Anies-Griya BioGreen
![]() |
| image by dreamstime |
Otak adalah organ yang sangat vital.Segala macam fungsi tubuh diatur oleh otak.Bergerak , berpikir, bahkan tidur , ada dalam fungsi kontrol otak.Lalu bagaimana jika otak dihinggapi penyakit infeksi?
Ada dua penyakit infeksi yang sering mengenai otak , yakni ensenfalitis dan meningitis.Keduanya bisa menimbulkan dampak yang sangat parah hingga kecacatan , bahkan kematian.Sebelum terlambat , ada baiknya Anda mengenal keduanya dengan benar.
Waspada Ensefalitis dan Meningitis
Meningitis adalah radang membran pelindung selaput sistem saraf pusat.Penyakit ini dapat disebabkan oleh mikroorganisme, luka fisik , kanker , atau obatan tertentu .Penyebab terbanyak meningitis adalah kuman TBC, yang kedua bakterial Spreptokokus neumonia pada dewasa , Hemofilus influenza, dan bakteri gram negatif pada anak.
Meningitis adalah penyakit serius kàrena letaknya dekat otak dan tulang belakang , sehingga dan menyebabkan kerusakan kendali gerak , pikiran bahkan kematian.
Bila meningitis terjadi selaput pelindung , maka ensefalitis adalah peradangan akut di otak langsung yang disebabkan oleh infeksi virus .Terkadang ensefalitis juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau konplikasi dari penyakit lain atau seperti rabies atau sifilis.Penyakit parasit dan protozoa seperti toksoplasmatosis atau malaria , juga menyebabkan ensefalitis , pada orang yang sistem kekebalan tubuhnya kurang.Kerusakan otak terjadi karena otak terdorong terhadap tengkorak dan menyebabkan kematian.
Ensenfàlitis hampir selalu sering bersamaan dengan meningitis .Jadi biasanya diànogsanya adalah meningoensefalitis atau disebut infeksi otak saja.Penyakit ini adalah penyakit yang jarang terjadi, namun komplikasi kecacatan dan angka kematiannya masih tetap tinggi terutama bila ditemukan pada stadium lanjut.
Penyebab
Meningitis dan ensefalitis disebabkan oleh kuman yang masuk kedalam peredaran darah yang kemudian sampai ke otak , atau penyebaran kuman dari organ yang berlokasi disekitar otak.Kuman tersebut masuk kedalam darah melalui beberapa cara seperti trauma otak, apalagi kalau sampai terjadi kebocoran cairan otak , infeksi telinga , sampai abses gigi dan keadaan septikemia (perkembangan bakteri dalam darah).
Untuk mengetahui penyebab meningitis juga diperlukan cerita lengkap mengenai misalnya riwayat penyakit.Selain itu juga ditanyakan perjalanannya bagaimana , seperti riwayat naik haji atau pergi kedaerah afrika .Berikutnya dicari tahu juga adakah penurunan kekebalan tubuh misalnya infeksi HIV.
Gejala
Gejala yang paling banyak dikeluhkan adalah sakit kepala .Banyak pasien yang terlambat datang karena mengira sakit yang dirasakan adalah sakit kepala biasa,sehingga saat datang penyakitnya sudah berat.Keterlambatan datang itu juga disebabkan adanya gejala kacaunya pola bicara pasien.
Saat pasien bicara kacau , keluarga mengira dia menderita gangguan jiwa , sehingga tidak ditangani dengan cepat dan tepat.Selain sakit kepala dan bicara kacau , gejala lain adalah kejang dan demam.
Karenanya bila ada keluarga atau tetangga yang demam dan tiba – tiba bicaranya kacau, segeralah periksa ke pelayanan kesehatan.
Diagnosis
Diagnosis meningoesefalitis didapat melalui pemeriksaan cairan otak.Pemeriksaan cairan otak tersebut dilakukan melalui lumbal pungsi(LP).Dari lumbal pungsi dapat diketahui apa penyebab dari penyakitnya , apakah kuman , virus, atau parasit.Dr.Ahli mengatakan penyakit ini adalah penyakit berat yang harus didianogsis dengan cepat . Satu – satunya cara pemeriksaan untuk mastikan penyebabnya adalah melalui pemeriksaan cairan otak.
Kalau setelah diambil.cairan otak kemudian si pasien meninggal ,maka bukan karena pemeriksaan itu dia meninggal tapi karena penyakitnya .Hal ini karena angka kematian penyakit ini sangat tinggi
ADVERTISEMENT























