Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Review

REVIEW : RALPH BREAKS THE INTERNET

Ulasan by Ulasan
03.12.2018
Reading Time: 5 mins read
0
ADVERTISEMENT

“All friendships change. But the good one, they get stronger as they change.” 

Rasa-rasanya tidak banyak yang menduga bahwa Wreck-It-Ralph (2012) akan menjadi tontonan keluarga yang sangat menyenangkan buat disimak. Penonton diajak menjelajah dunia arcade game yang sudah semakin ditinggalkan, lalu disodori visual berwarna-warni, rangkaian cameo dari permainan populer di masa lampau, serta guliran pengisahan yang penuh banyolan segar sekaligus mampu menonjok hati-hati sensitif. Kesuksesan yang direngkuhnya baik dari sisi finansial maupun kritikal, membawa sajian animasi produksi Walt Disney Animation Studios yang sempat tenggelam kembali menjadi sorotan (terima kasih juga untuk Tangled, Frozen, Big Hero 6, serta Zootopia) sekaligus memberi kesempatan bagi Ralph si penghancur untuk memiliki franchise-nya sendiri. Ya, pihak studio tidak berpikir panjang-panjang dalam memberi lampu hijau pada pembuatan sekuel Wreck-It-Ralph yang ternyata membutuhkan waktu hingga enam tahun untuk direalisasikan. Pemicunya, menentukan narasi yang cocok mengenai kelanjutan petualangan serta persahabatan antara dua outsider di dunia arcade game, Wreck-It-Ralph (John C. Reilly) dan Vanellope von Schweetz (Sarah Silverman), yang belakangan dielu-elukan sebagai pahlawan. Usai melewati berbagai fase pertimbangan sengit – konon ada tiga naskah yang menjadi kontender untuk difilmkan – sekuel bertajuk Ralph Breaks the Internet pun memilih jalur pengisahan yang menempatkan persahabatan Ralph dengan Vanellope di ujung tanduk selepas mereka mengetahui adanya dunia baru yang kita kenal sebagai internet. 

RELATED POSTS

RALPH BREAKS THE INTERNET (2018) REVIEW: Babak Permainan Terbaru Yang Lebih Besar

Sinopsis The Eternal Love Season 2 Episode 8 – 1

Sinopsis Her Lovely Heels Episode 4

Berlatar enam tahun selepas peristiwa di film pertama, Ralph dan Vanellope kini menjadi sahabat baik yang tak terpisahkan. Dimana ada Ralph, disitulah kamu akan menemukan Vanellope. Mereka senantiasa menghabiskan waktu bersama setiap hari utamanya usai ‘bekerja’ di arcade game masing-masing – entah nongkrong di atap apartemen, kedai minuman, atau stasiun penghubung antar game. Sepintas, tak ada yang salah dengan kehidupan mereka. Semuanya berjalan dengan normal serta damai sentosa seperti diharapkan oleh sebagian besar para penghuni arcade game… kecuali Vanellope. Ya, Vanellope menganggap rutinitasnya ini menjemukan karena dia tak lagi menemukan tantangan dalam pekerjaannya sebagai pembalap jagoan di Sugar Rush. Dia ingin sesuatu yang berbeda. Mengetahui sahabatnya bermuram durja, Ralph pun berinisiatif memberikan ‘twist’ dalam permainan tersebut yang justru berdampak fatal dan mengancam kelangsungan Sugar Rush. Demi menyelamatkan pekerjaan sekaligus rumah bagi Vanellope beserta kawan-kawan pembalap lain, Ralph dan Vanellope pun nekat menjelajah internet. Mereka mesti menjangkau eBay yang konon memberikan solusi atas permasalahan mereka. Mulanya sih tak ada kesulitan berarti bagi keduanya dalam menemukan tempat ini lalu mengklaim barang yang mereka butuhkan. Hanya saja, ketidaktahuan mereka mengenai ‘cara main’ di eBay mendatangkan persoalan lain bagi dua sahabat ini yang memaksa Ralph dan Vanellope untuk menyelami internet lebih dalam sekaligus menguji persahabatan mereka.

Selaiknya sang pendahulu yang memberi banyak kesenangan di sepanjang durasi, Ralph Breaks the Internet pun meninggalkan sensasi senada seirama pada penonton. Mitos “sekuel akan kesulitan menandingi jilid pembuka” sekali lagi disanggah di sini dengan kemampuan duo kreator – Rich Moore dan Phil Johnston – dalam mengkreasi visual beserta jalinan pengisahan yang setara levelnya dengan Wreck-It-Ralph. Jika sang kakak lebih banyak mengakomodir elemen nostalgia pada dunia arcade game (lengkap dengan cameo dari karakter game legendaris), maka sang adik ini memiliki cakupan yang lebih luas lantaran merangkul fenomena dunia maya termasuk budaya populer. Sedikit banyak mengingatkan pada The Emoji Movie yang memvisualisasikan kehidupan di dalam ponsel genggam yang terkoneksi dengan internet, Ralph Breaks the Internet memiliki penggambaran yang inovatif, penuh warna nan kompleks mengenai dunia maya yang diibaratkan kota besar berlalu lintas padat di masa depan (bayangkan saja film fiksi ilmiah yang memiliki mobil terbang). Para pengaksesnya diwujudkan dalam avatar yang berlalu lalang bak warga kota yang sibuk atau turis, sementara setiap situs kenamaan di internet adalah gedung-gedung pencakar langit yang memiliki ciri khasnya masing-masing. Sebagai contoh, Instagram terlihat seperti museum yang koleksi lukisannya tersusun atas postingan para pengguna, Twitter menampilkan burung-burung sedang bercengkram di atas ranting, Oh My Disney menyerupai Disneyland (tentu saja!), dan eBay tak ubahnya tempat lelang. Sungguh visualisasi yang amat kreatif, bukan? 

Saya tak sanggup menahan rasa takjub – terperangah dan geleng-geleng kepala – tatkala Ralph Breaks the Internet menghamparkan visual yang detil ini. Begitu banyak printilan-printilan yang akan membuat para pecandu dunia maya dan budaya populer kegirangan, bahkan besar kemungkinan kamu tidak akan menjumpai seluruhnya hanya dalam satu pandangan (!). Yang juga membahagiakan, kecermatan dalam penggarapan animasi ini tak lantas mendistraksi si pembuat film dari sektor narasi. Penonton diupayakan dapat memperoleh kenikmatan tak hanya untuk mata, tetapi juga untuk otak dan hati di sepanjang durasi. Guliran pengisahannya dirangkai dengan berbagai macam emosi yang melingkunginya: seru, lucu, serta haru. Seru menyaksikan petualangan Ralph bersama Vanellope dalam mengarungi internet guna menuntaskan satu misi besar untuk “mendapatkan barang penting di eBay” yang turut membawa mereka memasuki game online sarat kekerasan, lucu melihat kekonyolan tingkah berikut celetukan-celetukan dari para karakter yang wara-wiri di film (paling membekas jelas para putri dari film animasi Disney yang menyindir karakteristik tipikal mereka dan studio sebelah *cough*Pixar*cough), lalu haru menyimak hubungan naik-turun Ralph dengan Vanellope yang menghantarkan pesan moral mengenai persahabatan. Disamping soal “bagaimana seharusnya seorang sahabat bersikap?,” Ralph Breaks the Internet juga menyodorkan komentar sosial mengena perihal perilaku di dunia maya termasuk cyber bullying. Oleh Yesss (Taraji P. Henson), ahli algoritma yang menentukan popularitas video di BuzzzTube, pesan ini ditekankan secara jelas: caramu memanfaatkan internet menunjukkan jati dirimu yang sesungguhnya lebih-lebih jika kamu menggunakannya untuk menebar kebencian. Sebuah pesan yang tentunya relevan di era ketergantungan teknologi (dan internet) seperti sekarang ini.

Note : Ralph Breaks the Internet memiliki dua bonus adegan yang terletak di sela-sela dan penghujung end credit. Plus, ada bonus video klip.

Outstanding (4/5)


ADVERTISEMENT
Tags: FilmInformasiMengulasMovieReviewSinopsiSpoilerUlasanUlasan Film
ShareTweetSendShare
Ulasan

Ulasan

Related Posts

Review

RALPH BREAKS THE INTERNET (2018) REVIEW: Babak Permainan Terbaru Yang Lebih Besar

03.12.2018
Review

Sinopsis The Eternal Love Season 2 Episode 8 – 1

02.12.2018
Review

Sinopsis Her Lovely Heels Episode 4

02.12.2018
Review

Sinopsis My Sunshine Episode 27

02.12.2018
Review

Sinopsis Nymph’s Bed Episode 2 – 4

02.12.2018
Review

Sinopsis My Sunshine Episode 26

02.12.2018
Next Post

RALPH BREAKS THE INTERNET (2018) REVIEW: Babak Permainan Terbaru Yang Lebih Besar

Cara Mudah Memilih Perusahaan Webhosting Terbaik Khusus Anda Pemula Ingin Buat Blog Website

Iklan

Recommended Stories

Usaha Yang Menjanjikan

21.11.2013

BENAR BENAR FOKUS BERIBADAH KETIKA I’TIKAF

30.04.2019

Sejarah Menjadi Indonesia (372): Pahlawan Nasional Fatmawati (Bengkulu); Soekarno, Flores Bengkulu Padang Djakarta Bengkulu

23.01.2022

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?