hidup bahagia. Tapi jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa
melupakan.”
mengenai novel karya Andrea Hirata, kali ini saya akan beralih dengan novel
karya Tere Liye, Hujan.
“Happy Reading”

Judul : Hujan
Unsur Intrinsik :
berbagai tema yaitu: tentang persahabatan, tentang cinta, tentang perpisahan,
tentang melupakan, dan tentang hujan.
: Seorang gadis yang pemberani
dan memiliki jiwa sosial. Dia juga seorang gadis yang pintar dan berbakat.
: Seorang fasilitator yang
menjalani tugasnya dengan jujur dan professional.
Bahtera : Seorang ilmuwan muda yang paling terkemuka bahkan saat
usianya baru tujuh belas tahun.
: Seorang gadis yang memiliki selera humor, dan memiliki jiwa
sosial.
Lail : Seorang ibu yang sangat menyayangi
anaknya. Bahkan hingga akhir hidupnya, ia masih memberikan dukungan kepada
Lail.
Seorang ayah yang sangat perhatian kepada anaknya.
Seorang public
figur dalam keluarganya.
Seorang ibu yang mengangga Lail sudah seperti anaknya sendiri.
: Mudah bergaul dengan orang lain dan tidak membeda-bedakan
teman.
Suri : Seseorang yang memiliki watak tegas kepada anak-anak
panti.
Kereta: Tidak mau menuruti instruksi dari petugas atau memiliki sikap keras
kepala.
Sosok ibu yang selalu mengajarkan yang terbaik untuk anaknya.
lebih mementingkan keselamatan penumpang daripada keselamatannya sendiri.
Memberikan penyuluhan terhadap pengungsi yang berhasil selamat saat terjadinya
gempa
Relawan : Tidak egois dalam bertindak, memikirkan keselamatan penduduk
Televisi
Acara Televisi
Latar
tentang penduduk yang kesepuluh miliar tersebar
dimana-mana.
Merapi dan Gempa Bumi terjadi pada pagi hari disaat Lail sedang berangkat ke
sekolah barunya.
pegunungan hijau dan lembah luas terhampar luas.
Esok mengajak Lail mengunjungi sebuah tempat.
jam makan siang, Lail dan Maryam dipanggil mendadak oleh Ibu Suri
diumumkanlah kelulusan Lail dan Maryam dari Sekolah Keperawatan.
dia menyaksikan sendiri ibunya jatuh ke lorong kereta gelap.
Esok mengajak Lail ke toko kue ibunya.
masih diliputi sukacita lulus dari sekolah, Lail dan Maryam tiba-tiba dipanggil
ke kantor Ibu Suri.
Lail dan Esok menginap di rumah sakit yang merawat Ibu Esok.
dan Esok menginap ditempat pengungsian.
hari, disaat hujan badai, Lail dan Maryam memberikan peringatan kepada penduduk
Kota Hilir Sungai bahwa kota tersebut akan dituruni air bah.
tanah/kapsul kereta
kubik
Central Park
Keperawatan
Relawan
bola/tempat pengungsian nomor 2
relawan
darurat
memiliki teknologi yang canggih
berhenti secara mendadak karena adanya letusan Gunung Purba di belahan benua
lain.
susulan di lorong kereta.
Lail jatuh ke dalam lorong kereta.
menerima telepon dari ayahnya.
lulus tes yang dilakukan untuk menjadi seorang relawan.
berpisah sementara karena Esok akan diadopsi oleh seorang Wali Kota.
pergi dengan kapal raksasa tersebut bersama Claudia.
menikah di tengah teriknya matahari
Alur
mundur. Karena dimulai dengan keinginan Lail untuk menghapus memorinya tentang
seseorang. Kemudian kembali kepada kisah Lail saat berusia 13 tahun.
dalam novel ini yaitu sudut pandang orang ketiga. Contohnya ; dia, ia, dan nama
orang.
pada tahun 2050. Berawal dari seorang gadis yang bernama Lail yang mendatangi
sebuah pusat terapi saraf untu menghilangkan semua kenangan pahit dalam
hidupnya dengan menggunakan sebuah teknologi canggih pada masa itu. Terapi
dimulai dengan memindai peta seluruh saraf otak Lail dengan ditemani seorang
fasilitator bernama Elijah. Lail harus menceritak kisahnya dengan menjawab
pertanyaan Elijah. Terapi tersebut dilakukan di ruangan 4 x 4 m kubik yang
terlihat didesain terlalu sederhana.
berusia 13 tahun yang ada tahun 2042 kehilangan kedua orang tuanya pada saat
terjadinya gempa bumi yang dahsyat. Beruntunglah ada seorang anak laki-laki
yang berusia 2 tahun lebih muda darinya bernama Esok yang menyelamatkannya. Esok
un kehilangan 4 saudara kandungnya dan menyisakan ibunya yang mengalami
kelumpuhan akibat gempa.
bermula setelah bencana terjadi. Mereka harus tinggal di pengungsian hingga
kota bisa kembali pulih. Kota itu merupakan kota yang sangat maju dengan
perkembangan teknologi canggih yang tersedia di kota itu, baik sebelum gempa
terjadi maupun setelahnya. Pada saat itu kota kembali pulih dan pengungsian
resmi ditutup, Lail dan Esok harus berpisah karena Esok diadopsi oleh Wali Kota
dan Lail tinggal di Panti Sosial. Perpisahan inilah yang menggambarkan dua anak
yang terpisah tetapi di masing-masing tempat, mereka menjalani kehidupannya dan
mengejar mimpi-mimpinya.
dengan Maryam yang merupakan teman satu kamarnya hingga suatu hari mereka
bersahabat. Maryam adalah sosok seorang remaja yang memiliki selera humor,
berjiwa sosial, dan teguh dalam mewujudkan impiannya. Persahabatan mereka
digambarkan baik suka maupun duka. Mereka tidak hanya harus sekolah tetapi juga
harus menjalani tugas-tugas mereka di Panti Sosial dan berhadapan dengan Ibu
Panti yang bernama Ibu Suri yang terkenal tegas dan ketus tehadap anak- anak
panti. Di panti inilah, Lail dan Maryam mengejar cita-citanya hingga mereka
beranjak dewasa.
Lail mengunjungi stadion. Kemudian dia menyampaikan kepada Lail bahwa sekitar
satu minggu lagi akan diluncurkan kapal raksasa. Dan hanya sepuluh ribu orang
yang terpilih secara acak yang dapat menumpangi kapal tersebut. Esok mendapatkan
dua tiket. Wali Kota meminta Lail supaya bisa membujuk Esok agar salah
satu tiket yang dimilikinya diberikan kepada anaknya yang bernama Claudia.
Hingga pada jadwal keberangkatan kapal, Lail mendengar informasi dari Istri
Wali Kota bahwa salah satu tiket dari Esok, diberikan kepada Claudia. Lail pun
beranggapan bahwa Esok pergi bersama Claudia. Lail merasa hatinya seperti
tercabik-cabik. Akan tetapi, Claudia sebernarnya tidak pergi bersama Esok
melainkan dengan Ibunya Esok.
menghapus ingatannya tentang Esok. Maryam panik dan langsung menyusul Lail
untuk menghentikan perbuatannya. Akan tetapi, sudah terlambat. Lail sudah
memulai melakukan terapinya. Elijah menjelaskan sekali lagi kepada Lail bahwa
melupakan bukan jadi masalahnya, tetapi menerima.
melakukan terapi tersebut. Ternyata, ingatan Lail tentang Esok dan Maryam tidak
ikut terhapus. Melainkan menjadi benang biru yang menunjukkan kenangan yang
menyenangkan. Semua kenangannya, dipeluk erat-erat oloh Lail ketika terapi
terakhir dilakukan.
Lail menikah di tengah teriknya matahari. Esok berjanji kepada Lail kalau dia
tidak akan meninggalkan Lail lagi.
KELEBIHAN
dipahami. Meski halamannya cukup tebal Namun dalam novel ini segala sesuatunya
terasa pas. Alurnya tidak membosankan dan sudah sesuai dengan jalan cerita,
tidak terasa di panjang-panjangkan atau dilambat-lambatkan. Bahkan di beberapa
bagian ada yang dipercepat ceritanya. Jalan ceritanya senfiri tidak bisa
ditebak sama sekali.
pernah dibayangkan sebelumnya. Misalnya adanya musim dingin berkepanjangan
akibat efek gunung meletus. Kemudian karena campur tangan manusia, musim dingin
ini berubah menjadi musim panas yang akhirnya menjadi malapetaka. Musim panas
terjadi tanpa tahu kapan berakhirnya. Hujan juga tidak lagi turun ke bumi.
Hal-hal seperti ini membuat imajinasi pembaca melambung tinggi.
anting-anting sebagai pemandu online, sistem transportasi tanpa supir, alat
komunikasi yang tertanam di tangan dan sebagainya. Semuanya terasa nyata dan
pasti bisa terjadi di masa depan.
menjadi daya tarik tersendiri dalam novel ini. Hal ini akan membuat para
pembacanya penasaran dan tidak ada pilihan lain selain terus membaca hingga
akhir.
kuat. Dia hanya seorang gadis lemah, cengeng dan tidak mempunyai inisiatif
apa-apa. Keberhasilannya dalam berbagai hal di dalam cerita karena ajakan dari
temannya Maryam. Tanpa Maryam, Lail tak akan bisa meraih apapun. Seharusnya
sebagai tokoh utama, Tere Liye menempatkan Lail sebagai inisiator bukan tokoh
yang mengikuti apapun kemauan temannya walaupun itu hasilnya baik juga.
teknologi, tidak ada yang dapat menandingi kekuasaan Tuhan”. Hal itu dipahami oleh semua orang di
dalam cerita. Namun demikian entah kenapa Tere Liye tidak menempatkan para
tokoh di dalamnya untuk berdoa dan beribadah. Tidak ada satupun bahasan agama
didalam novel ini, semuanya hanya membicarakan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Mulai dari awal hingga akhir halaman, saya bertanya-tanya kira-kira agama para
tokoh ini apa za?, ini terasa janggal sekali bagi saya.
kentara dan bikin kening berkerut adalah tentang tugas pertama Lail dan Maryam.
Di halaman 120 tertulis “Jika kalian bersedia, setelah menerima pin besok
pagi, kalian akan ditugaskan segera di Sektor 3 selama liburan panjang”.
Namun, dalam halaman 135 tertulis, “Pagi ini kami berangkat ke Sektor 4,
Penugasan pertama dari organisasi”. Sebenarnya Lail itu ditugaskan di
sektor 3 atau 4? Semoga cetakan selanjutnya ada jawaban dan bisa
diperbaiki.
PENUTUP
Terlepas dari beberapa kekurangan yang ada dalam novel ini, namun saya cukup
puas setelah membacanya. Ada senyum yang terukir pasca membacanya. Efek dalam
cerita novel hujan ini juga membekas hingga beberapa lama. Masih
terbayang-bayang adegan-adegan yang terjadi dalam cerita dan membuat saya tidak
bisa move on dalam seminggu. Yang pasti novel ini telah sukses membuat saya
bermain imajinasi dunia masa depan.
‘Check it out!’
untuk menyadari, kapan kita akan berhenti menunggu.” (hlm. 228)
kabar Tidak ada kepastian juga adalah kepastian, yaitu kepastian tidak ada
kepastian.”
Sumber
: https://www.bindoline.com/resensi-novel-hujan-karya-tere-liye/
: https://www.youtube.com/watch?v=LPU9QJx3JS4&t=205s



































![Koisuru Keigo 24 Ji (2024) Episode 01-09 Subtitle Indonesia [TAMAT] + [BATCH]](https://i0.wp.com/aopok.com/wp-content/uploads/2026/02/SaveTwitterNet_GA4HaqraYAAZeE7.jpg?fit=456%2C322&ssl=1)



