Well,
Don’t Breathe adalah judul yang tepat mengingat sepanjang film ini kita emang beneran dibikin menahan napas saking tegangnya.
Don’t Breathe dimulai dengan sebuah misi pencurian yang kelihatannya sangat mudah: mencuri rumah seorang pria tua yang buta. Tapi pria tua buta yang kelihatannya ga berdaya ini justru jadi monster yang akhirnya membuat para pencuri yang masih muda ketakutan dan berusaha melarikan diri dari rumah. Ini adalah kebalikan film
home invasion, dimana yang pencuri yang menyusup ke dalam rumah justru harus dikejar oleh sang pemilik rumah.
Don’t Breathe efektif di setiap menitnya, menghadirkan ketegangan tingkat tinggi yang bikin stress dan putus asa, dengan sebuah
sick-twist di bagian menjelang akhirnya.
#4
10 CLOVERFIELD LANE
Directed by Dan Trachtenberg
Mengandung kata “Cloverfield” pada judulnya, menurut sang produser J.J. Abrams 10 Cloverfield Lane adalah saudara sedarah Cloverfield (2009), walau hadir dengan format dan cerita yang jauh berbeda. Seorang wanita, Michelle (Mary Elizabeth Winstead) terbangun dari sebuah kecelakaan dan menemukan dirinya berada di sebuah bunker milik seorang pria misterius, Howard (John Goodman) bersama pemuda lain bernama Emmet (John Gallagher Jr). Howard mengatakan bahwa di luar baru saja terjadi kiamat akibat serangan kimia berbahaya. Namun apakah yang dikatakannya benar? 10 Cloverfield Lane membangun level intensitas yang sangat mencekam melalui 3/4 filmnya, membuat kita sibuk menebak apa yang sesungguhnya terjadi dalam level frustasi yang sama seperti yang dirasakan Michelle. John Goodman bermain luar biasa sebagai karakter misterius yang sukses bikin kita takut sekaligus penasaran. Review lengkap bisa dilihat di sini.
The Wailing mungkin menjadi salah satu film Korea Selatan (selain The Handmaiden dan Train To Busan) yang paling banyak diperbincangkan tahun lalu. The Wailing akan mengajakmu mengikuti kehidupan khas pedesaan Korea Selatan, ketika seorang polisi lokal setempat Jong Goo (Kwak Do-Won) harus menyelidiki kejadian-kejadian mistik nan misterius yang terjadi di desanya. Hal buruk semakin parah ketika anak perempuan Jong Goo menjadi salah satu korban dan membuat Jong Goo berupaya sangat keras untuk menyelamatkan nyawa anak perempuannya. Yang paling menarik dari The Wailing adalah film ini memberikan kesan orisinil dan otentik, seperti menonton dunia perdukunan dan kesurupan versi Korea Selatan. And yes it is creepy af. Durasinya memang terlampau panjang untuk ukuran film horror, namun menontonnya sama sekali tidak membosankan karena Na Hong-Jin tidak memberikan adegan horror yang itu-itu aja.
#2
UNDER THE SHADOW
Dari kemaren menunda-nunda bikin artikel ini karena nungguin donwload-an film ini yang lumayan susah carinya haha. Jika The Wailing mengajakmu dalam petualangan mistik ala Korea Selatan, maka Under The Shadow membawamu ke dunia mistik Arab: makhluk ghaib Jin. Bersettingkan paska Revolusi Iran di tahun 80-an, Under The Shadow bercerita tentang seorang ibu dan anak perempuannya yang harus tinggal berdua di apartemen setelah sang suami terpaksa bertugas ke luar kota. Kejadian aneh yang menakutkan pun mulai terjadi. Under The Shadow adalah karya debut yang menarik dari sutradara kelahiran Iran, Babak Anvari. There is no disturbing scene in here, tapi adegan creepynya yang sedikit bernuansa surealis hadir bagaikan mimpi buruk yang sukses bikin saya jejeritan kaget sendirian selama nonton.
#1
THE EYES OF MY MOTHER
Directed by Nicolas Pesce
Jeng-jeng! Tanpa ragu saya akan menyebut The Eyes of My Mother sebagai film horror favorit saya tahun 2016. Jika ada film horror yang bisa tampil mengerikan sekaligus artistik, maka The Eyes of My Mother adalah salah satunya. Film karya debutan dari Nicolas Pesce ini tampil dalam balutan visual hitam putih. Bercerita tentang seorang gadis bernama Fransica (Kika Magalhaes) yang tinggal bersama kedua orangtuanya di sebuah pertanian. Sang ibu, dahulunya adalah seorang dokter bedah di Portugal. Kehidupan yang damai seketika buyar saat seorang pria misterius tiba. The Eyes of My Mother menawarkan atmosfer khas film gore yang sukses bikin penonton merasa mulas dan tidak nyaman diam di tempat selama menonton. Uniknya, disturbing scene-nya ditampilkan dengan cara yang sangat elegan. Kika Magalhaes sukses menghadirkan sosok Fransisca sebagai perempuan polos dan kesepian yang sebenarnya adalah… monster.