Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Religi

Sejarah Dinasti Fatimiyah: Asal-Usul dan Perkembangannya

Keimanan by Keimanan
28.04.2011
Reading Time: 6 mins read
0
ADVERTISEMENT

A. Pendahuluan – Sejarah Dinasti Fatimiyah

Fatimiyah merupakan Dinasti Syi’ah Isma’iliyah yang pendirinya adalah Ubaidillah al-Mahdi yang datang dari Syiria ke Afrika Utara yang menisbahkan nasabnya sampai ke Fatimah, putri Rasulullah dan isteri Khalifah keempat Ali bin Abi Thalib. Karena itu dinamakan Dinasti Fatimiyah (Hoeve, 1994: 8). Namun kalangan Sunni (Ahlusunnah Wal Jamaah) menyebutnya dengan Ubaidiyun.

RELATED POSTS

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Amalan Menjelang Bulan Syakban: Persiapan Menuju Ramadan

Puasa Ramadan 2026 — Tanggal & Niat Qadha yang Wajib Diketahui Umat Muslim

Konsep yang digunakan oleh kerajaan ini adalah Syi’ah radikal Isma’iliyah dengan doktrin- doktrinnya yang berdimensi politik, agama, filsafat, dan sosial. Serta para pengikutnya mengharapkan kemunculan al–Mahdi.

Ubaidillah dengan dukungan kaum Barbar, pertama dapat mengalahkan gubernur-gubernur Aghlabiyah di Ifriqia, Rustinia Khoriji di Tahar dan menjadikan Idrisiyah Fez sebagai bawahannya, saat pemerintah pertama kali ialah di al-Mahdiyah sekitar Qairawan yang kemudian Dinasti Fatimiyah mengembangkan sayapnya ke daerah sekitarnya serta menduduki Mesir yang kemudian mendirikan kota baru yang diberi nama Kairo (al-Qohirah “yang berjaya”) atas prakarsa jenderal Jauhar Atsaqoli (Mufrodi,1997: 116).

Dalam bersaing dengan pemerintahan Abbasiyah, Fatimiyah memindahkan ibukotanya dari al-Mahdi ke Kairo. Dan Juga memberi gelar kepada Khalifah-Khalifah Fatimiyah sebagai Khalifah sejati.

 Begitu juga dia menyebarkan dai-dainya keluar Mesir yang mereka itu lulusan dari Universitas al-Azhar. Pada masa pemerintahan Fatimiyah timbul perang Salib dan muncul gerakan-gerakan Syi’ah yang ekstrim yang disebut Druze yang dipimpin oleh Darazi (Bosworth, 1993: 71).

ADVERTISEMENT

B. Kondisi Politik dan Pemerintahan Masa Dinasti Fatimiyah

Fathimiyyah adalah Dinasti syi’ah yang dipimpin oleh 14 Khalifah atau imam di Afrika dan Mesir sejak tahun 909–1171 M, selama lebih kurang 262 tahun. Para kahlifah tersebut adalah :

1. ‘Ubaidillah al Mahdi

2. Al–Qa’im (924-946 M)

3. Al–Manshur (946-953 M)

4. Al–Mu’izz (953-975 M)

5. Al–‘Aziz (975-996 M)

6. Al–Hakim (996-1021 M)

7. Azh–Zhahir (1021-1036 M)

8. Al–Musthansir (1036-1094 M)

9. Al Musta’li (1094-1101 M) (909-924 M)

10. Al–Amir (1101-1131 M)

11. Al–Hafizh (1131-1149 M)

12. Azh–Zhafir (1149-1154 M)

13. Al–Faiz (1154-1160 M)

14. Al–‘Adhid (1160–1171 M)

Namun sejak tahun 1131 M, merupakan masa peralihan pemerintahan dari “Khalifah” ke “wali”. Hal ini terjadi ketika Dinasti Fatimiyah diperintah oleh al–Hafizh (sebagai wali bukan sebagai Khalifah).

Pada tahun 1094 M, setelah al-Muntasir wafat, terjadi perpecahan dalam gerakan ma’iliyah, yaitu kelompok Nizar yang sangat ekstrim dan Musta’ali yang lebih moderat. Dia mempertahankan kekhalifahan, namun basis kespiritualan lebih banyak melemah.

Sejarah Awal Berdirinya

Berdirinya Dinasti ini bermula menjelang abad ke-X, ketika kekuasaan Bani Abbasiyah di Baghdad mulai melemah dan wilayah kekuasaannya yang luas tidak terkoordinir lagi. Kondisi seperti inilah yang telah membuka peluang bagi munculnya Dinasti-Dinasti kecil di daerah-daerah, terutama di daerah yang Gubernur dan sultannya memiliki tentara sendiri. Kondisi ini telah menyulut pemberontakan-pemberontakan dari kelompok-kelompok yang selama ini merasa tertindas serta memberi kesempatan bagi kelompok Syi’ah, Khawarij, dan kaum Mawali untuk melakukan kegiatan politik.

Dinasti Fathimiyah bukan hanya sebuah wilayah gubernuran yang independen, melainkan juga merupakan sebuah rezim revolusioner yang mengklaim otoritas universal. Mereka mendeklarasikan adanya konsep imamah yakni para pemimpin dari keturunan Ali yang mengharuskan sebuah redefinisi mengenai pergantian sejarah Imam atau mengenai siklus eskatologis sejarah.

Dinasti Fathimiyah berkuasa mulai (909–1173 M) atau kurang lebih 3 Abad lamanya. Dinasti ini mengaku keturunan Nabi Muhammad melalui jalur Fatimah az-Zahro. Kelompok Syi’ah berpendapat bahwa Ismail bin Ja’far as-Sadiq yang wafat (765 M), bukannya Musa saudaranya Ismail, yang berperan sebagai imam ketujuh menggantikan ayah mereka (imam Ja’far). Berdasarkan kepemimpinan Ismail inilah sebuah gerakan politik keagamaan Ad da’wah Fatimiyah diorganisir. Gerakan ini berhasil merealisir pertama kali pembentukan pemerintahan Syi’i yang eksklusif. Sedangkan kebanyakan kaum sunni yang mengatakan bahwa Dinasti Fatimiyah adalah keturunan dari Ubaidillah al- Mahdi, disebut Dinasti Ubaydiun (Khalifah I Dinasti Fatimiyah) dan berasal dari Yahudi.

Gerakan Syi’ah Fatimiyah ini membuktikan pada Dunia, bahwa potensi doktrin mesianik dan sentralistik. Walaupun Syi’ah menganggap Ismail sebagai Imam mereka, tetapi Isma’il tidak berperan secara independen, karena ia mati muda, bahkan sebelum ayahnya (Imam Ja’far). Kondisi inipun tidak menghalangi perkembangan doktrin Ismaili, dengan dominasi dari bani Abbasiyah, karena dua golongan ini merasa bersaudara. Ini berangkat dari Umul Fadhl pernah menyusui Husain anak Fatimah dan Ali, ketika ia melahirkan Dotham. Jadi menurut mereka bani Abbasiyah dan Syi’ah Fatimiyah merupakan saudara sesusuan.

Keberhasilan menancapkan doktrin Ismaili, dalam perkembangannya mampu memberi perlindungan imam-imam mereka di Salamiyah, Siria dan telah memudahkan pengorganisasian dakwah Fatimiyah. Meskipun dakwah Fatimiyah ini dimulai sejak dini, namun baru pada masa Abu Ubaidillah Husein, generasi keempat setelah Ismaili, baru mulai berkembang pesat. Doktrin dakwah populer yang disebarkan pada saat itu ialah berhaknya anak Ubaidillah atas posisi penyelamat (al-Mahdi). Doktrin ini menggunakan sistem jaringan para agen (du’ah jamak dari da’i), sehingga sangat efektif dan terorganisir secara rapi.

Ubaidillah yang memimpin dakwahnya dari Salamiyah dan Siria ke Afrika Utara, dimana propaganda Syi’ah telah berkembang dengan pesat. Ia memimpin dakwahnya dengan memenangkan dukungan luas dari daerah-daerah yang kurang diperhatikan oleh Kholifah Abbasiyah. Lewat da’i seperti Ali bin Fadl al-Yamani dan Ibnu al-Hawsyab al-Kufy, Yaman, termasuk ibu kotanya, dapat direbut.

Dengan dikuasainya Yaman, ia dapat menyebarkan para da’i ke berbagai daerah, termasuk Afrika Utara, belahan timur antara Arabia dan India. Juga Afrika Barat dengan da’i Abu Abdullah asy-Syi’i. Yang mengemukakan konsep akan datangnya Imam Mahdi , dari keturunan Nabi. Para da’i tersebut akhirnya berhasil menjadikan kaum Barbar sebagai pendukung kepemimpinan Ubaidillah al-Mahdi. Selanjutnya, atas dukungan besar inilah, asy-Syi’i berhasil menduduki Roaqadah, pusat pemerintahan Dinasti Aghlabiyah. Akhirnya al-Mahdi yang baru menggantikan ayahnya, datang ke Tunis untuk dinobatkan sebagai Khalifah (909 M).

Karena tidak menguasai daerah kekuasaannya, maka ia banyak menggantungkan pada da’i, seperti asy-Syi’i. Namun karena yang disebut belakangan rupanya banyak memberikan harapan dan konsesi terhadap penduduk lokal, maka ia dianggap kurang memenuhi program al-Mahdi yang luas. Kemudian al-Mahdi membersihkan figur-figur yang dicurigai, termasuk asy-Syi’i. Dalam masa pemerintahannya, untuk memperluas kekuasaannya, yang bermaksud memberikan kompensasi pada kaum Barbar, ia mengadakan ekspedisi wilayah laut tengah, seperti; Genoa, Sisilia, Mesir.

Keberhasilan pemerintahan Fatimiyah ini ditandai dengan pindahnya pusat pemerintahan ke Kairo.

Hampir seluruh daerah Afrika Utara bagian Barat dapat dikuasai Fatimi, terutama setelah menaklukan wilayah Maghrib yang dipimpin Jawhar asy-Siqilli (969 M) dan menaklukkan Dinasti terakhir di Fusthath Ikhsyidiyyah. Disana juga mulai membangun ibu kota baru di Mesir, yaitu al-Qohirah (970 M) serta Masjid al-Azhar sebagai pusat pendidikan para da’i dan Khalifah al Muizz pindah ke ibu kota baru tahun (973 M).

Dinasti Fatimiyah ini akhirnya makin berkembang dalam berbagai aspek kehidupan, karena ditopang dengan kekuasaan yang luas dan mampu membangkitkan berbagai macam aksi yang bersifat wacanis (keilmuan), perdagangan, keagamaan, walaupun peralihan kekuasaan ke wilayah timur, berlahan-lahan melenyapkan kekuasaan mereka dibagian Barat. Terbukti, wakil mereka di Tunis, Bani Ziri (1041 M) menyatakan tak terikat dengan pemerintahan Fatimiyah.

Masa Kejayaan dan Kehancuran

Pada masa pemerintahan al-Mustanshir (1036-1094 M) Dinasti Fatimiyah mencapai puncak kekuasaannya setelah terlibat konflik dengan Yunani tentang masalah Suriah. Para Khalifah Fatimi umumnya membina hubungan damai dengan Byizantium, kemudian bersatu karena ancaman-ancaman para Petualang Seljuk dan Trukmen di Suriah dan Anatholia pada abad II.

Tetapi pada akhir abad 11 terjadi aksi perang Salib I yang mengancam penguasa-penguasa Turki Suriah. Para Khalifah Fatimiyah, pada pertengahan abad 12 bekerja sama dengan Dinasti Zangiyyah; Nuruddin dari Aleppo dan Damasqus untuk melawan tentara Salib (The Crusaders II).

Setelah Ascalon jatuh ke tangan tentara Salib, Dinasti Fatimiyah mulai terpecah-belah. Para Khalifah kehilangan kekuasaan dan para Wazirnya (Gubernur) memegang kepemimpinan ekskutif dan militer.

Dari sini Dinasti Fatimiyah di akhiri oleh serangan Sahadin (Shalahudin), keponakan yang cakap sebagai pengganti Syirkuh yang menguasai Mesir (1173 M) di bawah pemerintahan Nuruddin putra Zangi dari Dinasti Ayyubiyah.

Sekitar tahun 1171 M, Dinasti Fatimiyah ini berakhir. Dinasti ini banyak mencapai kemajuan peradaban dan peningkatan ekonomi dan penyebab kemunduran dan kehancuran Fatimiyah disebabkan karena perpecahan di antara para khalifahnya (Glasse,1996:43).

C. Kemajuan-Kemajuan Dinasti Fatimiyah

Selama kurun waktu 262 tahun, Fatimiyah telah mencapai kemajuan yang pesat terutama pada masa Al-Muiz, Al-Aziz dan Al-hakim. Kemajuan-kemajuan itu mencakup berbagai bidang, yaitu :

  • Kemajuan dalam hubungan perdagangan dengan Dunia non Islam, termasuk India dan negeri-negeri Mediteramia yang KRISTEN.
  • Kemajuan di bidang seni, dapat dilihat pada sejumlah dekorasi dan arsitektur istana.
  • Dalam bidang pengetahuan dengan dibangunnya Universitas Al–Azhar.
  • Di bidang ekonomi, baik sektor pertanian, perdagangan maupun industri.
  • Di bidang keamanan.

D. Kemunduran Dinasti Fatimiyah

Sesudah berakhirnya masa pemerintahan Al-Aziz, pamor Dinasti Fatimiyyah mulai menurun. Kalaupun pada masa al-Munthasir sempat mengalami kejayaan, itu tidaklah seperti apa yang telah dicapai oleh al-Aziz.

Adapun faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran Dinasti Fathimiyah adalah :

a. Para penguasa yang selalu tenggelam dalam kehidupan yang mewah.
b. Adanya pemaksaan ideologi Syi’ah kepada masyarakat yang mayoritas Sunni.
c. Terjadinya persaingan perebutan wazir.
d. Kondisi al-‘Adhid (dalam keadaan sakit) yang dimanfaatkan oleh Nur ad-Din.

Dalam kondisi khilafah yang sedang lemah, konflik kepentingan yang berkepanjangan diantara pejabat dan militer. Merasa tidak sanggup, akhirnya al-Zafir meminta bantuan kepada Nur al-Din dengan pasukan yang dipimpin oleh Salah al-Din Al-Ayyubi. Mula-mula ia berhasil membendung invasi tentara Salib ke Mesir. Akan tetapi kedatangan Salahuddin untuk yang kedua kalinya tidak hanya memerangi pasukan Salib, tetapi untuk menguasai Mesir.

Dengan dikalahkannya tentara Salib sekaligus dikuasainya Mesir, maka berakhirlah riwayat Dinasti Fatimiyah di Mesir pada tahun 1171 M yang telah bertahan selama 262 tahun.

E. Peninggalan Bersejarah Dinasti Fatimiyah

Di antara peninggalan Dinasti Fatimiyah, ada dua bangunan yang amat bersejarah dan keberadaannya hingga kini masih bisa dirasakan, bahkan mengalami perkembangan pesat. Peninggalan-peninggalan itu adalah :

a. Universitas Al–Azhar yang semula adalah masjid sebagai pusat kajian. Masjid ini didirikan oleh al-Saqili pada tanggal 17 Ramadlan (970 M). Nama Al–Azhar diambil dari al-Zahra, julukan Fatimah, putri Nabi SAW dan istri Ali bin Abi Thalib, imam pertama Syi’ah.

b. Dar al-Hikmah (Hall of Science), yang terinspirasi dari lembaga yang sama yang didirikan oleh al-Ma’mun di Baghdad.

(Sumber Tulisan: muhlis.files.wordpress.com)

Sejarah Islam Lengkap Online

Tags: Agama IslamDakwahIlmuInformasiIslamiMuslimWawasan Pengetahuan
ShareTweetPin
Keimanan

Keimanan

Related Posts

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi
Religi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Amalan Menjelang Bulan Syakban: Persiapan Menuju Ramadan
Religi

Amalan Menjelang Bulan Syakban: Persiapan Menuju Ramadan

13.01.2026
Puasa Ramadan 2026 — Tanggal & Niat Qadha yang Wajib Diketahui Umat Muslim
Religi

Puasa Ramadan 2026 — Tanggal & Niat Qadha yang Wajib Diketahui Umat Muslim

09.01.2026
Hadiah Pahala – Fatwa al-`Asqalani
Religi

Hadiah Pahala – Fatwa al-`Asqalani

15.06.2025
Mahasiswa UI Gelar Konvoi Solidaritas untuk Palestina, Tolak Penjajah Zionis Israel
Religi

Mahasiswa UI Gelar Konvoi Solidaritas untuk Palestina, Tolak Penjajah Zionis Israel

13.06.2025
Siapa Sajakah yang Berhak Menjadi Wali Nikah, Jika Ayah Mempelai Wanita Tidak Ada?
Religi

Siapa Sajakah yang Berhak Menjadi Wali Nikah, Jika Ayah Mempelai Wanita Tidak Ada?

13.06.2025
Next Post

Al-Azhar Adalah Asy`ari

Ma'rifat Kepada Qada` dan Qadar

Iklan

Recommended Stories

Gunuang Padang, Aktivasi Simpul Cipta Ruang Interaksi Berkelanjutan

Gunuang Padang, Aktivasi Simpul Cipta Ruang Interaksi Berkelanjutan

27.08.2025
Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kantor Bank Shinhan Indonesia di Tulungagung

Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kantor Bank Shinhan Indonesia di Tulungagung

01.05.2021
Batas Indonesia: Mengenal Batas Ujung ke Ujung Pulau Indonesia

Ikut Membangun Masjid Walau Dengan Selembar Baju

16.11.2021

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?