Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Review

[Movie] Les Misérables (2012)

Ulasan by Ulasan
17.01.2013
Reading Time: 5 mins read
0
ADVERTISEMENT

Les Misérables
(2012 – Universal)

RELATED POSTS

Sinopsis Drama Taiwan Bromance Episode 13 – Part 1

Sinopsis Drama Korea Somebody, Dibintangi Oleh Kim Young Kwang

Sandro Tobing – Dag Dig Dug

Directed by Tom Hooper
Screenplay by William Nicholson, Alain Boublil, Claude-Michel Schönberg, Herbert Kretzmer
Based on the musical stage production by Alain Boublil, Claude-Michel Schönberg
Based on the novel by Victor Hugo
Produced by Tim Bevan, Eric Fellner, Debra Hayward, Cameron Mackintosh
Cast: Hugh Jackman, Russell Crowe, Anne Hathaway, Amanda Seyfried, Eddie Redmayne, Samantha Barks, Helena Bonham Carter, Sacha Baron Cohen, Aaron Tveit, Daniel Huttlestone, Colm Wilkinson, Isabelle Allen

Pertama-tama, ada alasan kenapa dalam setiap poster film Les Misérables ada tulisan “The Musical Phenomenon“. Ya, karena film ini musikal. Artinya akan banyak adegan nyanyi sepanjang durasi. Jadi yang memang merasa nggak cocok film model beginian, mungkin karena menganggap bernyanyi terus-terusan dalam film adalah hal bodoh, mendingan biaya tiket dan parkirnya disumbangkan ke fakir miskin dan korban bencana. Serius, itu akan lebih baik daripada bayar, duduk, nonton, nggak puas, dan bikin keributan sendiri di dalam bioskop, apalagi bila menonton bersama teman-teman yang beranggapan serupa sehingga bikin keributan bareng-bareng. Tak perlu membuang energi dengan melontarkan komentar-komentar cerdas macam “udah mau mati kok nyanyi?” atau “baca surat aja nyanyi?” sambil cekikikan di tengah film. There, I just saved you *ini sekaligus curhat =p*. 
Tetapi sebenarnya, bagi yang menyukai film musikal seperti gw pun mungkin akan cukup terkejut dengan presentasi Les Misérables versi teranyar ini, yang ternyata lebih mirip sebuah pertunjukan opera, yaitu setiap dialog diujarkan dengan nada nyanyian, hanya sedikit saja yang diujarkan dalam intonasi wajar. Ini film yang full musical, ibarat memindahkan pertunjukan teater musikal “Les Misérables” yang sudah tersohor itu dalam set yang lebih nyata dan tangible. Film terakhir yang model begini yang pernah gw tonton adalah Opera Jawa (2006) karya Garin Nugroho, tetapi kalau dibandingkan, ya Les Misérables ini lebih mudah dinikmati karena ceritanya lugas tanpa simbol-simbol. Penyampaian seperti ini jelas sebuah risiko yang diambil Tom Hooper, sutradara yang sebelumnya dikenal mengarahkan film pemenang Oscar, The King’s Speech. Did it work?
Berdasarkan novel Prancis karya Victor Hugo (yang juga mengarang “The Hunchback of Notre Dame”), yang kemudian diadaptasi menjadi pertunjukkan musikal lalu diterjemahkan jadi musikal berbahasa Inggris lalu itu diadaptasi jadi film ini *helanapas*, Les Misérables (bacanya kira-kira ‘lé-mi-sé-khaa-bl(e)‘), yang judulnya kekeuh tidak diterjemahkan dalam bahasa Inggris entah kenapa, bercerita tentang orang-orang bernasib malang dan terpinggirkan, yang miserable. Berlatar Prancis abad ke-19 ketika kembali ke sistem monarki pascaruntuhnya pemerintahan Napoleon, dan ketimpangan sosial tak pernah selesai. Jean Valjean (Hugh Jackman) adalah mantan terpidana pencurian sepotong roti yang melanggar ketentuan wajib lapor setelah keluar penjara, ia kabur dan mencoba memulai kehidupan baru sebagai pengusaha di sebuah kota kecil. Namun, inspektur polisi Javert (Russell Crowe) yang sangat patuh pada hukum tak pernah berhenti mencarinya. Di saat yang bersamaan ketika kedok Valjean ketahuan oleh Javert dan hendak diringkus, Valjean berjanji kepada Fantine (Anne Hathaway), pekerja pabriknya yang dipecat dan terjebak prostitusi, untuk merawat putri semata wayangnya, Cosette (yang kecil dimainkan Isabelle Allen, sudah remaja dimainkan Amanda Seyfried) yang tak berayah. Dalam pelarian dan persembunyian, Valjean pun mencoba kembali memulai kehidupan baru bersama Cosette di Paris, just in time ketika revolusi akan memuncak.
Dan setiap langkah cerita itu dinyanyikan, nyaris tiada henti.
Bahwa setiap pemain harus menyanyikan dialognya dalam film ini, buat gw adalah sebuah “aturan” dalam semesta kisahnya. Sebagaimana semua tokoh dalam Rayya Cahaya di Atas Cahaya harus berdiksi puitis, atau semua tokoh alien jahat dalam setiap seri “Kamen Rider” harus berbahasa Jepang. Ini tidak berbicara soal otentisitas atau realistis, melainkan yang ditekankan adalah penyampaian cerita. Berbeda dengan Moulin Rouge!, Chicago, atau The Phantom of the Opera yang ber-setting dunia panggung sehingga adegan-adegan bernyanyi more or less bisa diterima dengan wajar, Les Misérables adalah kisah drama realis namun disampaikan dalam nyanyian. Nyanyian jadi kewajaran dalam film ini karena sejak awal sudah ditekankan tokoh-tokoh dalam film ini tidak bercakap-cakap dalam dialog biasa. Bernyanyi bukan hal yang terpisah sendiri, melainkan cara tokoh-tokoh dalam film ini berkomunikasi dalam lingkungannya. Your arguments are invalid.

Ini contohnya.

Gw perlu meng-emphasize persoalan ini karena, somehow, Tom Hooper mengelolanya dengan sangat baik. Dengan cara seperti itu, ia lolos dari jebakan “terlalu teater” (karena faktor editing sih kalo menurut gw), pun tidak memaksakan ikut penuturan ala film musikal konvensional yang menuntut selang-seling dialog dan lagu yang rawan absurditas. Sebuah penerjemahan yang sama sempurnanya dengan Chicago meski berbeda metode. Ia bahkan berani menyuruh para aktornya bernyanyi langsung di lokasi saat syuting layaknya pertunjukan teater (sebagian tanpa cut), ya kayak dialog aja, bukan direkam suaranya dulu terus lipsync. Setelah masuk dan mengikuti “aturan” penceritaan film ini, gw nggak bisa lepas, malah terhanyut dalam usaha tokoh-tokoh ini yang hanya ingin hidup lebih layak dan bahagia, nyanyian lirih dan galau mereka berhasil tertransfer langsung ke sanubari. Penuturannya pun lancar, nggak basa-basi, pembangunan tokohnya tanpa cela, dan terintegrasi dengan musiknya. Ini juga berkat teknik editing cepat dan agak-agak Terrence Malick itu (ah semuanya aja gw bilang mirip Terrence Malick =p). Yah, kecuali pada 1/3 akhir atau babak bentrok rakyat vs aparat yang malah melambat, dan finale-nya yang kurang megah meskipun tetap emosional.
Les Misérables adalah kisah haru biru namun disampaikan dengan indah nan syahdu tanpa merusak logika. Dilengkapi dengan presentasi yang berani, penataan teknis yang matang—desain produksi-kostum-rias-sinematografi-suara dsb., aktor-aktris yang tampil maksimal baik akting maupun vokal (emm, Russell Crowe suaranya paling khas dan sebenarnya enak, tapi kurang power kalo nada tinggi, akhirnya jadi vokalis paling jelek di film ini =P), dan tentu saja penataan musik yang ciamik. Banyak momen yang moving dan menggetarkan, terkhusus performa Anne Hathaway sebagai Fantine menyanyikan “I Dreamed a Dream” dan Samantha Barks sebagai Éponine melantukan soundtrack kaum ter-friendzoned, “On My Own”. Bahkan kali ini gw nggak keberatan dengan kecenderungan Tom Hooper dalam sinematografi yang suka “memojokkan” aktornya ke pinggir bingkai gambar, pinggiiir banget. Mungkin juga karena di sini waktu orangnya ada di pojok kanan layar, ada subtitel di kirinya, sehingga tampak imbang, hahaha. I had a great time watching Les Misérables, tak peduli durasinya 2,5 jam. Kisah indah yang dituturkan, atau lebih tepatnya dinyanyikan, dengan indah pula.

My score: 8/10

ADVERTISEMENT
Tags: FilmInformasiMengulasMovieReviewSinopsiSpoilerUlasanUlasan Film
ShareTweetSendShare
Ulasan

Ulasan

Related Posts

Review

Sinopsis Drama Taiwan Bromance Episode 13 – Part 1

20.10.2022
Review

Sinopsis Drama Korea Somebody, Dibintangi Oleh Kim Young Kwang

20.10.2022
Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kantor Bank MAYAPADA di Padang
Review

Sandro Tobing – Dag Dig Dug

19.10.2022
Review

Sinopsis Drama China Back For You

19.10.2022
Ikhtishar Ilmu Hadits (1)
Review

Piggy (2022) Sinopsis, Informasi

19.10.2022
Review

Sinopsis Leh Ratree Episode 6 – Part 2

19.10.2022
Next Post

Makan Malam dan Tradisi Sebelum Natal

Homemade Cream Cheese: Mudah dan lebih murah!

Iklan

Recommended Stories

Sejarah Menjadi Indonesia (96): Perbatasan Kalimantan, dari Tanjung Datu hingga Pulau Sebatik; Jalan Paralel Akses Perbatasan

31.07.2021
Aksi Heroik Santri Ciamis Adalah Medan Magnet 212

Aksi Heroik Santri Ciamis Adalah Medan Magnet 212

06.12.2016

Mesjid Di Banda Aceh

27.08.2013

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Keanu Angelo Tulis Pesan Menyentuh untuk Lula Lahfah: Kita Sudah Beli Tiket Liburan

Keanu Angelo Tulis Pesan Menyentuh untuk Lula Lahfah: Kita Sudah Beli Tiket Liburan

25.01.2026
Seminggu Sebelum Wafat, Lula Lahfah Ajak Keluarga Makan Bersama

Seminggu Sebelum Wafat, Lula Lahfah Ajak Keluarga Makan Bersama

25.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Chord Lirik
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Review
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains
  • Terjemahan Lagu

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?