![]() |
| “Anyway, I won’t fail you…” Chang An |
Jadi, setelah menonton Bloody Romance sampai eps 30, aku memutuskan untuk memaksa diri menonton langsung ke eps 36. Anggap saja sudah selesai menonton dah. Toh, pada akhirnya, aku tetap mengerti dengan timeline ceritanya. Bisa dibilang, apa yang semula tampak menarik buatku, semakin ke belakang semakin menurun moodnya dan membuatku kehilangan minat. Ini bukan salah siapa-siapa, atau kenyataan aku kena spoiler sampai dua x! Yup, satu kali saat aku menonton eps 6, dan justru membuatku semangat menonton, tetapi yang kedua adalah saat aku baru sampai eps 30, dan membuatku (dengan sukses) kehilangan mood untuk melanjutkan.
Sebelum aku membahas lebih jauh, aku akan melakukan rekap untuk ceritanya:
Awal



Meski akhirnya Wan Mei menyadari bahwa hubungannya dengan Chang An membuat dirinya lemah dan berharap kepada Chang An, itu tidak membuat hubungan keduanya melemah. Wan Mei belajar untuk mempercayai dirinya sendiri, meski tetap berhubungan dengan Chang An. Belum lagi Chang An juga berjanji untuk menjaga Wan Mei tetap bahagia dan aman. Demi Chang An, Wan Mei rela meninggalkan segalanya dan mengikuti Chang An. Tetapi takdir begitu kejam kepada mereka berdua dan memberikan ujian kepada mereka (lagi).


![]() |
| “What he does now is the same as me. But why is it different in your mind?” Gong Zi. “He won’t look down on me waiting for me to ask for anything. He will do anything he can, even at the cost of his life, for me to achieve my goal. So, he’s nothing like you at all.” Wan Mei |



- Ketiadaan filler berlebihan. Drama ini berhasil membuatku gemes dan bertahan cukup lama untuk mengikuti kisahnya. Ditambahkan dengan jumlah episodenya yang hanya sedikit (hanya 36 episode), membuat ketiadaan filler yang berlebihan dan tidak ada second pairing di drama ini, jadi sepanjang menonton, penonton hanya akan disuguhkan kisah dari para tokoh utamanya saja, tanpa ada gangguan dengan kisah lainnya. Tidak membuat kehilangan fokus.
- Chemistry antara kedua tokoh utamanya. Wan Mei menggemaskan, dan tumbuh menjadi wanita yang cantik. Tekanan yang dia terima dari lingkungan sekitarnya justru membuat dia menjadi tangguh dan kuat, alih-alih kalah pada situasi dan keadaan. Chang An, walau tidak ada perubahan yang berarti pada karakternya (karena fokus utama tetap kepada Wan Mei), tetapi karakter yang dimainkan oleh Qu Chu Xiao menggemaskan sekali! Hmm, memang, dia kelihatan sangat muda jauh dari Li Yitong, tetapi aku mengabaikannya.
- Cerita yang berbeda (gore). Menonton drama yang tipikal kisahnya mirip lama-lama akan membosankan. Sejauh ini, aku baru mendapati kisah pembunuh bayaran yang awalnya hancur-hancuran sebelum bangkit dan menjadi lebih baik, hanya Bloody Romance ini dan Princess Agent. Berhubung judul yang kedua jatuhnya aku drop, yang ini jauh lebih baik dan lebih segar.
- OST. Aku suka sekali dengan OST-nya. Penempatan dan lagu-lagu yang dipilih sangat pas sekali dengan setiap adegan. Ketika sedih memang membuat sedih dan saat senang sungguh membuat senang. Belum lagu-lagu lainnya. Semula lagunya terlalu gloomy saat didengarkan, tetapi semakin ke belakang, kenapa malah semakin suka ya. 😛 Ini faktor utama yang membuatku suka dengan drama ini.
Sekarang mari membahas kelemahannya:
- Sad / open (?) ending. Kalau kamu salah satu yang suka dengan kisah yang berakhir dengan jelas, antara sad atau happy ending, kisah ini bukan untukmu. Sama seperti kisah-kisah lain di C-drama belakangan ini, mayoritas seperti mengadaptasi open ending. Kemungkinan terbesar agar mereka bisa membuat season 2 jika memang serialnya cukup laku, banyak fans dan peminatnya. Atau yang lebih parah lagi, memaksa membuat happy ending, padahal sebenarnya lebih cocok untuk sad ending. Aku pribadi lebih suka kisah yang cukup jelas, mau happy atau sad ending, bukan di antaranya. Apa para penulis tidak bisa memiliki keputusan sendiri, bagaimana mau mengakhiri naskah yang mereka tuliskan?
- Gore. Ini tidak bisa ditampik merupakan salah satu faktor yang menguntungkan tetapi juga bisa merugikan. Untukku pribadi, aku menganggap tema ini menarik untuk disimak, dan bagaimana cara penulis dan pembuat series ini mengolah kisah yang tadinya gore, gelap dan gloomy dalam versi asli novelnya berubah menjadi lebih bisa diterima oleh penyimak series.
- Karakter Wan Mei di awal mulai kisah (eps 1) tidak menarik. Aku hampir drop kisah ini saat melihat eps 1-nya saja. Beruntung aku tetap melanjutkan.
- Chang An terlalu baik untuk Wan Mei. Sayang sekali, menurut pembuat drama ini, cinta justru akan memberatkan Wan Mei dalam perjuangannya, itulah yang membuat ending disuguhkan seperti itu. Sementara buatku, kebalikannya. Ahaha. Aku memang termasuk penggemar kisah yang cenderung lebih suka pasangan utama bersatu daripada tidak, walau bersatunya tidak di dunia. *ups*
So, bagaimana menurutmu? Apakah kamu sudah menonton dan apa pendapatmu?

Part I | Part II | Part III | Part IV


























![Koisuru Keigo 24 Ji (2024) Episode 01-09 Subtitle Indonesia [TAMAT] + [BATCH]](https://i0.wp.com/aopok.com/wp-content/uploads/2026/02/SaveTwitterNet_GA4HaqraYAAZeE7.jpg?fit=456%2C322&ssl=1)




