BERSAKIT SAKIT DAHULU BERSENANG SENANG
KEMUDIAN
Disusun oleh : Azwir B. Chaniago
Judul tulisan ini adalah potongan dari nasehat
orang bijak di masa lalu yang dirangkai menjadi pepatah. Lengkapnya adalah :
Berakit rakit ke hulu berenang renang ke tepian. Bersakit sakit dahulu
bersenang senang kemudian. Memang demikianlah keadaan yang biasanya dilalui
seseorang ketika ingin mendapatkan kebaikan dan kebahagian di masa depan.
Bahwa bersakit sakit dahulu dan berpayah payah
dan lelah MENJADI SEMAKIN PENTING BAHKAN WAJIB dilakukan dengan ridha untuk mendapatkan kesenangan yang abadi di
akhirat kelak.
Sungguh Allah Ta’ala telah mengingatkan agar
orang orang beriman mempersiapkan bekal yaitu sebagaimana firman-Nya :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ
ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Wahai orang orang yang beriman. Bertakwalah
kepada Allah dan hendaknya setiap diri memperhatikan apa yang telah
diperbuatnya untuk hari esok, dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah
Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (Q.S al Hasyr 18)
Oleh sebab itu hamba hamba Allah harus
bersungguh sungguh dan bersabar dengan berlelah lelah dalam berbekal yaitu
dengan beribadah mentaati PERINTAH ALLAH
TA’ALA. Dengan begitu, barulah diperoleh kesenangan di negeri akhirat kelak.
Allah Ta’ala berfirman :
فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ
لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang
disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam macam nikmat) yang menyenangkan hati
sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan. (Q.S as Sajadah 17)
Selajutnya mari kita perhatikan nasehat Imam
Ibnul Qayyim (wafat tahun 751 H), beliau berkata : Kelezatan dan kegembiraan
itu disesuaikan dengan beratnya perjuangan. Tidak akan gembira orang yang tak
memiliki keinginan. Tidak ada kelezatan bagi orang yang tak memiliki kesabaran.
Tidak ada kenikmatan bagi orang yang tak mau
susah dan tidak ada istirahat bagi orang yang tak mau lelah. Seorang hamba
apabila ia mau lelah sebentar, ia akan istirahat yang panjang. (Miftah
Darissa’adah).
Hamba hamba Allah berusahalah, bersabarlah,
berpayah payahlah sedikit dalam memenuhi perintah Allah Ta’ala ketika berada di dunia ini. Dengan demikian insya Allah akan
diperoleh kenikamatan dan kesenangan yang abadi di surga-Nya. Wallahu A’lam.
(2.153)








