dan Unsur Intrinsik
Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin”
aku luruh ke bumi seperti sehelaian daun… daun yang tidak pernah membenci
angin meski harus terenggut dari tangkai pohonnya”
BUKU
Angin
dari satu bus ke bus lainnya bersama adiknya “Dede”, sejak ayahnya
meninggal merekalah yang harus membantu ibunya mencari nafkah. Tak disangka
kehidupan malangnya dapat berakhir ketika bertemu malaikat di suatu bus saat
Tania mengamen. Sejak pertemuan itu kehidupan Tania, Dede, dan ibu menjadi
lebih baik.
yang bernama Om Danar itu menjanjikan kehidupan yang lebih baik. Ia
membiayai seluruh kebutuhan Tania, Dede, dan ibu. Tania dan Dede kembali
bersekolah, ibu membuka bakery. Hubungan keluarga Tania dan Danar sangatlah
dekat, Danar sangatlah senang dapat merasakan kehangatan keluarga.
Suatu hari Danar mengenalkan Ratna ke keluarga Tania. Tania sangat tidak suka
dengan kedekatan mereka. Tania iri melihat mereka. Sejak saat itu Tania
menyadari bahwa telah ada rasa cinta yang tumbuh.
kepergian ayah, Tania dan Dede sangat terpukul dengan kejadian ini. Sebelum ibu
meninggal ibu menyampaikan pesan untuk
tania “Berjanjilah ,Nak… kau tak akan pernah menangis sesulit apa pun
keadaan keadaan yang akan kau hadapi kecuali demi dia”. Setelah ibu
meningggal Tania dan Dede tinggal bersam Om Danar.
cantik. Ia mendapat beasiswa ke ASEAN Scholarship di Singapura, dan ia pun
harus terpisah jauh dengan Danar tapi mereka tetap berkomunikasi. Ketika Danar
mengunjungi Tania ia memberikan Tania liontin dan liontin Tania lah yang
memiliki arti spesial dianatara liontin lainnya.
kabar yang sangat menyakitkan hatinya sangat hancur ketika Danar memintanya
pulang untuk menghadiri pesta penikahan dirinya dengan Ratna. Tania tidak mau
pulang walaupun kehadirannya sangat dinanti. Sejak saat itu Tania tidak
berkomunikasi dengan Danar.
setelah pernikahannya dengan Danar yang tidaklah bahagia kepada Tania, Ratna
merasa ia sedang bersaing dengan bayangan yang tidak tau siapa orangnya.
Akhirnya Tania memutuskan untuk kembali ke Jakarta dan menanyakan langsung ke
Danar apa yang sebenarnya terjadi.
tersimpan, Tania mengakui perasaannya ke Danar dan ternyata Danar juga
mencitainya, tetapi perbedaan usialah yang menghalangi cinta tersebut. Liontin
yang selama ini dimiliki Tania memiliki suatu arti karena dibelakang liontinnya
terdapat potongan daun linden yang potongan lainnya terdapat di liontin Danar.
Sejak saat pertemuan tesebut Tania berjanji untuk tidak kembali lagi kedalam
kehidupan Danar dan meminta Danar untuk kembali kepada Ratna. Tania tau cinta
tak harus memiliki.
dalam novel ini adalah “Cinta tak harus memiliki”, seperti dalam kutipan berikut “Cinta tak harus
memiliki. Tak ada yang sempurna dalam
kehidupan ini.” (hal.256)
dalam novel ini adalah “Ikhlas dalam menerima takdir tuhan.” Seperti dalam
kutipan berikut:
Tania dan Dede…. Daun yang jatuh tidak pernah membenci angin…. Dia
membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan. Mengikhlaskan semunya..”
(hlm.63)
hidup harus menerima.. penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti…pengertian
yang benar. Bahwa hidup harus memahami…pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat
apa penerimaan, pengertian, dan pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat
kejadian yang sedih dan menyakitkan.” (hlm. 196)
adalah seorang gadis yang cerdas, cantik, dewasa, bertanggung jawab, menepati
janji, tulus, setia, membanggakan, dan berlapang dada. Selain itu, Tania juga
seorang yang menyayangi keluarganya, terutama adik dan ibunya. Ia rela
mengorbankan sekolahnya demi membantu sang ibu mengumpulkan pundi uang untuk
kelangsungan hidup mereka.
- Cerdas
berjuang habis-habisan di ujian terakhir, akhirnya aku berhasil melampaui 0,1
digit si nomor satu selalu. Tipis sekali. Aku mendapatkan peringkat terbaik.”
(hlm. 127)
- Cantik
tahu aku cantik. Tubuhku proporsional. Rambut hitam legam nan panjang. Menurut
seseorang yang akan penting sekali dalam semua urusan malam ini: “mukamu
bercahaya oleh sesuatu, Tania..”” (hlm.
15)
- Membanggakan
yang dewasa dan cantik. Tania yang akan selalu membanggakan ibu. Tania yang
akan selalu membanggakan.” (hlm. 192)
adalah seorang pemuda yang tampan, dewasa, baik, murah hati, penyayang, dan
menyukai anak-anak. Ia juga pandai menulis, sehingga novel-novel karyanya laku
keras di pasaran hingga merambah ke mancanegara.
- Tampan
berkeliling berkenalan dengan teman-temanku. Maggie yang orangtuanya tinggal di
Selangor mendesis, “wow, cute,” saat bersalaman dengannya. Teman-temannya ikut
tertawa. Berbisik dengan genitnya. Lebih ramai.” (hlm. 95)
- Baik
beranjak dari duduknya, mendekat. Jongkok di hadapanku. Mengeluarkan saputangan
dari saku celana. Meraih kaki kecilku yang kotor dan hitam karena bekas
jalanan. Hati-hati membersihkannya dengan ujung saputangan. Kemudian
membungkusnya perlahan-lahan.” (hlm. 24)
kami akan turun, ia memberikan selembar uang sepuluh ribuan,”untuk beli obat
merah.” (hlm.24)
adalah seorang pemuda yang baik, menyanyangi keluarganya, cerdas, memilki nalar
yang tinggi, tampan, serta tidak bisa diam. Dede seringkali menyeletuk dan
mengoceh ketika sedang berkumpul dengan Oom Danar, Tania, dan Kak Ratna. Ia
memiliki hobi bermain lego, sejak lego pertama yang ia dapatkan dari Oom Danar
sewaktu ia kecil dulu. Ia juga pandai bercerita, karena sering bercerita
bersama Oom Danar di kelas mendongeng.
- Cerdas
ranking empat dikelas, meski tidak ikut ulangan umum karena sakit.” (hlm.44)
Ratna adalah seorang perempuan yang berperawakan seperti artis. Ia baik,
menyenangkan, cantik, pengertian, mau mendengarkan, penyabar, dan tulus. Ia
begitu menyayangi Danar sehingga tidak begitu menyadari perasaan yang
sebenarnya Danar simpan diam-diam.
yang digunakan dalam novel ini adalah alur campuran atau alur maju mundur. Hal
ini dibuktikan oleh tahapan cerita berikut ini:
Cerita dalam novel ini dimulai dengan narasi Tania yang berlokasi di sebuah
toko buku. Toko buku inilah yang mengaitkan segala cerita yang kelak akan
mengalir. Narasi yang dipaparkan adalah narasi mengenai perasaan Tania, sang
tokoh utama, yang kemudian berlanjut dengan pengenalan berbagai tokoh dalam
cerita ini.
dalam cerita ini berlangsung ketika Tania kecil mulai merasa perasaan yang
mengganggu ketika dirinya, Danar, Kak Ratna, Dede, dan Ibu berjalan bersama ke
Dunia Fantasi. Ia mulai merasa cemburu. Selain itu, konflik juga terjadi ketika
Kak Ratna memberitahu dirinya bahwa ia dan Danar akan segera menikah.
dari novel ini adalah terletak pada bagian ketika menjelang akhir, yakni ketika
Tania bertemu dengan Oom Danar di bawah pohon Linden dan membicarakan mengenai
kejujuran yang sebenarnya dari seluruh perasaan yang mereka pendam selama ini.
Klimaks dari novel ini adalah ketika Tania memutuskan untuk berdamai dengan
perasaannya sendiri dan ingin berusaha melepaskan bayang-bayang Danar di
benaknya.
dari cerita ini adalah ketika Tania akhirnya memutuskan untuk meninggalkan
Danar dan kembali melanjutkan hidupnya dengan kembali ke Singapura.
menjadi latar tempat dalam novel ini adalah daerah di negara Indonesia dan
Singapura. Seperti ketika di Indonesia,
novel ini mengambil latar tempat di :
“dan
akhirnya sampailah kami kepada pilihan rumah kardus.” (hlm.30)
adikku, dan Ibu sering duduk dibawah rumah kardus kami, menatap pohon yang
mekar tersebut dibawah bulan purnama, seperti malam ini.” (hlm. 232)
dua toko buku terbesar kota ini. Sudah setengah jam lebih aku terpekur berdiam
diri disini. Mengenang semua kejadian itu. Mengenangnya. “ (hlm. 104)
kami mandi di kamar mandi rumah sakit.” (hlm. 57)
tersenyum sambil bersibak, agar mereka berdua bisa merapat ke pusara ibu.”
(hlm. 195)
setelah ibu meninggal, aku dan adikku pindah ke kontrakannya.” (hlm. 67)
tiba di bandara, dia dan Dede sudah menjemputku di lobbi kedatangan luar
negeri.” (hlm. 78)
ini juga mengambil latar tempat di Singapura yaitu di :
15.00 aku mengantar mereka ke Bandara Changi” (hlm. 102)
mengajaknya jalan-jalan di Kampus National University of Singapore (NUS)” (hlm.
100)
saat Dede ingin membeli buku-buku di salah satu toko buku terbesar di
Singapura, ia hanya mengangguk, mengiyakan.” (hlm. 96)
pagi-pagi, ibu mengganti perban itu dengan lap dapur, saputangan itu dicuci.”
(hlm. 24)
makan siang di kantin mahasiswa.” (hlm. 101)
ingat sekali, sore hari Minggu itu seperti biasa aku dan adikku pulang lebih
lama dibandingkan anak-anak lain.” (hlm.38)
duduk didepan kontrakan berlalu percuma.” (hlm. 37)
sweet seventeen-ku hanya seperti itu. (meski bagiku itulah pesta terbaik selama
ini)” (hlm. 95)
kenapa Ibu dibungkus?” aku hanya menggeleng lemah. Usianya delapan tahun, dan
ia belum mengerti benar tentang kata “kematian”” (hlm. 62)
kau. Danar tadi sempat berkaca-kaca mendengar pidatomu.” (hlm. 130)
memang terlanjur memerah. Semua ini mengejutkan.” (hlm. 131)
pandang dalam novel ini adalah sudut pandang orang pertama pelaku utama. Cerita
ini dikisahkan melalu sudut pandang Tania, sang tokoh utama dari novel ini.
Tercermin dalam kutipan berikut ini:
mencintainya. Itulah semua perasaanku.” (hlm. 154)
menimpuk kepala Anne dengan gumpalan tisu.” (hlm. 177)
menoleh padaku. Kami bersitatap sejenak. Ya Tuhan, mata itu redup. Redup
sekali.” (hlm.237).
yang bagai malaikat hadir dalam kehidupan keluarga kami…” (hlm.128)
beringsut seperti keong.” (hlm. 65)
yang membuatku rela menukar semua kehidupan ini dengan dirinya.” (hlm.129)
malamnya e-mail kak Ratna berdarah-darah.” (hlm. 228)
malam memainkan anak rambut.”(hlm.236)
yang jatuh tak pernah membenci angin.” (hlm. 63)
yang terkandung dalam novel ini ialah, terkadang hal yang terbaik adalah
menerima. Menerima, bahwa segala hal yang terjadi tidak selalu seperti apa yang
kita inginkan. Menerima, dan belajar untuk mengikhlaskan. Jika sesuatu itu
memang bukan hadir untuk kita, Meski seberapapun besar usaha yang kita perbuat,
meski seberapa susahnya pun kita berjuang, meski seberapa sakitnya pun kita
bertahan, dan meski seberapapun indahnya memori yang ada bersama seseorang
tersebut, kita tidak akan bisa mendapatkannya. Karena yang terbaik menurut
kita, belum tentu yang terbaik menurut kehendak Tuhan.
ketika kita menghadapi suatu musibah, suatu masalah, atau apapun yang negatif,
hendaknya kita tidak berlarut-larut dalam kesedihan. Karena sedih dan senang
itu datangnya satu paket. Tuhan maha adil, dan tidak akan membiarkan hambanya
bersedih kecuali apabila hambanya memang sanggup untuk menanggungnya. Alih-alih
bersedih, sebaiknya kita semakin mengembangkan diri kita dan menjadi lebih baik
lagi, seperti yang dilakukan Tania. Meski Danar tidak jadi bersamanya, ia tetap
melanjutkan hidup dan menjadi seseorang yang sukses di Singapura.
cinta tidak harus memiliki.
DAN KEKURANGAN NOVEL
:
suasana sesungguhnya, pada perasaan yang dialami si tokoh utama.
beberapa teks percakapan melalui Chating antara tokoh utama dan tokoh lainnya.
merasakan jadi tokoh utama.
dipahami. Bahasanya yang indah untuk didengar dan sangat puitis sehingga si
pembaca sangat nyaman dan senang dalam membaca novel tersebut.
pembaca harus benar-benar fokus pada awal cerita.
tokoh utama yang jatuh cinta pada lelaki yang jauh lebih dewasa.
tahun namun harusnya tidak dibaca pada anak seumurannya, karena dalam kehidupan
nyata sangat jarang sekali gadis kecil jatuh cinta pada laki-laki berumur 25
tahun.
dengan pandangan itu.” Seharunya kata ‘itu’ tidak miring.
tidak terlalu banyak menggunakan titik.
yang kukagumi, memesona.” Kata ‘memesona’ itu seharunya ‘mempesona’.
‘dedetakmengerti’ seharusnya pakai spasi seperti ini ‘Dede tak mengerti’.
“Check it out”



































![Koisuru Keigo 24 Ji (2024) Episode 01-09 Subtitle Indonesia [TAMAT] + [BATCH]](https://i0.wp.com/aopok.com/wp-content/uploads/2026/02/SaveTwitterNet_GA4HaqraYAAZeE7.jpg?fit=456%2C322&ssl=1)





