الله الرحمن الرحيم
Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada
keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari
Kiamat, amma ba’du:
ambil dari kitab kecil Abwabul Ujur (pintu-pintu pahala) yang disusun
oleh Kantor Penyuluhan Al Jaliyat di Zulfi-Saudi Arabia yang telah kami
terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan penerjemahan
risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin.
wudhu, mendengarkan khutbah, dan diam.
اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى
الْجُمُعَةَ فَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ
الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ .
shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa berwudhu, lalu
memperbagus wudhunya, kemudian menghadiri shalat Jum’at, mendengarkan khutbah
dan diam memperhatikan, maka akan diampuni dosa-dosa antara Jum’at tersebut
dengan Jum’at berikutnya dan ditambah tiga hari.” (HR. Muslim: 1987)
kebaikan dinilai sepuluh kali.
صلى الله عليه وسلم : « إِذَا كَانَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ ، وَقَفَتِ الْمَلاَئِكَةُ
عَلَى بَابِ الْمَسْجِدِ يَكْتُبُونَ الأَوَّلَ فَالأَوَّلَ ، وَمَثَلُ
الْمُهَجِّرِ كَمَثَلِ الَّذِى يُهْدِى بَدَنَةً ، ثُمَّ كَالَّذِى يُهْدِى
بَقَرَةً ، ثُمَّ كَبْشاً ، ثُمَّ دَجَاجَةً ، ثُمَّ بَيْضَةً ، فَإِذَا خَرَجَ
الإِمَامُ طَوَوْا صُحُفَهُمْ ، وَيَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ » .
shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila tiba hari Jum’at, maka para
malaikat berdiri di dekat pintu mencatat siapa yang datang pertama dan
setelahnya. Perumpamaan orang yang datang pertama adalah seperti orang yang
berkurban dengan unta, lalu yang kedua seperti berkurban dengan sapi, setelahnya
seperti berkurban dengan kambing, lalu seperti berkurban dengan ayam, kemudian
seperti berkurban dengan telur. Apabila imam sudah datang, mereka pun melipat catatannya
dan mendengarkan khutbah.” (Muttafaq ‘alaih: 929, 1964)
اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « مَنْ شَهِدَ الْجَنَازَةَ حَتَّى يُصَلَّى عَلَيْهَا
فَلَهُ قِيرَاطٌ وَمَنْ شَهِدَهَا حَتَّى تُدْفَنَ فَلَهُ قِيرَاطَانِ » . قِيلَ
وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ « مِثْلُ الْجَبَلَيْنِ الْعَظِيمَيْنِ » .
Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang
menghadiri jenazah sampai dishalatkan, maka ia mendapatkan satu qirath. Dan
barang siapa yang menghadiri (jenazah) sampai dimakamkan, maka ia mendapatkan
pahala dua qirath.” Lalu ada yang bertanya, “Berapakah dua qirath itu?” Beliau
menjawab, “Seperti dua gunung yang besar.” (HR. Muslim: 2189)
mengharapkan pahala.
اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : « مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَاناً وَاحْتِسَاباً
غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ » .
Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang berpuasa
Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosa yang
telah lalu.” (Muttafaq ‘alaih: 38, 1781)
pahala.
رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : « مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَاناً
وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ » .
bahwa Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang
mengerjakan shalat tarawih karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni
dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘alaih: 2009, 1781)
عنه – أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ « مَنْ صَامَ رَمَضَانَ
ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ » .
radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan, lalu melanjutkannya dengan berpuasa enam
hari di bulan Syawwal, maka seperti puasa setahun.” (HR. Muslim: 2758)
(Hijriah).
هُرَيْرَةَ- رضى الله عنه – قَالَ : أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ
أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ : صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ،
وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ .
ia berkata: Kekasihku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) berpesan
kepadaku untuk melakukan tiga perbuatan yang tidak aku tinggalkan sampai aku
wafat; berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, melakukan shalat Dhuha, dan
berwitir sebelum tidur.” (Muttafaq ‘alaih: 1178-1672)
قَتَادَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ
أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ
الَّتِى بَعْدَهُ » .
bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa hari ‘Arafah
saya berharap kepada Allah agar dapat menghapuskan dosa-dosa di tahun
sebelumnya dan tahun setelahnya.” [HR. Muslim: 2746].
قَتَادَةَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ
أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ » .
radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Berpuasa pada hari ‘Asyura (10 Muharram), saya
berharap kepada Allah agar dapat menghapuskan dosa-dosa di tahun sebelumnya.”
[HR. Muslim: 2746].
keutamaan
اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ
مَغْرِبِهَا تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِ » .
ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa
bertobat sebelum matahari terbit dari barat, maka Allah akan menerima
tobatnya.” (HR. Muslim: 6861)
رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : « الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ
كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا ، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ
إِلاَّ الْجَنَّةُ » .
bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Umrah yang satu ke
umrah berikutnya menghapuskan dosa-dosa di antara keduanya, dan haji yang
mabrur tidak ada balasannya selain surga.” (Muttafaq ‘alaih: 1773, 3289)
(pertama) bulan Dzulhijjah.
عليه وسلم أَنَّهُ قَالَ :« مَا الْعَمَلُ فِى أَيَّامِ الْعَشْرِ أَفْضَلَ مِنَ
الْعَمَلِ فِى هَذِهِ » . قَالُوا : وَلاَ الْجِهَادُ ؟ قَالَ :« وَلاَ الْجِهَادُ
، إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ يُخَاطِرُ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ بِشَىْءٍ
» .
shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa Beliau bersabda, “Tidak ada amal saleh
yang lebih utama daripada beramal saleh di sepuluh hari ini.”
kecuali orang yang keluar (berjihad) mempertaruhkan diri dan hartanya, dan
tidak tersisa lagi darinya.” (HR. Bukhari: 969)
هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « …
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ
طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ … » .
ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “…Barang siapa
yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu di
jalan ke surga…” (HR. Muslim: 6853)
الله عليه وسلم:« مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ »
.
radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Barang siapa yang dikehendaki Allah mendapatkan kebaikan, niscaya
Allah akan memahamkan ia terhadap agama.” (Muttafaq ‘alaih: 71, 2389)
الله عليه وسلم قَالَ « مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ
أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا » .
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang mengajak
kepada petunjuk, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang
mengikutinya, tidak dikurangi sedikit pun dari pahala mereka….”(HR. Muslim:
6804)
Beramr
ma’ruf dan bernahi mungkar.
اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ « مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا
فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ
يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ » .
berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang
siapa yang melihat kemungkaran di antara kamu, maka rubahlah dengan tangannya.
Jika tidak mampu, maka dengan lisannya dan jika tidak mampu, maka dengan
hatinya, itu adalah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim: 177)
Menyebarkan
salam.
سَأَلَ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم : أَىُّ الإِسْلاَمِ خَيْرٌ ؟ قَالَ :«
تُطْعِمُ الطَّعَامَ ، وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ ، وَعَلَى مَنْ
لَمْ تَعْرِفْ »
laki-laki bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “(Ajaran) Islam
mana yang terbaik?” Beliau menjawab, “Kamu memberi makan dan kamu ucapkan salam
baik kepada orang yang kamu kenal maupun yang tidak kamu kenal.” (Muttafaq
‘alaih: 6236, 160)
Cinta
karena Allah.
اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَيْنَ
الْمُتَحَابُّونَ بِجَلاَلِى الْيَوْمَ أُظِلُّهُمْ فِى ظِلِّى يَوْمَ لاَ ظِلَّ
إِلاَّ ظِلِّى » .
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesunggunya Allah berfirman pada hari
kiamat, “Di manakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada
hari ini, Aku akan menaungi mereka pada hari yang tidak ada naungan kecuali
naungan-Ku.” (HR. Muslim: 6548)
shallallahu ‘alaa nabiyyinaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.






































