KELIRU JIKA HAMBA ALLAH GELISAH UNTUK URUSAN
DUNIA
Disusun oleh : Azwir B. Chaniago
Sering kita mendapati orang orang yang
gelisah, gundah gulana karena urusan dunia yang terasa berat baginya. Kegelisahan
urusan dunia itu kisarannya antara lain adalah :
(1) Gelisah karena merasa tak dapat rizki,
dapat rizki sedikit atau kehilangan rizki
karena sudah pensiun dan yang lainnya. Pada hal Allah Ta’ala menjamin
rizki hamba hamba-Nya. Allah Ta’ala
berfirman :
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ
إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا
Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa)
di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rizkinya. (Q.S Huud 6).
Nah, ketika Allah Ta’ala telah menjamin rizki
maka keliru cara berfikir kita jika masih gelisah memikirkan rizki.
(2) Gelisah karena takut akan didatangi
penyakit. Ingatlah bahwa semua orang juga pernah diuji dengan sakit bahkan
dengan sakit yang parah. Dan ketahuilah bahwa sakit yang menimpa seseorang
adalah untuk mengangkat derajat dan menghapuskan dosa. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :
مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ شَوْكَةٍ فَمَا فَوْقَهَا إِلَّا
رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً أَوْ حَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً
Tidak ada satupun musibah (cobaan) yang menimpa seorang muslim berupa
duri atau yang semisalnya, melainkan dengannya Allah akan mengangkat derajatnya
atau menghapus kesalahannya. (H.R Imam Muslim).
Juga dalam
satu riwayat disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda
:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلَّا
حَطَّ اللَّهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا
Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya,
melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang
mengugurkan daun-daunnya. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).
(3)
Gelisah karena sering dizhalimi orang lain. Sikap terbaik dalam hal ini adalah
bersabar. Sungguh bersabar akan mendatangkan pahala tanpa batas. Allah Ta’ala berfirman :
إِنَّمَا يُوَفَّى
الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahala mereka tanpa batas
(Q.S az Zumar 10).
Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin berkata : Adapun kesabaran,
pahalanya berlipat ganda tidak terbatas. Hal ini menunjukkan bahwa ganjarannya
sangat besar sekali hingga tak mungkin bagi seorang insan untuk membayangkan
pahalanya karena tidak bisa dihitung dengan bilangan.
Bahkan juga, pahala sabar termasuk pahala yang maklum diisi Allah tanpa bisa
dibatasi. Tidak pula dapat disamakan dengan mengatakan satu kebaikan dilipat
gandakan sepuluh kali sampai tujuh ratus kali lipat. Kesabaran itu pahalanya tanpa batas. (Syarah
Riyadush Shalihin).
(4) Gelisah karena tak punya pangkat
dan jabatan. Sungguh pangkat dan jabatan itu sangat sementara dan bisa menjadi
penyesalan di hari Kiamat. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :
نِعْمَ الشَّيْءُ
الْإِمَارَةُ لِمَنْ أَخَذَهَا بِحَقِّهَا وَحَلَّهَا، وَبِئْسَ الشَّيْءُ
الْإِمَارَةُ لِمَنْ أَخَذَهَا بِغَيْرِ حَقِّهَا تَكُونُ عَلَيْهِ حَسْرَةً
يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Jabatan atau kekuasaan ialah suatu hal
yang begitu nikmat bagi yang mengambil hak dan menempatkannya (dengan benar),
(akan tetapi) menjadi sesuatu yang begitu menyengsarakan bagi yang tidak
menempatkan hak pada tempatnya serta akan menjadi penyesalan pada Hari Kiamat.
(H.R ath Thabrani, secara marfu’ dari Zaid bin Tsabit).
Ketahuilah bahwa pangkat atau jabatan
yang tinggi bukanlah menjadi sebab seseorang itu mulia. Sungguh kemuliaan
seseorang adalah karena takwa. Allah Ta’ala berfirman :
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ
أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di
sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh Allah Maha Mengetahui,
Mahateliti. (Q.S al Hujurat 13).
Oleh karena itu hamba hamba Allah
janganlah gelisah dengan urusan dunia. Sungguh semua urusan dunia adalah
bersifat SANGAT SEMENTARA. Bahkan dibalik kesulitan akan ada kemudahan,
sebagaimana firman Allah Ta’ala :
إِنَّ مَعَ
الْعُسْرِ يُسْرًا فَإِنَّ
مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Maka sesungguhnya
bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. (Q.S al Insyirah
5-6).
Ketahuilah bahwa memang ada KEGELISAHAN YANG
HARUS MENJADI PERHATIAN HAMBA HAMBA ALLAH YAITU KEGELISAHAN DALAM MERENUNG
BAGAIMANA NASIBNYA DI AKHIRAT KELAK.
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ’anhu
bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wasallam telah mengingatkan kita dalam sabda
beliau :
مَنْ جَعَلَ الْهُمُومَ هَمًّا
وَاحِدًا، هَمَّ آخِرَتِهِ، كَفَاهُ اللَّهُ هَمَّ دُنْيَاهُ، وَمَنْ تَشَعَّبَتْ
بِهِ الْهُمُومُ فِي أَحْوَالِ الدُّنْيَا لَمْ يُبَالِ اللَّهُ فِي أَيِّ
أَوْدِيَتِهَا هَلَكَ
Orang yang menjadikan kegelisahannya pada satu
hal saja, yaitu ia gelisah akan nasibnya di akhirat, maka Allah Ta’ala akan cukupkan dia sehingga tidak gelisah lagi
pada urusan dunianya. Namun orang yang menjadikan kegelisahannya pada
urusan-urusan dunianya, maka Allah Ta’ala tidak akan mempedulikan di lembah
mana dia akan binasa. (H.R Ibnu Majah, dihasankan oleh Syaikh al Albani).
Sungguh kegelisahan seorang hamba tersebab
memikirkan nasibnya di akhirat maka akan mendorongnya untuk (1) Banyak
beribadah. (2) Berusaha menjauhi perbuatan buruk. (3) Suka berbuat baik kepada sesama saudara.
Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua.
Wallahu A’lam. (2.351).









