
Namun, karena larangan bully pada MOS tahun ini, sepertinya disiplin para peserta didik baru mulai menurun. Untuk tambahan informasi, MOS sebenarnya menunjukkan kinerja sekolah dan anak didik untuk kedepannya. Aturan tanpa bully pun salah kaprah dalam penerapannya, para senior menjadi kurang tegas saat menindak anak didik baru yang melanggar aturan karena pertimbangan larangan dari pemerintah tersebut.
Sialnya, karena kurang tegasnya para senior, para anak didik baru pun dengan santainya melanggar aturan yang sudah tertera di buku MOS (seperti terlambat). Hingga akhirnya saat evaluasi, para senior yang ditugaskan sebagai panitia MOS pun terkena teguran keras dari para guru karena dinilai telah menurunkan kredibilitas sekolah yang sejak dulu minim pelanggaran.
Tanpa bully bukan berarti tidak tegas dalam menindak pelanggaran. Kasus diatas semua pihak baik senior maupun peserta didik baru sama-sama salah. Jangan salah menerjemahkan kondisi! Bully artinya tidak ada apa-apa tapi anda melakukan kekerasan (baik psikologis maupun fisik) terhadap orang lain. Tapi disiplin berarti anda melakukan semua sesuai dengan prosedur dan menindak orang yang melenceng dari aturan. Porsinya juga berbeda jika kekerasan maka identik dengan membabi buta sedangkan disiplin berlandaskan aturan yang berlaku.
Sekarang hanya tinggal satu yang kurang, yaitu bagaimana melaksanakan MOS sesuai dengan aturan. Hal ini tergantung bagaimana senior dan peserta didik baru bekerja sama. Ingat MOS mencerminkan kredibilitas sekolah anda.































