
Minat dan kecintaan Albert Einstein terhadap bidang ilmu fisika muncul ketika ia berusia 5 tahun. Saat itu, ia mendapat hadiah kompas dari ayahnya. Ia terpesona oleh keajaiban kompas tersebut, sehingga ia bertekad untuk membuka tabir misteri yang menyelimuti kebesaran alam.
Albert Einstein menyelesaikan kuliahnya ketika berusia 21 tahun di ETH (Eidgenoessische Technische Hoshcule). Kemudian, ia mendapatkan gelar doktor setelah menyelesaikan disertasinya yang berjudul “Eine Neue Bestimmung der Molekul Dimensonen” (On A New Determination Of Molecular Dimensions) pada tahun 1905 di Universitas Zurich. Kemudian pada tahun 1909 ia diangkat menjadi profesor di Universitas Zurich.
Albert Einstein mengemukakan teori relativitas dan menjadi inspirator bagi pengembangan mekanik kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi (Ilmu yang mempelajari alam semesta). Pengabdiannya terhadap fisika teoretis dengan tesis tentang teori efek fotoelektrik membuatnya mendapatkan penghargaan Nobel Prizes dalam fisika pada tahun 1921.
Pada tahun 1933, Albert Einstein pindah ke Amerika Serikat berserta keluarganya. Ia kemudian ditawari menjadi presiden Amerika Serikat yang kedua karena kemampuannya, namun Albert Einstein menolaknya karena merasa tidak memiliki kecakapan di bidang tersebut.
Albert Einstein meninggal dunia pada 18 April 1955, dengan meninggalkan karya besar di dunia. Dan salah satunya karya yang belum selesai sepenuhnya adalah teori relativitasnya yang legendaris.






























