Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Religi

Andai Agama dengan Akal Semata

Aopok by Aopok
21.03.2015
Reading Time: 6 mins read
0
Andai Agama dengan Akal Semata
ADVERTISEMENT
akal menurut syariat

Terkadang dalam cuaca dingin yang ekstrem atau suasana perjalanan jauh, kita merasa berat untuk
melepas khuf (sepatu tipis terbuat dari kulit sebagai pelapis sepatu/kaos kaki atau semisalnya). Islam sebagai ajaran yang luhur lantas memberikan kemudahan. Cukup diusap bagian atasnya sebagai penggaknti cuci kaki ketika berwudhu. Mudah sekali, bukan?

RELATED POSTS

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Amalan Menjelang Bulan Syakban: Persiapan Menuju Ramadan

Akan tetapi, kenapa bagian atasnya yang diusap? Kenapa bukan bagian bawah khuf yang diusap? Bukankah bagian bawah adalah bagian yang kotor, bukan bagian atas?

Pertanyaan seperti di atas pernah juga muncul di masa Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Al Imam Abu Dawud (no 162) meriwayatkan sebuah hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaih wasallam mengenai hal ini. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu mengatakan:

โ€œAndai agama dengan akal, tentu bagian bawah khuf lebih pantas untuk diusap dibanding bagian atasnya. Akan tetapi, sungguh aku pernah melihat Rasulullahย shallallahu ‘alaih wasallamย ย mengusapย bagian atas kedua khufย beliau.โ€

Andai agama dengan akal? Namun Islam membimbing kita untuk tidak menjadikan akal sebagai sumber hukum. Tidak memosisikan akal sebagai alat penentu baik buruk, benar atau salah. Islam mengharuskan kita untuk menjadikan Al Qurโ€™an dan Sunnah Rasulullah sebagai sumber hukum.

Lihat dan resapilah katakata Ali bin Abi Thalib di atas! Akal mesti dipinggirkan dan dibuang jauh-jauh jika telah berada di hadapan dalil. Bagaimana mungkin akal didahulukan, sementara Rasulullah melakukan sesuatu yang berbeda dengan akal? Salahkah dalil? Bukan! Akal lah yang salah! Mengapa akal yang patut disalahkan? Karena tidak semua hal dapat dijangkau oleh akal.

ADVERTISEMENT

Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad (Syarah Sunan Abi Dawud) menyatakan,

โ€œUcapan ini adalah atsar (ucapan shahabat) yang agung. Atsar yang menunjukkan sikap ittibaโ€™ (mengikuti Sunnah Nabi). Atsar ini membimbing kita untuk mengikuti Sunnah dan tidak menjadikan akal sebagai sumber hukum.โ€

“Seorang muslim tidak boleh memberi celah kepada akal untuk menentang hukum-hukum syarโ€™i. Akan tetapi, kewajiban seorang muslim adalah mencurigai akalnya dan mengikuti dalil naqli. Bukanย sebaliknya, menjadikan akal sebagai sumber hukum dan mencurigai dalil naqli.โ€ย 

Apakah masih tersisa keraguan? Apakah masih ingin mempertanyakan hukum-hukum syariโ€™at? Apakah masih belum yakin bila hukum-hukum Islam yang bersumber dari Al Qurโ€™an dan As Sunnah mutlak bersifat benar? Curigailah akal kalian, bukannya mencurigai agama!

Umar bin Khaththab dan Hajar Aswadย 

Pembaca Tashfiyah tentu pernah mendengar atau membaca kisah Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu mencium Hajar Aswad. Sebagai salah satu bentuk manasik haji, mencium Hajar Aswad dianjurkan bagi yang mampu melakukannya tanpa harus berdesak-desakan.

Nah, ketika itu Umar bin Khaththab berkesempatan untuk mencium Hajar Aswad. Apa yang beliau ucapkan saat itu?

โ€Sesungguhnya, aku mengetahui jika engkau hanyalah sebongkah batu, tidak dapat memberikan madharat atau manfaat. Kalau bukan karena aku pernah melihat Nabi shallallahu ‘alahi wasallam menciummu, tidak akan aku menciummu.โ€ [H.R. Al Bukhari dan Muslim]

Cerita dari Umar ini menunjukkan akan kesempurnaan sikap tunduk dan taat kepada Allah dan
Rasul-Nya. Hikmah dibalik itu semua jelas atau tidak, yang terpenting adalah mengikuti Sunnah Rasulullah. Pelaksanaan ibadah tidak hanya terbatas pada ibadah yang dipahami hikmahnya. Sebab ilmu dan akal manusia sangatlah terbatas.

Al Imam An Nawawi (Syarah Shahih Muslim) menjelaskan bahwa Umar mncium hajar aswad lalu mengucapkan katakata di atas sebagai bentuk motivasi kepada umat agar mengikuti dan meneladani
Rasulullah.

Al Imam At Thabari berkata,
โ€Tujuan Umar mengucapkan kata-kata tersebut karena saat itu ada orang-orang yang baru saja meninggalkan peribadatan patung, maka Umar khawatir jika ada orang jahil yang menyangka amalan mengusap Hajar Aswad termasuk bentuk mengagungkan batu, sebagaimana orang-orang Arab melakukannya di masa jahiliyah.โ€

Beliau melanjutkan, โ€œUmar ingin mengajarkan kepada umat bahwa mengusap Hajar Aswad
adalah sikap mencontoh Nabi , bukan karena Hajar Aswad dapat memberikan madharat atau manfaat secara dzatnya, seperti orang-orang jahiliyah meyakininya terhadap berhala.โ€

Al Hafizh Ibnu Hajar menjelaskan,

โ€Pernyataan Umar ini menunjukkan sikap tasliim (menerima sepenuh hati) kepada penetap syariโ€™at dalam masalah agama dan mengikuti dengan baik di dalam hal yang tidak diketahui maknanya. Kaidah ini adalah kaidah penting di dalam meneladani perbuatan Rasulullah, meskipun hikmahnya tidak diketahui.โ€

Sikap Umar yang amat mengagungkan Sunnah Rasulullah adalah sikap seluruh sahabat tanpa
terkecuali. Tidak ada seorang pun di antara shahabat yang mempertanyakan perintah Nabi atau wahyu dari langit. Tanpa ragu tanpa maju mundur, mereka bersegera menyambut seruan dari Allah dan Rasul-Nya. Inilah sikap seorang muslim.

Tunduklah Kepada Wahyu!ย 

Kira-kira enam belas atau tujuh belas bulan lamanya Rasulullah dan para shahabat shalat dengan menghadap Baitul Maqdis sebagai kiblat. Selama itu Rasulullah sering menghadapkan wajah ke arah
langit, berharap arah kiblat diubah. Beliau menginginkan Kaโ€™bah sebagai kiblat kaum muslimin.

Lalu Allah menurunkan firman-Nya:
โ€œSungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan
memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Rabb-nya; dan Allah sekali-kali tidak lengah terhadap apa
yang mereka kerjakan.โ€ [Q.S. Al Baqarah :144]

Sejak ayat ini diturunkan, kiblat kaum muslimin telah resmi diubah ke arah Kaโ€™bah. Apakah perubahan semacam ini bisa diterima oleh masyarakat Madinah secara umum ketika itu? Saat itu kaum muslimin masih hidup bersama dengan kaum kafir dan munafikin di kota Madinah?
Bagaimana sikap mereka?

Kaum musyrikin mengira,โ€Muhammad sudah kembali menghadap ke kiblat kita. Mungkin sebentar lagi ia akan kembali ke agama kita.โ€ Sementara kaum Yahudi menyatakan, โ€œMuhammad telah
menyelisihi kiblat para Nabi sebelumnya. Kalaulah benar Muhammad seorang Nabi, pasti ia akan menghadap ke kiblatnya para Nabi.โ€

Adapun kaum munafikin dengan nada ejekan menyebarkan isu, โ€œMuhammad bingung harus
menghadap kemana. Kalau kiblat pertama benar, maka ia telah meninggalkan kebenaran. Jika
kiblat kedua yang benar, berarti sebelumnya ia berada di atas kebatilan.โ€

Kaum muslimin? Kaum beriman yang berkeyakinan bahwa semua aturan itu datangnya dari Allah.
Dia-lah yang berhak menentukan aturan, mereka dengan tegas menyatakan sikap, โ€œSamiโ€™naa wa athaโ€™naa.โ€ sebagaimana Allah gambarkan dalam surah Ali Imran ayat ke tujuh.

Apakah Mereka Meragukan Hal Ini?

Banyak hal telah diragukan bahkan didustakan oleh para pemuja akal. Peristiwa-peristiwa
gaib adalah yang paling sering menjadi obyek mereka. Adzab kubur atau nikmatnya. Peristiwa-peristiwa besar di hari kiamat kelak pun dipertanyakan oleh mereka.

Bagaimana mungkin kubur seorang mukmin dibuat lapang sejauh mata memandang? Bagaimana
bisa kulit, tangan, kaki dan anggota tubuh manusia bisa berbicara? Apa manfaatnya surga dan neraka yang telah diciptakan saat ini, sementara manusia belum dibangkitkan?

Pertanyaan-pertanyaan semacam ini sering menggelayuti benak seorang muslim yang belum mencapai derajat istislam kaamil (menerima sepenuh diri). Akal kita tidak dapat menjangkau yang seperti itu. Apalagi jika berbicara tentang takdir atau sifat-sifat Allah, sekian banyak orang tersesat karenanya. Kenapa? Ia mendahulukan akalnya daripada menerima sepenuh diri. Bukankah Allah
maha berbuat sesuai kehendak-Nya? Bukankah Allah yang berhak mengatur dan menentukan?Bukankah Allah Maha Mampu untuk melakukan apa saja? Innahu โ€˜ala kulli syaiโ€™in qadir.

Suatu ketika seseorang bertanya kepada Rasulullah. Katanya, โ€œWahai Rasulullah, bagaimana bisa orang kafir kelak pada hari kiamat dibangkitkan dengan kepala berada di bawah (posisi terbalik)?โ€
Dan inilah jawaban Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (hadits Anas bin Malik riwayat Al Bukhari dan Muslim)

โ€œBukankah Dzat yang telah membuatnya berjalan dengan dua kaki saat di dunia juga mampuย membuatnya berjalan dengan kepala pada hari kiamat kelak?โ€

Subhanallah!
Sabda Rasulullah di atas adalah penawar segala tanya. Benar! Allah maha mampu untuk melakukan apa saja yang Dia kehendaki. Tidak ada yang sulit bagi-Nya. Maka akidah dan keyakinan kita,
sebagai umat Islam, seperti yang dikatakan oleh Al Imam Qatadah (seorang perawi hadits di atas)

ุจูŽู„ูŽู‰ุŒ ูˆูŽุนูุฒู‘ูŽุฉู ุฑูŽุจู‘ูู†ูŽุง
โ€œBenar! Allah maha mampu, demi kemuliaan Rabb kita!โ€

Seperti Inilah Menghadapi Kaum Pemuja Akalย 

Pembaca Tashfiyah, barakallahu fik.
Barangkali pembaca pernah menemui atau akan menemui
orang-orang semacam itu. Lantas bagaimanakah cara menghadapinya? Adakah langkah singkat
dan โ€œmenggigitโ€ untuk menaklukkan para pemuja akal?

Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, seribu tahun lebih yang lalu telah menerangkan kepada
kita tentang cara menghadapi mereka. Inilah jurus ampuh dari Umar bin Khaththab!

โ€œWaspadalah kalian dari para pemuja akal! Sungguh, mereka adalah musuh-musuh Sunnah. Mereka dibuat tidak mampu oleh hadits-hadits Nabi sehingga tidak mampu menghafalnya. Akhirnya merekaย pun berpendapat berdasarkan akal. Sehingga mereka tersesat dan menyesatkan.โ€

Jelas sekali, bukan? Untuk menghadapi para pemuja akal, cukup bacakan saja hadits-hadits
Rasulullah. Sabda-sabda beliau yang telah termaktub di dalam karya-karya hadits adalah jurus
jitu untuk menaklukkan mereka.

Kalau begitu apa kesimpulannya? Belajar dan belajar. Pelajari hadits-hadits Nabi Muhammad dan hafalkan.Barangkali hari ini manfaatnya belum terasa. Namun yakinlah, suatu saat nanti hasil dari belajar Islam berdasarkan Al Qurโ€™an dan As Sunnah akan pembaca Tashfiyah rasakan manisnya.

Semangat belajar! Semangat thalabul ilmi! Agar tidak termakan oleh akal rancu atau menjadi korban para pemuja akal. Ya Allah curahkanlah istiqamah untuk kami hingga akhir hayat. Allahumma amin
[Al Ustadz Abu Nasim Mukhtar bin Rifai]

Di sadur dari Majalah Tashfiyah Edisi 34, 2014

Tags: Agama IslamDakwahIlmuPengetahuanWawasan
ShareTweetPin
Aopok

Aopok

Related Posts

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta
Religi

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi
Religi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Amalan Menjelang Bulan Syakban: Persiapan Menuju Ramadan
Religi

Amalan Menjelang Bulan Syakban: Persiapan Menuju Ramadan

13.01.2026
Puasa Ramadan 2026 โ€” Tanggal & Niat Qadha yang Wajib Diketahui Umat Muslim
Religi

Puasa Ramadan 2026 โ€” Tanggal & Niat Qadha yang Wajib Diketahui Umat Muslim

09.01.2026
Hadiah Pahala – Fatwa al-`Asqalani
Religi

Hadiah Pahala – Fatwa al-`Asqalani

15.06.2025
Mahasiswa UI Gelar Konvoi Solidaritas untuk Palestina, Tolak Penjajah Zionis Israel
Religi

Mahasiswa UI Gelar Konvoi Solidaritas untuk Palestina, Tolak Penjajah Zionis Israel

13.06.2025
Next Post
Mengusap Khuf, Syariat yang Kian di Tinggalkan

Mengusap Khuf, Syariat yang Kian di Tinggalkan

Kumpulan beberapa ilustrasi (dan foto) zaman dulu tentang Nusantara (7)

#Kuliner : Angkringan Sop Mas Ian

Iklan

Recommended Stories

KEWAJIBAN MENYELISIHI SIFAT MUNAFIK

09.02.2017
Triad

Kebijakan Luar Negeri yang Membawa umat manusia keluar dari kegelapan Kekufuran menuju cahaya Islam

12.12.2011
Perbedaan Antara Ulama Ahli Hadits dan Ahli Fikih

Pantai Solop, Wisata Tersembunyi di Indragiri Hilir

31.12.2015

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE ยป

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?