![]() |
| Noor Tagouri, seorang jurnalis wanita muslim berdebat dengan Jessie Jane Duff, pundit militer dalam acara Fox’s Sister Channel yang membahas soal imigran asal Suriah (Foto: independent) |
bersamaislam.com – Seorang jurnalis muslim membungkam pundit militer televisi Fox News yang bersikap arogan terhadap imigran asal Suriah.
Noor Tagouri berdebat dengan Jessie Jane Duff, seorang analis militer yang rutin mengisi acara di Fox, saat keduanya muncul dalam acara Foxโs sister channel di Washington DC.
Tagouri memulai debat dengan menekankan bahwa sebanyak 750,000 imigran telah menetap di Amerika Serikat sejak tahun 2001 dan tidak satupun di antara mereka yang ditahan karena terlibat aksi terorisme.
Namun Duff tidak meyakini hal itu dan mengklaim akan ada resiko para pengungsi Suriah bisa bertindak layaknya ‘Kuda Troya’ untuk ISIS. Harian Inggris, Independent memberitakan.
Dalam kisah Yunani, Trojan Horse atau Kuda Troya adalah taktik para prajurit Sparta yang bersembunyi di dalam Kuda Troya, patung sembahan untuk dewa Poseidon. Para petinggi Troya menganggap kuda tersebut tidak berbahaya dan diizinkan masuk ke dalam benteng Troya yang tidak dapat ditembus oleh para prajurit Yunani selama kurang lebih 10 tahun perang Troya bergejolak.
Duff mengutip laporan yang menyebut paspor Suriah ditemukan pada tubuh salah seorang yang diduga pelaku terorisme di Paris, minggu lalu.
Dia juga mengklaim, 10,000 orang imigran akan membebani para pembayar pajak sebesar 1,6 miliar dolar AS yang dapat memicu PHK massal, persis saat orang-orang Yahudi melarikan diri dari kejaran Nazi selama perang dunia kedua.
Noor Tagouri mengecam sikap Duff dan mengatakan penolakan terhadap pengungsi karena ‘ketakutan’ adalah hal yang diinginkan oleh ISIS.
“Inilah sebenarnya yang diinginkan ISIS. Sangat memalukan kita bicara seperti ini,” katanya.
“ISIS ingin anda terus duduk di sini dan termakan oleh gagasan itu. Tepat, itulah yang kau lakukan sekarang!” bungkamnya kepada sang Pundit.
“Mereka benar-benar menertawakan kita karena mendiskusikan hal ini, saya pikir itu hal yang arogan karena bukan seperti itu pondasi Amerika dibangun” pungkasnya. (ay/independent)













