الله الرحمن الرحيم
Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah,
keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat,
amma ba’du:
merujuk kepada kitab Ushulut Takhrij wa Dirasah Al Asanid Al Muyassarah
karya Dr. Imad Ali Jum’ah, semoga
Allah menjadikan penulisan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, aamin.
Kitab Taqribut Tahdzib karya Ibnu Hajar Al
Asqalani (w. 852 H) terdiri dari 2 jilid
ini sangat ringkas sekali, disebutkan semua perawi yang disebutkan biografinya
dalam Tahdzibut Tahdzib dan sama persis urutannya. Namun tidak hanya
menyebutkan biografi para perawi yang ada dalam Kutubus Sittah saja
seperti kitab Al Kasyif karya Adz Dzahabi.
Hafizh juga menggunakan kode dalam Tahdzibut Tahdzib selain kode kitab
Sunan yang empat ketika semuanya berkumpul, yaitu dengan kode ‘ عم ’ sebagai ganti dari angka arab 4, dan
menambahkan kode yang tidak disebutkan dalam kitab At Tahdzib, yaitu
kata ‘ تمييز ’ untuk yang rawi yang tidak memiliki riwayat
pada kitab-kitab yang menjadi objek kajian.
bagian mukadimah, Al Hafizh menyebutkan tingkatan para perawi dan menjadikan 12
tingkatan, serta menyebutkan lafaz Jarh wa Ta’dil untuk setiap tingkatan.
Hafizh juga menyebutkan di bagian mukadimah thabaqah (kelompok dan tingkat)
para perawi yang disebutkan biografinya dan menjadikan 12 thabaqah.
juga menambahkan pada kitab At Tahdzib pasal di bagian akhir kitab yang
terkait wanita-wanita yang tidak diketahui namanya sesuai urutan mereka yang
mengambil riwayat dari wanita itu, baik laki-laki maupun wanita.
ini memberikan ringkasan pendapat ulama dalam menghukumi keadaan rawi dari sisi
jarh wa ta’dil.
isi kitab:
الله بن عاصم الحماني , بكسر المهملة وتشديد الميم, أبو سعيد البصري, صدوق, من
العاشر/ق
bin Ashim Al Himmani, dengan kasrah pada huruf ha dan ditasydidkan mimnya, ia
adalah Abu Sa’id Al Bashri, seorang yang shaduq (sangat jujur), termasuk
thabaqah ke-10/Qaaf.
بن الليث بن مسرور الرسعني , أبو صالح, نزيل تنيس, ثقة من الثانية عشرة مات سنة
أربع وثلاثمائة/س
Qasim bin Al Laits bin Masrur Ar Rus’aniy, Abu Shalih, singgah di Tunais,
seorang yang tsiqah, termasuk thabaqah ke-12, wafat pada tahun 304 H/Siin.
kitab At Tadzkirah birijalil ‘Asyarah karya Ad Dimasyqi
bernama Abu Abdullah Muhammad bin Ali Al Husainiy (w. 765 H).
ini memuat biografi para perawi 10 kitab Sunnah, yaitu kutubus sittah yang
merupakan objek kajian kitab Tahdzibul Kamal karya Al Mizziy ditambah
empat kitab pemilik madzhab yang empat, yaitu Al Muwaththa, Musnad Syafi’i,
Musnad Ahmad, dan Musnad yang dikeluarkan oleh Al Husain bin Muhammad
Khusru dari hadits Abu Hanifah.
tetapi penulisnya tidak menyebutkan para perawi sebagian kitab karya pemilik
Kutubussittah seperti yang dilakukan gurunya Al Mizziy, ia hanya membatasi
dengan para perawi yang ada dalam Kutubussittah saja ditambah para perawi kitab
yang empat yang tadi disebutkan.
yang digunakan:
Malik
Syafi’i
Abu Hanifah
Ahmad
Terhadap hadits-hadits yang disebutkan Abdullah bin Ahmad dari selain ayahnya.
penulisan kitab ini adalah mengumpulkan para perawi yang paling masyhur di tiga
abad pertama yang dijadikan pegangan oleh para penulis Kutubussittah dan
pemilik madzhab yang empat.
kitab Ta’jilul Manfa’ah bi Zawa’id Rijailil A’immah Al Arba’ah
adalah Ibnu Hajar Al Asqalani (w. 852 H). Kitab ini terdiri dari 1 jilid.
Hafizh menyebutkan secara terpisah para perawi yang ada dalam kitab-kitab
hadits yang masyhur yang berpegang dengan madzhab yang empat yang tidak
disebutkan biografinya oleh Al Mizziy dalam tahdzibnya.
mengambil faidah dari kitab At Tadzkirah karya Al Husaini dan mengambil biografi
para perawi yang tidak disebutkan oleh Al Mizziy dalam Tahdzibnya.
Hafizh menambahkan biografi yang diambil dari kitab Al Gharaib dari
Malik yang dihimpun oleh Daruquthni, kitab As Sunan wal Atsar karya
Baihaqi, kitab Az Zuhd karya Ahmad, kitab Al Atsar karya Muhammad
bin Al Hasan, dan dari kitab lainnya yang rawinya tidak disebutkan dalam kitab
pemilik madzhab yang empat yang disebutkan oleh Al Husaini.
meninggalkan kode untuk imam yang empat sesuai yang dipilih oleh Asy Syarif Al
Husaini dalam kitabnya At Tadzkirah, dan menambahkan dengan satu kode,
yaitu ‘ هب ’ yang merupakan kode rawi yang ditambahkan
Nuruddin Al Haitsaimi terhadap Al Husaini dalam kitabnya Al Ikmal ‘amman fi
Musnad Ahmad minar Rijal miman laisa fii Tahdzibil Kamal.
hanya memuat biografi orang-orang tsiqah (terpercaya)
karya Al ‘Ijilliy (w. 261 H)
Hasan Ahmad bin Abdullah bin Shalih Al ‘Ijilliy. Kitab ini hanya terdiri dari 1
jilid. Disusun sesuai thabaqah, sehingga datang Al Haitsami yang mengurutkannya sesuai
abjad.
ini tidak memuat semua orang-orang yang tsiqah, karena kalau hendak memuat
semua orang yang tsiqah harus mengumpulkan semua kitab yang memuat orang-orang
yang tsiqah.
karya Ibnu HIbban Al Busti
Al Busti (w. 354 H), namanya adalah Muhammad bin Ahmad.
jilid, dimana penulisnya mengurutkan nama-nama setiap thabaqah sesuai huruf
abjad di bawah thabaqah itu.
para tabiin.
Ibnu Hibban dianggap pernyataan tingkatan paling rendah dalam tsiqah, karena ia
menyebutkan sejumlah besar orang-orang yang majhul yang tidak diketahui
keadaannya selain olehnya.
adil adalah orang yang tidak diketahui cacat padanya, karena cacat adalah lawan
adil, sehingga siapa saja yang tidak tampak jarh, maka ia adalah adil sampai jelas
kebalikannya. Namun pendapat ini
diselisihi oleh banyak ulama.
Tsiqat mimman nuqila ‘anhumul Ilmu
Syahin (w. 385 H), yakni Umar bin Ahmad.
dari 93 lembar.
sesuai huruf abjad, dan hanya membatasi dengan nama rawi dan nama ayahnya, serta menukilkan pendapat
para imam jarh wa ta’dil.
sebagian guru dan murid rawi yang disebutkan biografinya.
orang-orang yang dha’if dan orang-orang yang diperbincangkan
Kabir
Bukhari (w. 256 H), yakni Muhammad bin Ismail bin Mughirah.
Shaghir
Bukhari (w. 256 H), yakni Muhammad bin Ismail bin Mughirah.
huruf abjad dengan melihat huruf pertama pada nama rawi.
Matrukun
303 H), yakni Abu Abdurrahman Ahmad bin Syu’aib Al Khurasani.
sesuai huruf abjad dengan melihat huruf pertama pada nama rawi.
seorang yang sangat ketat dalam jarh (mencacatkan).
(w. 323 H), yakni Abu Ja’far Muhammad bin ‘Amr.
besar, dimana penulisnya mengumpulkan beragam orang-orang yang dha’if, dan
orang-orang yang dinisbatkan kepada dusta dan memalsukan hadits.
minal Muhadditsin wadh Dhu’afa wal Matrukin
Hibban (w. 354 H), yakni Abu Hatim Muhammad bin Hibban bin Ahmad Al Busti.
jilid.
sesuai abjad. Di bagian awal, ia berikan mukadimah berharga yang di sana ia
terangkan pentingnya mengetahui orang-orang yang dha’if dan bolehnya jarh,
serta hal yang terkait dengan itu, dan metode penulisannya.
termasuk orang yang ketat dalam jarh (pencacatan).
Rijal
Jurjani (w. 365 H), yakni Abu Ahmad Abdullah bin ‘Addiy.
menyebutkan orang-orang yang diperbincangkan meskipun pembicaraan itu tertolak.
kitab ini panjang sekali.
diurut sesuai urutan abjad.
fi Naqdir Rijal
Adz Dzahabi (w. 748 H).
jilid.
yang paling lengkap dan paling baik yang memuat rawi-rawi yang cacat, dan
paling banyak faedahnya. Metodenya mirip metode Ibnu Addiy.
rawi yang disebutkan biografinya.
menyebutkan orang-orang yang diperbincangkan meskipun ia tsiqah, sehingga ia
dapat membelanya dan membantahnya.
menerangkan metodenya, dimana ia menyusun kitab ini setelah kitabnya Al
Mughni fidh Dhu’afa, dan di kitab ini ia membicarakan secara panjang lebar
dan menambah dengan beberapa nama di luar kitab Al Mugni.
macam-macam rawi yang diperbincangkan. Demikian pula mengurutkannya sesuai abjad
dengan melihat nama rawi dan nama ayahnya.
pada nama rawi untuk imam Ahli Hadits pemilik kitab yang enam yang
menyebutkannya dalam kitab mereka dengan kode yang masyhur. Jika semua imam itu
sama-sama menyebutkan rawi itu dalam
kitab mereka, maka kodenya ‘ ع ’ dan jika hanya empat
kitab sunan saja, maka kodenya ‘ عو ’ .
Adz Dzahabi menyebutkan nama-nama rawi laki-laki dan perempuan sesuai huruf
abjad. Selanjutnya menyebutkan kunyah, lalu yang dikenal dengan nama ayahnya, yang
dikenal dengan nisbatnya, laqab (gelar)nya, kemudian nama-nama yang majhul,
kemudian wanita-wanita yang majhul, kemudian kunyah (nama panggilan) kaum
wanita, lalu mereka yang tidak disebutkan namanya.
Lisanul Mizan karya Ibnu Hajar Al Asqalani (w. 852 H)
ini terdiri dari 8 jilid.
mengambil dari kitab Mizanul I’tidal biografi rawi yang tidak disebutkan
dalam kitab Tahdzibul Kamal dan menambahkan dengan sejumlah rawi yang
diperbicangkan.
tambahan yang dimasukkan ia beri kode ‘ ز ’, sedangkan tambahan
yang diambilnya dari Dzail Al Hafizh Al Iraqi terhadap Al Mizan diberi
kode ‘ ذ ’.
yang berupa catatan dan kesimpulan di sela-sela biografi rawi yang diambilnya
dari Mizanul I’tidal, maka ditutupnya pernyataan Adz Dzahabi dengan kalimat ‘ انتهى ’ (selesai) selebihnya
adalah perkataan Al Hafizh.
mengosongkan nama-nama yang dihilangkan dari Al Mizan, lalu disebutkan pada
pasal di bagian akhir kitab.
yang disebutkan diurutkan sesuai abjad. Setelah disebutkan nama, maka
disebutkan kunyah dan diurutkan sesuai abjad, kemudian disebutkan rawi-rawai
yang mubham (tidak diketahui namanya).
Hafizh membagi ke dalam tiga pasal.
dengan kabilah atau pekerjaan.
dengan ada tambahan kata lain.
shahbihi wa sallam.
Maraji’: Maktabah Syamilah versi
3.45, Ushulut Takhrij wa Dirasah As Sanad Al Muyassarah (Dr.
Imad Ali Jum’ah), dll.






































