![]() |
| image by borgenproject |
GRIYABIOGREEN-Apa yang ada dibenak anak-anak kita ketika mereka mendengar hari kasih sayang atau bulan februari sebagai hari valentine?Tapi sadarkah kita para orangtua ,bahwa kasih sayang seperti apa yang ada dibenak mereka ?Pahamkah kita , bahwa ada beberapa kalangan anak muda telah merayakannya dengan aktivitas seks bebas ?Sebuah tren yang sangat merusak moral dan masa depan anak-anak kita.
Tragisnya,banyak orangtua yang tidak menyadari terhadap bahaya besar yang mengamcam anak-anak yang super canggih .Orangtua tidak sadar bahwa anak-anak dan remaja saat ini adalah generasi Z gen Z.Sejak lahir dan tumbuh besar mereka hidup dengan kemajuan teknologi canggih untuk melakukan hampir semua aktifitasnya.Mulai belajar ,bermain ,bersosialisasi,mengerjakan tugas,hingga aktifitas lainnya hampir selalu menggunakan perangkat teknologi.
Tak heran jika anak-anak kita sekarang memiliki cara berpikir ,bertindak dan bereaksi dengan sangat cepat dibanding dengan orangtuanya.Kemampuan mereka menggunakan teknologi pun jauh diatas kemampuan orangtuanya .Interaksi mereka lebih intens dengan gadget mengakibatkan mereka menyerap berbagai informasi yang belum layak untuk anak-anak seusianya.Salah satunya beberapa materi yang bermuatan pornografi,dan kekerasan melalui tv,handphone,game,dan juga situs internet.
Layaknya makan es cream ,jika seseorang anak merasa bahwa es krim itu lezat,esoknya akan mencoba lagi dan lagi.Semakin hari takaran es krim yang dikonsumsi,semakin banyak untuk memuaskan keinginannya.Hal sama.juga juga berlaku pada anak-anak yang mengakses tayangan yang bermuatan pornografi.Rasa penasaran dan keingintahuan mereka menyebabkan timbulnya adiksi untuk mengulangi lagi tayangan tersebut ,sehingga menimbulkan kecanduan.
Puncaknya ,anak akan mencontoh perilaku dan aktifitas seks yang ia dapat,karena menonton tayangan pornografi sudah tidak dapat memuaskan keinginan dan hasratnya,tanpa mengerti akan konsekuensinya yang dapat ditimbulkan.Banyak kasus yang terjadi pada anak dan kaum remaja yang melakukan aktifitas seks bersama dengan pacar ataupun teman-teman sekolahnya akibat didorong dengan rasa penasaran dan ketagihan.
Kecanduan pornografi merupakan penyakit yang merusak otak anak.Bagian yang dirusak oleh penyakit ini adalah Pre Frontal Cortex(PFC) yang letaknya berada diatas mata sebelah kanan.PFC merupakan pengendali semua impuls’-impuls syaraf otak. Bagian ini merupakan pusat pengendali emosi ,hawa nafsu juga membuat seseorang manusia memiliki kemampuan membuat perencanaan ,mengendalikan emosi dan kebijaksanaan dalam otak manusia.PFC ini yang membedakan antara manusia dengan hewan .Apa yang terjadi bila otak ini rusak ?Anak menjadi tidak bisa mengendalilan emosi,hawa nafsu serta perilaku mereka.
Kerusakan ini adalah sebuah konsekuensi yang tidak diketahui dan disadari oleh para orangtua hingga saat ini.Lalu bagaimana caranya agar orangtua dapat memberi bekal yang baik untuk menghindarkan anak-anak?
Anak perlu mendapatkan pengasuhan seksualitas yang benar ,sehat dan lurus.Orangtua wajib memberi pemahaman bahwa seksualitas sesungguhnya bukanlah berarti aktifitas seks ,tapi meliputi bagaimana seseorang berperilaku ,bersikap,memandang dirinya sendiri dan mampu menjalin interaksi yang baik orang-orang dilingkungannya,dengan cara :
– Meningkatkan komunikasi dengan anak.
– Menegakkan disiplin dengan kasih sayang.
– Mencermati pengaruh teman dan lingkungan sekolah.
– Mendiskusikan dampak negative-positif media,merencanakan dan memilih acara,ikut tetlihat saat anak sedang menonton sebuah tayangan tv.
– Mengetahui dan selalui memantau perkembangan anak-anak
– Membuat aturan bersama anak mengenai hal apa saja yang perlu disepakati bersama terkait aktifitas mereka .Misal berapa lama mereka boleh akses internet ,bermain,belajar.
– Proaktif dalam mengarahkan serta menjelaskan dan mendampingi anak.sehingga anak memiliki tempat bertanya.
– Memiliki keinginan untuk belajar untuk belajar mengenai perkembangan teknologi ,sehingga tahu informasi atau situs atau laman yang sering dikunjungi.
– Dan yang tidak kalah penting adalah selalu memberi pujian dan penghargaan terhadap setiap perbuatan positif anak sekecil apapun.Sehingga mereka memiliki self-esteem yang tinggi.
Dengan demikian orangtua diharapkan terus membangun kesadaran diri terhadap tanggung jawabnya dalam mengasuh dan melindungi anak-anak dari prilaku seks bebas .
Tips bila anak bertanya tentang seks ;
– Orangtua bersikap tenang ,karena bisa jadi anak bertanya sesuatu yang memang dia sendiri tidak mengetahui arti dan maksudnya.
– Jika belum tahu atau belum siap ,katakan bahwa kita belum tahu jawabnya dan akan mencari lebih lanjut.
– Jawablah secara logis dan benar dengan prinsip KISS yaitu Keep Information Short and Simple.
– Kunci penjelasan dengan nilai,norma agama agar anak tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan menurut nilai dan norma agama.
– Sesuaikan jawaban dengan usia anak.




















