الله الرحمن الرحيم
Belajar Mudah Ilmu Tauhid (4)
kufur kepada thaghut)
puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada
keluarganya, sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat,
amma ba’du:
keislaman, dan kufur kepada thaghut yang kami terjemahkan dari kitab At
Tauhid Al Muyassar karya Syaikh Abdullah bin Ahmad Al Huwail; semoga Allah menjadikan
risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamiin.
Syirk
dunia di atasnya dan tidak sempat bertobat.
terhadap hal ini adalah firman Allah Ta’ala,
أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ وَمَن يُشْرِكْ
بِاللّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْماً عَظِيماً
Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang
selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang
mempersekutukan Allah, maka sungguh, ia telah berbuat dosa yang besar.”
(QS. An Nisaa’: 48)
firman Allah Ta’ala,
الْحُرُمُ فَاقْتُلُواْ الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدتُّمُوهُمْ وَخُذُوهُمْ
وَاحْصُرُوهُمْ
sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu
dimana saja kamu jumpai mereka, tangkaplah mereka, dan kepunglah mereka.”
(QS. At Taubah: 5)
yang terdahulu menjadi debu yang berhamburan.
adalah firman Allah Ta’ala,
عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاء مَّنثُوراً
Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu
(bagaikan) debu yang berterbangan.” (QS. Al Furqan: 23)
وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ
وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu,
“Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan
tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.”
(QS. Az Zumar:65)
adalah firman Allah Ta’ala,
بِاللّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّهُ عَلَيهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا
لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ
orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah
mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidak ada bagi
orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” (QS. Al
Maa’idah: 72)
Keislaman
pembatal keislaman adalah perusak dan pembatalnya. Jumlahnya banyak, akan
tetapi yang paling berbahaya dan paling sering terjadi ada sepuluh:
antaranya adalah menyembelih hewan untuk selain Allah, seperti orang yang
menyembelih untuk jin atau kuburan. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,
أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ وَمَن يُشْرِكْ
بِاللّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً بَعِيداً
Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia
mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang
siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah
tersesat sejauh-jauhnya.” (QS. An Nisaa’: 116)
dengan Allah, sehingga dia pun berdoa kepada perantara itu dan meminta
syafaatnya, serta bertawakkal kepadanya, maka dia telah kafir berdasarkan ijma’
(kesepakatan ulama).
atau ragu-ragu terhadap kekafiran mereka, atau membenarkan agama mereka, maka
ia telah kafir.
shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih sempurna daripada petunjuk Beliau, atau
meyakini bahwa hukum selain Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih baik
daripada hukum Beliau, seperti orang-orang yang mengutamakan hukum thaghut daripada
hukum Beliau, maka dia kafir.
shallallahu ‘alaihi wa sallam meskipun dia mengamalkannya, maka dia kafir.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, atau mengolok-olok pahala yang
disebutkan atau azabnya, maka dia kafir.
adalah firman Allah Ta’ala,
وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ–لاَ تَعْتَذِرُواْ قَدْ
كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ
“Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu
berolok-olok?”–Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah
beriman.” (QS. At Taubah: 65-66)
yang mempraktekkannya atau ridha terhadapnya, maka dia kafir.
adalah firman Allah Ta’ala,
أَحَدٍ حَتَّى يَقُولاَ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ
keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan,
“Sesungguhnya Kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir.”
(QS. Al Baqarah: 102)
adalah firman Allah Ta’ala,
مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang
itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang yang zalim.” (QS. Al Ma’idah: 51)
dari syariat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka dia kafir.
adalah firman Allah Ta’ala,
الإِسْلاَمِ دِيناً فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ
الْخَاسِرِينَ
siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah diterima
(agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”
(QS. Ali Imran: 85)
mengamalkannya.
adalah firman Allah Ta’ala,
ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَا إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ
مُنتَقِمُونَ
siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan
ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan
memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa.”
(QS. As Sajdah: 22)
tidak ada perbedaan di antara pembatal-pembatal ini antara orang yang
bermain-main dengan yang serius, serta orang yang ketakutan kecuali jika
dipaksa.
pembatal-pembatal ini semuanya termasuk hal yang paling berbahaya dan paling
sering terjadi. Oleh karena itu, seorang muslim wajib berhati-hati terhadapnya dan
mewaspadai dirinya dari pembatal itu.
kepada Thaghut
(definisi) thaghut
secara bahasa dari kata thughyan, yang artinya melampaui batas.
Sedangkan secara syara’ thagut artinya apa saja yang disikapi secara melampaui
oleh seorang hamba baik dengan disembah, diikuti, atau ditaati.
kafir kepada thaghut
pertama yang Allah wajibkan kepada anak cucu Adam adalah kufur kepada thaghut
dan beriman kepada Allah. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,
كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُواْ اللّهَ وَاجْتَنِبُواْ الطَّاغُوتَ
sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada setiap umat (untuk menyerukan),
“Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu.”
(QS. An Nahl: 36)
kufur kepada thaghut
adalah:
dan membencinya.
memusuhinya.
pemimpin thaghut
itu jumlahnya banyak, akan tetapi tokoh-tokohnya ada lima, yaitu:
hal itu.
a’lam, wa shallallahu ‘alaa Nabiyyina Muhammad wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa
sallam.
Diterjemahkan dari
kitab At Tauhid Al Muyassar oleh Marwan bin Musa




































