Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Review

REVIEW : A GOOD DAY TO DIE HARD

Ulasan by Ulasan
16.02.2013
Reading Time: 5 mins read
0
Timur Kapadze Kunjungi Indonesia, Rumor Pengganti Patrick Kluivert di Timnas Indonesia Kian Kuat

Timur Kapadze Kunjungi Indonesia, Rumor Pengganti Patrick Kluivert di Timnas Indonesia Kian Kuat

ADVERTISEMENT

“I’m on fucking vacation!” – John McClane

Dalam perayaan tahun perak, franchise Die Hard yang mulai menghibur para penikmat film pada tahun 1988 melempar jilid kelimanya yang diberi tajuk A Good Day to Die Hard. Ini sekaligus menjadi ajang kembalinya franchise ini ke layar lebar setelah terakhir kali menyambangi penonton 6 tahun silam. Jika segala bentuk kekacauan yang terjadi pada keempat seri sebelumnya berlangsung di Amerika Serikat, maka kali ini John McClane (Bruce Willis) terbang ribuan mil ke belahan dunia lain untuk mengobrak abrik Rusia. Ya, konsep wajib ‘the wrong man in a wrong place at the wrong time’ masih diterapkan di sini. Rencana untuk sedikit bersantai, menggelar ‘family time’ bersama sang putra yang tengah terlibat masalah pelik, dan menikmati keindahan Negeri Beruang Merah ini terusik karena, ya, dia adalah seorang pria yang senantiasa berada di tempat dan waktu yang salah. Itulah John McClane. Tidak peduli kemanapun dia pergi, jika itu berarti adalah sekuel dari Die Hard, maka berkah tersebut akan selalu berada di sisinya.  

RELATED POSTS

[Wrapped Up] Biao Mei Wan Fu – 表妹万福 (2026) Part III

Shi Ri Zhong Yan – 十日终焉 (2026)

[OST] Love and Crown / Feng Huang Tai Shang – 凤凰台上 (2025) Part III

Di dalam seri kelima ini, John McClane melanglang ke Moskow, Rusia, usai mendapati anak laki-lakinya, Jack McClane (Jai Courtney), sedang mengalami masalah. Setelah perjalanan panjang nan melelahkan dan belum sempat untuk menikmati secangkir teh hangat, meregangkan otot kaki, atau berendam air panas, John langsung disambut oleh serangkaian kekacauan saat menjejakkan kaki di ibu kota Rusia tersebut. Pertemuannya dengan sang putra berlangsung dalam situasi yang salah dan tidak mengenakkan. Jack, yang ternyata adalah seorang agen CIA, tengah dalam misi menyelamatkan seorang tahanan politik bernama Yuri Komarov (Sebastian Koch) yang terlibat dalam sebuah kasus kebocoran radiasi nuklir di Chernobyl pada tahun 1986. Mantan rekannya yang sekaligus seorang pejabat tinggi di pemerintahan Rusia, Chagarin (Sergei Kolesnikov), mengkhianatinya dan berencana untuk melenyapkan Komarov dari muka bumi setelah mengetahui bahwa Komarov memiliki dokumen penting yang membongkar keterlibatan Chagarin dalam peristiwa Chernobyl. John yang semula tidak tahu menahu mengenai kasus ini pun akhirnya ikut terseret ke dalamnya setelah dia memutuskan untuk ikut campur demi menolong sang anak sekaligus memperbaiki hubungan yang retak diantara mereka. 

John Moore yang bertindak selaku sutradara tak banyak berbasa-basi dalam membuka film. Penonton yang telah duduk manis di dalam gedung bioskop seraya ngemil berondong jagung dan menyeruput segelas soda langsung disuguhi dengan adegan kejar-kejaran mobil yang masif di tengah lalu lintas Moskow yang sangat padat. Bang bang, boom boom! Berlangsung dalam durasi yang terbilang panjang, gelaran aksi yang dihadirkan ini jelas merupakan sebuah pembuka yang seru dan menyenangkan. Apabila Anda menggemari tontonan dimana sejumlah mobil mengalami nasib naas melalui berbagai penghancuran yang tidak manusiawi, maka apa yang tersaji di layar akan membuat Anda bersemangat. Dan selayaknya jilid lain dari franchise ini dimana ledakan demi ledakan menjadi pemandangan yang umum, maka Moore pun membawanya ke level lebih tinggi di sini. Segalanya menjadi semakin besar. Adegan aksinya tersaji nyaris tanpa putus dimulai dari jalanan Moskow yang padat hingga berakhir di Chernobyl melalui konfrontasi akhir yang melibatkan helikopter. Benar-benar hancur-hancuran dan sangat berisik. 
Ini jelas menjadi sebuah suguhan yang mengasyikkan bagi siapapun yang datang ke bioskop mengharapkan sebuah tontonan aksi yang tidak membutuhkan pemikiran serius dan hanya diisi dengan serangkaian ledakan, tendangan, dan tembakan yang tiada berkesudahan. Bukan sesuatu yang salah, tentu saja. Akan tetapi hal ini tidak lantas mengizinkan sang penulis skenario, Skip Woods, untuk bermalas-malasan dalam merajut skrip. Memunculkan adegan laga yang berkepanjangan demi menutupi lubang demi lubang yang menganga lebar dalam hal penceritaan. Terlalu fokus untuk menciptakan sebuah inovasi anyar dalam hal adegan laga sehingga mampu membuat mulut penonton menganga, Woods lupa bahwa bagaimanapun A Good Day to Die Hard tetaplah sebuah film yang membutuhkan naskah. Kisah yang disampaikan seolah hanya tempelan belaka dan dihadirkan demi menggugurkan kewajiban bahwa sebuah film kudu memiliki cerita. Nyaris kosong tak berisi. Hubungan antara John dan Jack ditampilkan sekenanya serta tidak pernah tergali lebih mendalam sehingga penonton pun tidak pernah diberi kesempatan untuk menaruh simpati ke kedua tokoh ini. Dingin dan hambar. Yang terlihat justru lebih menyerupai hubungan antara seorang ‘hero’ dengan ‘sidekick’-nya ketimbang ayah dan anak. Apabila ini masih bisa dimaafkan, maka bagaimana dengan sang villain yang sama sekali tidak meninggalkan greget, terkesan lemah dan jelas kalah telak dengan para penjahat di jilid-jilid sebelumnya? Penggemar berat Die Hard pun akan mendengus kesal. Upaya untuk menciptakan twist di paruh akhir pun berakhir pada kegagalan lantaran sama sekali tidak istimewa dan telah usang, tentu saja. Sangat mudah untuk ditebak. 
Dengan naskah yang bahkan lebih ringan dari bulu tersebut, apakah A Good Day to Die Hard lantas menjelma menjadi sebuah film yang buruk? Tergantung dari sisi mana Anda melihatnya. Untuk saya pribadi, A Good Day to Die Hard tidak sepenuhnya gagal. Menyenangkan untuk disaksikan, walaupun sangat mudah untuk dilupakan. Meski mengalami kemorosotan kualitas yang cukup signifikan dari Live Free or Die Hard, akan tetapi segala bentuk adegan aksi pemacu adrenalin yang ditampilkan di sini setidaknya sedikit banyak mampu menyelamatkan muka franchise Die Hard. Harus diakui, gelaran aksinya jelas sangat ‘wow’ dan menghibur walaupun ini masih belum mampu mengobati kekecewaan sebagian penggemar berat yang tentunya mengharapkan jilid ini hadir bukan hanya untuk merayakan peringatan ulang tahun ke-25 dengan sajian aksi kosong tak berotak namun lebih dari itu. Meski demikian, A Good Day to Die Hard tetaplah sebuah film yang mengasyikkan terlebih jika niatan Anda untuk menyaksikan film ini hanyalah untuk melepas penat dan bersenang-senang dengan melihat seribu satu jenis ledakan. Yippee-ki-yay, motherfucker!

Acceptable


ADVERTISEMENT
Tags: FilmInformasiMengulasMovieReviewSinopsiSpoilerUlasanUlasan Film
ShareTweetSendShare
Ulasan

Ulasan

Related Posts

Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Jasindo di Makassar
Review

[Wrapped Up] Biao Mei Wan Fu – 表妹万福 (2026) Part III

01.01.2026
Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Jasindo di Ambon
Review

Shi Ri Zhong Yan – 十日终焉 (2026)

01.01.2026
Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Jasindo di Ternate
Review

[OST] Love and Crown / Feng Huang Tai Shang – 凤凰台上 (2025) Part III

01.01.2026
Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Jasindo di Sorong
Review

[Wrapped Up] When I Meet the Moon / Zhe Yue Liang – 折月亮 (2026) Part IV

01.01.2026
Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Jasindo di Jayapura
Review

[Release Date] Love and Crown / Feng Huang Tai Shang – 凤凰台上 (2025) Part II

01.01.2026
Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Jasindo di Jakarta Pusat
Review

[First Impression] Love in the Clouds / Ru Qing Yun – 入青云 (2025) Part X

01.01.2026
Next Post
Congraduation !!!

Congraduation !!!

Family Potrait

Iklan

Recommended Stories

#1 Sawahlunto Doeloo dan Kini

16.12.2023

Cerpen Mencintaimu (Kabar Cirebon, 24 Oktober 2020)

28.10.2020
Kegiatan Santri HAQIN Selain Menghafal Qur’an

Kegiatan Santri HAQIN Selain Menghafal Qur’an

17.11.2022

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Review
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?