semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, para sahabatnya dan
orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:
100 hadits dha’if (lemah) dan maudhu (palsu) yang dikumpulkan oleh Ihsan
bin Muhammad bin ‘Aayisy Al ‘Utaibiy yang telah kami
terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan penerjemahan
risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin.
إِنِّي لاَ
أَنْسَى ،
وَلَكِنْ
أُنَسَّ لِأُشَرِّعَ
saya tidaklah lupa, akan tetapi dibuat lupa sehingga saya mengadakan syari’at
(yang baru).”
hadits-hadits yang tidak ada asalnya dalam Al Ihyaa’ (357), Adh
Dha’iifah (101).
نِيَامٌ فَإِذَا
مَاتُوْا
انْتَبَهُوْا
itu tidur, ketika mereka mati barulah sadar.”
Marfuu’ah (555), Al Fawaa’idul Majmuu’ah (766) dan Tadzkiratul
Maudhu’at (200)].
حَدَّثَ حَدِيْثاً،
فَعَطَسَ
عِنْدَهُ
، فَهُوَ
حَقٌّ
siapa yang membawakan sebuah hadits, lalu ia bersin di saat itu, maka hadits
itu benar.”
(483), Al La’aali’ul Mashnuu’ah (2/286) dan Al Fawaa’idul Majmuu’ah
(669)].
وَلاَ تُطَلِّقُوْا،
فَإِنَّ الطَّلاَقَ
يَهْتَزُّ
لَهُ الْعَرْشُ
dan jangan menthalaq, karena ‘Arsy berguncang karenanya.”
(694), Al Maudhuu’at oleh Ash Shaghaaniy (97) dan Tanziihusy
Syarii’ah (2/202)].
الصَّلاَةُ
مِنْ قَدْرِ
الدِّرْهَمِ
مِنَ الدَّمِ
harus diulang karena darah meskipun hanya sebesar dirham.”
oleh Al Ghassaaniy (353), Al Asraarul Marfuu’ah (138) dan Al
Maudhuu’at oleh Ibnul Jauziy (2/76)].
قَرِيْبٌ
مِنَ اللهِ،
قَرِيْبٌ
مِنَ الْجَنَّةِ.
قَرِيْبٌ
مِنَ النَّاسِ،
بَعِيْدٌ
مِنَ النَّارِ،
وَالْبَخِيْلُ
بَعِيْدٌ
مِنَ اللهِ،
بَعِيْدٌ
مِنَ الْجَنَّةِ،
بَعِيْدٌ
مِنَ النَّاسِ
، قَرِيْبٌ
مِنَ النَّارِ
وَجَاهِلٌ
سَخِيٌّ أَحَبُّ
إِلَى اللهِ
مِنْ عَابِدٍ
بَخِيْلٍ
dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dekat dengan manusia dan jauh
dari neraka. Orang yang bakhil jauh dari Allah, jauh dari manusia dan dekat
dengan neraka. Orang yang jahil namun dermawan lebih dicintai Allah daripada
ahli ibadah yang bakhil.”
Manaarul Muniif (284), Tartiibul Maudhuu’aat (564) dan Al
La’aali’ul Mashnuu’ah (2/91)].
عَرَبِيٌّ
وَالْقُرْآنُ
عَرَبِيٌّ
وَلِسَانُ
أَهْلِ الْجَنَّةِ
عَرَبِيٌّ
orang Arab, Al Qur’an berbahasa Arab dan bahasa penduduk surga adalah bahasa
Arab.”
Al Maqaashidul Hasanah (31) dan Tanziihusy Syarii’ah (2/30)].
لِكُلِّ شَيْءٍ
قَلْباً،
وَإِنَّ قَلْبَ
الْقُرْآنِ
(يس) مَنْ
قَرَأَهَا،
فَكَأَنَّمَا
قَرَأَ الْقُرْآنَ
عَشْرَ مَرَّاتٍ
segala sesuatu memiliki jantung. Sesungguhnya jantung Al Qur’an adalah surat
Yaasin, barang siapa yang membaca, maka seakan-akan ia membaca Al Qur’an
sepuluh kali.”
oleh Ibnu Abi Hatim 2/55 dan Adh Dha’iifah (169)].
سَاعَةٍ خَيْرٌ
مِنْ عِبَادَةِ
سِتِّيْنَ
سَنَةٍ
sejenak lebih baik daripada beribadah enam puluh tahun.”
(2/305), Al Fawaa’idul Majmuu’ah (723) dan Tartiibul Maudhuu’at
(964)].
صَلاَةَ لِجَارِ
الْمَسْجِدِ
إِلاَّ فِي
الْمَسْجِدِ
ada shalat bagi tetangga masjid kecuali di masjid.”
Daaruquthni (362), Al La’aali’ul Mashnuu’ah (2/16) dan Al ‘Ilal
Al Mutanaahiyah (1/693)].
اْلأَسْوَدُ
يَمِيْنُ
اللهِ فِي
اْلأَرْضِ
يُصَافِحُ
بِهَا عِبَادَهُ
Aswad adalah Tangan kanan Allah di muka bumi, Allah menyalami hamba-hamba-Nya
dengannya.”
Al Khathiib (6/328), Al ‘Ilalul Mutanaahiyah (2/944) dan Adh
Dha’iifah (223)].
تَصِحُّوا
kalian akan sehat.”
(3/87), Tadzkiratul Maudhuu’at (70) dan Al Maudhuu’at oleh Ash
Shaghaaniy (72)].
جِبْرَائِيْلُ
عَلَيْهِ
السَّلاَمُ
بِالْجَارِ
إِلَى أَرْبَعِيْنَ
دَاراً. عَشْرَةٌ
مِنْ هَا
هُنَا، وَ
عَشْرَةٌ
مِنْ هَا
هُنَا ،
وَ عَشْرَةٌ
مِنْ هَا
هُنَا ،
وَ عَشْرَةٌ
مِنْ هَا
هُنَا
‘alaihis salam berwasiat kepadaku untuk berbuat baik kepada tetangga sampai
berjumlah empat puluh tetangga; sepuluh dari sini, sepuluh dari situ, sepuluh
dari
sepuluh dari sini.”
(1/1054), Takhrij Al Ihyaa’ (2/232) dan Al Maqaashid Al Hasanah
(170)].
مَا خَلَقْتُ
الدُّنْيَا
bukan karena dirimu, tentu Aku tidak akan menciptakan dunia.”
oleh Al Masyisyi (454), Tartiibul Maudhuu’at (196) dan Adh Dha’iifah
(282)].
قَرَأَ سُوْرَةَ
الْوَاقِعَةِ
فِي كُلِّ
لَيْلَةٍ
لَمْ تُصِبْهُ
فَاقَةٌ أَبَدًا
siapa yang membaca surat Al Waaqi’ah di setiap malam, niscaya ia tidak akan
tertimpa kemiskinan selama-lamanya.”
(1/151), Tanziihusy Syarii’ah (1/301) dan Al Fawaa’idul Majmuu’ah
(972)].
أَصْبَحَ
وَهَمُّهُ
غَيْرَ اللهِ
عَزَّ وَجَلَّ
، فَلَيْسَ
مِنَ اللهِ
فِي شَيْءٍ
وَمَنْ لَمْ
يَهْتَمَّ
لِلْمُسْلِمِيْنَ
فَلَيْسَ
مِنْهُمْ
siapa yang di pagi harinya, harapannya adalah kepada selain Allah Azza wa
Jalla, maka ia lepas dari Allah, dan barang siapa yang tidak memperhatikan
urusan kaum muslimin, maka ia bukanlah termasuk golongan mereka.”
(233), Tadzkiratul Maudhuu’at (69) dan Adh Dha’iifah (309-312)].
تَكُوْنُوْا
يُوَلِّيْ
عَلَيْكُمْ
keadaan kalian, maka Dia akan mengangkat kalian.”
(2/1997), Al Fawaa’idul Majmuu’ah (624) dan Tadzkiratul Maudhuu’at
(182)].
تَكُوْنُوْا
يُوَلِّيْ
عَلَيْكُمْ
keadaan kalian, maka Dia akan mengangkat kalian.”
(624), Tadzkiratul Maudhuu’at (182) dan Kasyful Khafaa’
(2/1997)].
وُلِدَ لَهُ
مَوْلُوْدٌ.
فَأَذَّنَ
فِي أُذُنِهِ
الْيُمْنَى
وَأَقَامَ
فِي أُذُنِهِ
الْيُسْرَى
لَمْ تَضُرَّهُ
أُمُّ الصِّبْيَانِ
siapa yang kelahiran seorang anak, lalu ia azankan pada telinga kanan dan ia
iqamatkan pada telinga kiri, maka ia tidak akan diganggu oleh Ummush Shibyaan
(setan).”
Dzahabiy (4/397), Majma’uz Zawaa’id oleh Al Haitsamiy dan Takhrij Al
Ihyaa’ (2/61)].
تَمَسَّكَ
بِسُنَّتِيْ
عِنْدَ فَسَادِ
أُمَّتِيْ
، فَلَهُ
أَجْرُ مِئَةِ
شَهِيْدٍ
siapa yang berpegang dengan sunnahku ketika rusaknya ummatku, maka ia akan
memperoleh pahala seratus orang syahid.”
Huffaazh (4/5174) dan Adh Dha’iifah (326)].
بِسُنَّتِيْ
عِنْدَ فَسَادِ
أُمَّتِيْ
لَهُ أَجْرُ
شَهِيْدٍ
yang berpegang dengan sunnahku ketika rusaknya ummatku, maka ia akan memperoleh
pahala seorang syahid.”
ابْنُ الذَّبِيْحَيْنِ
adalah putera dari dua orang yang hendak disembelih.”
Lathiifah oleh Ibnu Qudaamah (23), Al Lu’lu’ul Marshuu’ (81) dan An
Nukhbah Al Bahiyyah oleh As Sinbaawiy (43)].
فِي الْمُصْحَفِ
عِبَادَةٌ،
وَنَظَرُ
الْوَلَدِ
إِلَى الْوَالِدَيْنِ
عِبَادَةٌ،
وَالنَّظَرُ
إِلَى عَلِيِّ
بْنِ أَبِي
طَالِبٍ عِبَادَةٌ
Mus-haf Al Qur’an adalah ibadah, seorang anak melihat kedua orang tuanya adalah
ibadah, dan melihat Ali bin Abi Thalib adalah ibadah.”
صَلَّى فِي
مَسْجِدِيْ
أَرْبَعِيْنَ
صَلاَةً لاَ
يَفُوْتُهُ
صَلاَةٌ كُتِبَتْ
لَهُ بَرَاءَةٌ
مِنَ النَّارِ
وَنَجَاةٌ
مِنَ الْعَذَابِ،
وَبَرِئَ
مِنَ النِّفَاقِ
siapa yang shalat di masjidku sebanyak empat puluh kali, tidak sampai luput
satu pun shalat, kecuali akan dicatat terlepas dari neraka, selamat dari azab
dan terlepas dari kemunafikan.”
أَوْلَى بِالْمَعْرُوْفِ
ma’ruf.”
Marfuu’ah (51), Al Lu’lu’ul Marshuu’ (55) dan Al Maqaashid Al
Hasanah (!41)].
مَنْ يَدْخُلُ
الْجَنَّةَ
رَجُلٌ مِنْ
جُهَيْنَةَ
، يُقَالُ
لَهُ: جُهَيْنَةُ
، فَيَسْأَلُهُ
أَهْلُ الْجَنَّةِ:
هَلْ بَقِيَ
أَحَدٌ يُعَذَّبُ؟
فَيَقُوْلُ:
لاَ فَيَقُوْلُوْنَ:
عِنْدَ جُهَيْنَةَ
الْخَبَرُ
الْيَقِيْنُ
yang terakhir masuk surga adalah seorang yang berasal dari suku Juhainah yang
bernama Juhainah, lalu penduduk surga bertanya kepadanya, “Masih adakah
orang yang disiksa?” ia menjawab, “Tidak,” kemudian mereka berkata,
“Sesungguhnya pada si Juhainah ada berita yang meyakinkan.”
oleh Ath Tharaablisi (1/161), Tanziihusy Syarii’ah (2/361) dan Al
Fawaa’idul Majmuu’ah (1429)].
الْأَسْمَاءِ
مَا عُبِّدَ
وَمَا حُـمِّدَ
nama adalah yang diawali ‘abdun atau dengan nama Muhammad.”
[Al Asraarul Marfuu’ah (192), Al Lu’lu’ul Marshuu’ (189) dan An
Nukhbah (117)].
Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.
Marwan bin Musa






































