تَرْفَعُ
دَرَجَةً
berjalan menuju salah satu dari rumah Allah (yaitu masjid) untuk menunaikan
kewajiban yang telah Allah wajibkan, maka salah satu langkah kakinya akan
menghapuskan dosa dan langkah kaki lainnya akan meninggikan derajatnya. (H.R
Imam Muslim no. 666)
buat orang orang yang duduk (di masjid) menunggu shalat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda :
الصَّلاَةَ فِيْ صَلاَةٍ مَا لَمْ يُحْدِثْ تَدْعُوْ لَهُ الْمَلاَئِكَةُ
:اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اَللَّهُمَّ ارْحَمْهُ
menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci (dalam keadaan wudhu’),
melainkan para Malaikat akan mendoakannya : Ya Allah, ampunilah dia. Ya Allah,
sayangilah dia. (H.R Imam Muslim no. 469).
akan diperoleh orang orang beriman yang senantiasa berjalan ke masjid di setiap
waktu untuk melakukan shalat berjamaah.
negeri kita yang warga muslimnya terbesar ternyata masjid masjid masih sepi
dari shalat berjamaah. Diantara penyebab keadaan ini adalah :
belum mengetahui kewajiban shalat berjamaah di masjid bagi laki laki. Dalam satu hadits
disebutkan :
كما رايتموني اصلى
(kalian) sebagaimana kalian melihat aku shalat (H.R Imam Bukhari)
hadits ini diketahui bahwa Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam memerintahkan umatnya shalat di masjid karena
beliau bersama sahabat selalu shalat berjamaah di masjid.
berjamaah di masjid. Diantara keutamaannya adalah sebagaimana disebutkan pada
hadits hadits diatas.
فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ
السَّعِيرِ
perlakukanlah dia sebagai musuh karena sesungguhnya syaithan itu hanya mengajak
golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala nyala. (Q.S Fathir
6)
كَثِيرًا أَفَلَمْ تَكُونُوا۟ تَعْقِلُونَ
sebagian besar diantara kamu. Maka apakah kamu tidak mengerti ? (Q.S Yaasin
62).
nafsu yang cenderung kepada keburukan. Allah Ta’ala berfirman :
النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي
غَفُورٌ رَحِيمٌ
diriku bebas (dari kesalahan) karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong
kepada kejahatan kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Rabb-ku. Sesungguhnya
Rabb-ku Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Q.S Yusuf 53).
Wallahu A’lam. (1.726)






































