الله الرحمن الرحيم
Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada
keluarganya, kepada para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga
hari Kiamat, amma ba’du:
ini pembahasan lanjutan tentang adab bekerja, semoga Allah Azza wa Jalla
menjadikan penulisan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma
aamin.
bekerja
tawadhu’ (rendah hati)
dalam segala perkara adalah tercela. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
akan masuk surga orang yang memiliki kesombongan dalam hatinya meskipun seberat
dzarrah (debu).” (HR. Muslim)
karena itu, hendaknya setiap pimpinan bertawadhu’ kepada bawahannya, dan
bawahan kepada pimpinannya. Cukuplah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
sebagai teladan yang baik bagi kita dalam hal ini, Beliau tidak segan membantu
para sahabatnya yang bekerja dan membantu istrinya di rumah.
الْأَسْوَدِ بْنِ يَزِيدَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ رَضِي اللَّهم عَنْهَا مَا كَانَ
النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصْنَعُ فِي الْبَيْتِ قَالَتْ
كَانَ يَكُونُ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ فَإِذَا سَمِعَ الْأَذَانَ خَرَجَ *
Al Aswad bin Yazid ia berkata: Aku pernah bertanya kepada Aisyah, “Apa yang
biasa dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam rumahnya?” ‘Aisyah
menjawab, “Beliau biasa membantu pekerjaan istrinya. Ketika azan tiba, Beliau
keluar (untuk shalat).” (HR. Bukhari)
tidak membuatnya lupa beribadah
Subhaanahu wa Ta’ala berfirman memuji mereka yang tidak dibuat lalai oleh
perniagaan dan bisnisnya dari beribadah kepada Allah Azza wa Jalla,
تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَن ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ
وَإِيتَاء الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ
وَالْأَبْصَارُ-لِيَجْزِيَهُمُ اللَّهُ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَيَزِيدَهُم مِّن
فَضْلِهِ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَن يَشَاء بِغَيْرِ حِسَابٍ
yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari
mengingati Allah, dan (dari) mendirikan shalat, dan (dari) membayarkan zakat.
Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi
goncang.– (Meraka mengerjakan yang demikian itu) agar Allah memberikan balasan
kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka
kerjakan, dan agar Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi
rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (QS. An Nuur: 37-38)
karena itu, ketika azan dikumandangkan, maka mereka tinggalkan perniagaan dan
bisnisnya karena hendak mencari karunia Allah yang lebih besar di akhirat.
amanah (kewajiban) yang harus ditunaikan
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ ائْتَمَنَكَ، وَلَا تَخُنْ مَنْ خَانَكَ
amanah kepada orang yang mengamanahkan kepadamu, dan jangan mengkhianati orang
yang mengkhianatimu.” (HR. Bukhari dalam At Tarikh, Abu Dawud,
Tirmidzi, Hakim, Daruquthni, Adh Dhiya’, Thabrani dalam Al Kabir, dan
dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahihul Jami’ no. 240)
menuntut hak sedangkan kewajiban diremehkan.
Subhaanahu wa Ta’ala berfirman,
لِّلْمُطَفِّفِينَ -الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُواْ عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ -وَإِذَا
كَالُوهُمْ أَو وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ
besarlah bagi orang-orang yang curang,–(yaitu) orang-orang yang apabila
menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi,–Dan apabila mereka
menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.” (QS. Al Muthaffifin: 1-3)
ini meskipun zhahirnya mengenai orang-orang yang mengurangi takaran dan
timbangan, namun terkena pula kepada mereka yang mau dipenuhi haknya namun
kewajibannya dia tinggalkan.
usaha yang haram
yang haram ini misalnya menjual minuman keras, narkoba, patung, babi, dan
barang haram lainnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَثَمَنَهَا، وَحَرَّمَ الْمَيْتَةَ وَثَمَنَهَا، وَحَرَّمَ الْخِنْزِيرَ وَثَمَنَهُ
Allah mengharamkan arak dan harganya, Dia mengharamkan pula bangkai dan
harganya, serta mengharamkan babi dan harganya.” (HR. Abu Dawud, dan
dishahihkan oleh Al Albani)
melakukan kecurangan
Majah meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati seorang yang menjual makanan,
lalu Beliau memasukkan tangannya ke dalam makanan itu, dan ternyata makanan itu
telah dicurangi, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مِنَّا مَنْ غَشَّ»
termasuk golongan kami orang yang melakukan kecurangan.” (HR. Ibnu Majah,
dan dishahihkan oleh Al Albani)
adanya
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَمْ يَتَفَرَّقَا. فَإِنْ صَدَقَا وبيَّنا: بُورِكَ لَهُمَا فِي بَيْعِهِمَا. وَإِنْ
كَذَبَا وَكَتَمَا: مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا
khiyar selama belum berpisah. Jika keduanya jujur dan menerangkan keadaan yang
sebenarnya, maka akan diberikan berkah pada jual belinya, tetapi jika keduanya
berdusta dan menyembunyikan, maka akan dicabut berkah dari jual beli
keduanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
bersumpah palsu untuk melariskan barang dagangan
Subhaanahu wa Ta’ala berfirman,
يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلاً أُوْلَئِكَ لاَ
خَلاَقَ لَهُمْ فِي الآخِرَةِ وَلاَ يُكَلِّمُهُمُ اللّهُ وَلاَ يَنظُرُ
إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
orang-orang yang menukar janji(nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka
dengan harga yang sedikit (harta dunia), mereka itu tidak mendapat bagian
(pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak
akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan
mereka. Bagi mereka azab yang pedih.” (QS. Ali Imran: 77)
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مُمْحِقَةٌ لِلْبَرَكَةِ
(palsu) melariskan dagangan namun mencabut keberkahan.” (HR. Bukhari dan
Muslim)
upah kepada pekerja
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثَةٌ أَنَا خَصْمُهُمْ يَوْمَ القِيَامَةِ، رَجُلٌ أَعْطَى بِي ثُمَّ غَدَرَ،
وَرَجُلٌ بَاعَ حُرًّا فَأَكَلَ ثَمَنَهُ، وَرَجُلٌ اسْتَأْجَرَ أَجِيرًا فَاسْتَوْفَى
مِنْهُ وَلَمْ يُعْطِهِ أَجْرَهُ
Ta’ala berfirman, “Ada tiga orang yang Aku menjadi musuh mereka pada hari
Kiamat; (1) seorang yang berjanji dengan nama-Ku lalu ia mengingkari, (2)
seorang yang menjual orang merdeka lalu ia memakan hasil penjualannya, dan (3)
seorang yang mengangkat pekerja, lalu ia meminta upahnya, namun tidak diberikan.”
(HR. Bukhari)
setelah berusaha
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كَمَا يُرْزَقُ الطَّيْرُ تَغْدُوْ خِمَاصًا وَتَرُوْحُ بِطَانًا
sekiranya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, tentu Allah
akan memberikan rezeki kepada kalian sebagaimana burung yang diberi rezeki;
berangkat dengan perut kosong dan pulang dengan perut kenyang.” (HR.
Ahmad, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Hakim, Tirmidzi berkata,
“Hasan shahih.” Hadits ini dishahihkan pula oleh Al Albani dalam Shahihul
Jami’ no. 5254)
a’lam, wa shallallahu ‘alaa Nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa
sallam.
Maraji’: Maktabah Syamilah versi 3.45, Mausu’ah Haditsiyyah Mushaghgharah
(Markaz Nurul Islam Liabhatsil Qur’ani was Sunnah), Mausu’ah Usrah Muslimah
(www.islam.aljayyash.net), Untaian Mutiara Hadits
(Marwan bin Musa), dll.







































![[Lirik+Terjemahan] Yanagi Nagi – Kazakiri (Angin)](https://i0.wp.com/aopok.com/wp-content/uploads/2026/01/YanagiNagi-KazakiriLyricsTranslation.jpg?fit=400%2C396&ssl=1)
