Anies Griya BioGreen

Tidak dapat dipungkiri,kecantikan adalah nilai estetika tertinggi yang sampai kapanpun akan dikejar oleh kaum perempuan.Seiring perkembangan jaman , berkembang pula teknologi kecantikan .Salah satunya adalah “setrika wajah “. Bagaimana dengan tingkat keamanannya dipandang dari ilmu kedokteran ?
Kulit berkerut merupakan salah satu alasan pasien berkeinginan mencari pertolongan dokter atau ahli kecantikan untuk melicinkannya kembali.Apalagi kalau kerutan muncul didaerah wajah . Sayangnya , tidak semua terapi wajah dinyatakan aman atau teruji secara klinis dalam dunia kedokteran. Kaum perempuan umumnya mengagungkan kecantikan sayangnya sering tidak didukung dengan informasi yang akurat . Akibatnya bisa jadi mereka memilih perawatan kecantikan yang tidak tepat secara medis.
Kerutan Pada Kulit
Ada dua proses penuaan yaitu penuaan alamiah dan penuaan dini . Keduanya sama – sama menyebabkan berkerut, tetapi penipisan kulit lebih jelas terlihat pada penuaan alami .Pàda penuaan alami , kerutan merata hampir seluruh tubuh.Berbeda dengan kerutan akibat penuaan dini, yang hanya terdapat pada daerah kulit yang sering terkena matahari.
Selain penuaan yang ditandai dengan keriput , penuaan juga akan diikuti dengan perubahan pada masing – masing lapisan kulit.Pada lapisan epidermis , penuaan ditandai dengan penipisan dan pergantian kulit yang lambat sehingga kulit tampak kusam.Pada lapisan dermis yang mengandung kolagen dan elastin akan mengalami perubahan struktur menjadi bentuk yang tidak kenyal dan elastik.Begitu juga dengan zat kimia yang terkandung dalam lapisan dermis yang disebut glikosaminoglikan yang bersifat menahan air akan mengalami penurunan dan berakibat kulit menjadi kering.Pembuluh darah juga menjadi berkurang sehingga nutrisi dan pertahanan suhu menjadi terganggu.
Manfaat Tidak Terbukti Secara Ilmiah
Nah, pada teknik pelicinan kulit dikatakan oleh Dr. Poppy sebenarnya tidak sempurna jika tidak diikuti dengan pengencangan . Banyak cara untuk memperbaiki penuaan kulit antara lain:
1.Menggunakan bahan kimiawi yang dapat diambil dari alam atau sintetik , yang bertujuan membangun lapisan – lapisan kulit yang rusak. Misalnya saja turunan vitamin A , asam glikolat , asam laktat, asam salisilat , triklor asetat, toksin botulinum(botox).Dapat juga mengisi kerutan dengan subtansi aman yang berfungsi mengisi kekosongan kulit , seperti dengan menyuntikan kolagen secara aman.
2.Menggunakan teknik fisika , cahaya laser , gelombang radio yang merangsang lapisan kulit memperbaiki diri.
Untuk teknik setrika wajah Dr.Poppy mengatakan sebenarnya teknik itu tidak populer didunia ilmu kedokteran khususnya kesehatan kulit.Artinya penelitian ilmiah yang dilakukan dikatogorikan tidak sahih.Mekanisme teknik setrika wajah yaitu memakai gelombang elektroda yang akan menghasilkan panas ( tentunya produsen sudah mengatur suhu yang dapat ditoleransi kulit manusia) dan respons kimia.Kemungkinan tujuannya adalah memasukkan subtansi pelembab ( yaitu semacam krim / jel pelembab yang digunakan / dioleskan pada logam setrika)lebih dalam dari sekedar mengoles dengan cara biasa.
Perlu diketahui , bila kulit diberi pelembab memang akan tampak lebih licin .Dengan sensasi panas hangat itu juga mengakibatkan pembuluh darah melebar sehingga terjadi pembengkakan ringan yang menolong tampilan kerut menjadi lebih licin , maka otomatis kulit menjadi halus dalam perabaan .Apakah setrika wajah mengakibatkan pembentukan lapisan kulit yang baru sehingga kulit menjadi kencang kembali?Masih menjadi pertanyaan yang belum bisa terjawab dengan ilmiah kedokteran.
ADVERTISEMENT



















